{"id":4359,"date":"2021-06-10T00:02:08","date_gmt":"2021-06-09T17:02:08","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4359"},"modified":"2021-06-09T20:59:53","modified_gmt":"2021-06-09T13:59:53","slug":"srhi-10-jun-21-tuhan-yesus-makan-bersama-orang-berdosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/06\/10\/srhi-10-jun-21-tuhan-yesus-makan-bersama-orang-berdosa\/","title":{"rendered":"SRHI 10 JUN 21 &#8211; TUHAN YESUS MAKAN BERSAMA ORANG BERDOSA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: \u201cMengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?\u201d Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.&#8221;<br \/>\n<cite>(Mrk. 2:16-17)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBerbicara soal makan, maka dapat dipastikan zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Pada zaman dahulu anak menangis karena tidak ada yang dimakan, tetapi pada zaman sekarang anak menangis karena disuruh makan. Bahkan uniknya anak-anak zaman sekarang adalah kalau disuruh makan, yang ditanyakan adalah apa yang aku makan? Dimana aku makan? Dan ini adalah pertanyaan yang lumrah untuk anak zaman sekarang bahkan juga terjadi pada orang dewasa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam bacaan Injil Markus 2:13-17 kalau kita perhatikan dengan seksama, maka ditemukan satu pernyataan sekaligus pertanyaan yang unik dari beberapa ahli Taurat dan orang Farisi tentang makan, yaitu \u201cMengapa Ia makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa?\u201d (ay. 16). Dalam hal ini, bagi para ahli Taurat, orang Farisi, bahkan khalayak ramai pada masa itu, pertanyaan itu adalah hal yang sangat wajar dan masuk akal, karena bagi mereka; <strong><u>Pertama<\/u><\/strong>: Pemungut cukai adalah orang yang sangat dibenci mereka karena pemungut cukai pekerjaannya adalah menarik pajak untuk bangsa yang menjajah bangsa Yahudi yaitu Romawi dengan pemerasan dan untuk keuntungan diri bahkan pemungut cukai disebut juga sebagai antek-antek penjajah karena telah bekerjasama. <strong><u>Kedua<\/u>: <\/strong>Pemungut cukai disebut orang berdosa, karena ia mempraktekkan dalam memungut pajak adalah juga di hari sabat, sehingga guru agama Yahudi mengharamkan setiap orang Yahudi untuk berbicara, berjalan, apalagi makan bersama pemungut cukai. <strong><u>Ketiga<\/u><\/strong>: Ketika Yesus Kristus yang di mata mereka adalah orang Yahudi sekaligus guru agama tetapi mau makan bersama pemungut cukai itu berarti Yesus telah melanggar fatwa Yahudi dan kompromi dengan dosa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMeskipun demikian, anggapan ahli Taurat dan orang Farisi itu dapat dimentahkan dengan jawaban Yesus yang sungguh berhikmat dan luar biasa, yaitu bahwa <em>\u201cBukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa\u201d<\/em>. Dari jawaban Yesus ini, maka kita dapat mengambil hikmah dan menjadi perenungan kita semua, dan tentunya juga dapat kita praktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam keluarga, gereja, masyarakat, berbangsa dan bernegara ini yaitu bahwa: <strong><u>Pertama<\/u><\/strong>; Ketika Yesus mau makan bersama pemungut cukai menunjukkan bahwa Ia mengasihi orang berdosa dan kasih-Nya itu dapat dinyatakan dan dibuktikan. <strong><u>Kedua<\/u><\/strong>; Ketika Yesus mau makan bersama pemungut cukai menunjukkan bahwa Ia bukan Allah yang jahat tetapi Allah yang penuh kasih, karena memberikan kesempatan kedua kali. <strong><u>Ketiga<\/u><\/strong>; Ketika Yesus mau makan bersama pemungut cukai menunjukkan bahwa Ia memberi kepercayaan yang besar untuk berkomitmen dalam hal yang benar, bahkan Lewi menjadi sahabat dan pemberita Injil-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari kebenaran firman Tuhan di atas, maka kita disadarkan kembali jika selama ini kita berdosa maka janganlah kita putus asa dan hilang pengharapan, karena Yesus adalah Allah yang mahakasih. Selain itu, jika kita sebagai anak-anak Tuhan atau utusan-utusan Tuhan maka hendaknya kita juga harus mengasihi orang berdosa tetapi membenci dosanya, sehingga kasih Kristus kita mau mengampunni kesalahan orang lain dan terus meneladani dan mempraktekkan ajaran kasih yang Yesus ajarkan kepada kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP10062021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan pertumbunan rohani jemaat GBIK semakin sehat agar mampu memahami arti Firman Tuhan dan mampu melakukannya dalam kehidupan sehari-hari;<\/li>\n<li>Doakan anak-anak yang mencari sekolah baru\/ sedang masa pendaftaran agar berhasil mendapat sekolah yang baik. Kiranya para orang tua diberi kekuatan, kesabaran, serta mampu membiayai kebutuhan pendidikan anak di jenjang yang lebih tinggi;<\/li>\n<li>Doakan bangsa dan negara agar mampu menjalankan fungsinya dalam menjamin hak setiap warganegara menjalankan keyakinan masing-masing;<\/li>\n<li>DDoakan pertolongan Tuhan bagi gereja-gereja di Indonesia yang mengalami kekerasan dan penutupan paksa. Kiranya jemaat tetap mampu menyatakan kasih Tuhan melalui setiap tindakan yang dilakukan;<\/li>\n<li>Pokok doa anggota kelompok.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: \u201cMengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?\u201d Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4359"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4360,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4359\/revisions\/4360"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}