{"id":4330,"date":"2021-06-04T00:02:06","date_gmt":"2021-06-03T17:02:06","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4330"},"modified":"2021-06-03T21:38:13","modified_gmt":"2021-06-03T14:38:13","slug":"srhi-4-jun-21-persepuluhanku-sama-dengan-persepuluhanmu-markus-1241-44","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/06\/04\/srhi-4-jun-21-persepuluhanku-sama-dengan-persepuluhanmu-markus-1241-44\/","title":{"rendered":"SRHI 4 JUN 21 &#8211; PERSEPULUHANKU SAMA DENGAN PERSEPULUHANMU (Markus 12:41-44)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.&#8221;<br \/>\n<cite>(Markus 12: 43,44)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKhotbah atau renungan tentang pengabdian adalah khotbah atau renungan yang seringkali kurang disukai oleh sebagian orang Kristen. Demikian juga beberapa Pendeta agak enggan untuk sering mengkhotbahkannya. Hal ini terjadi karena khotbah pengabdian kebanyakan berbicara tentang milik yang kita punyai, baik berupa talenta, waktu, bakat dan bahkan harta atau uang kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMungkin ada di antara kita yang setelah ibadah Minggu yang lalu bertanya dalam hati \u201cmengapa berkhotbah tentang perpuluhan ketika kita sedang mengalami kelesuan ekonomi. Ada orang kehilangan mata pencarian, usaha seret dan pendapatan kita sedikit sekali. Untuk memenuhi keperluan sehari-hari saja sudah cukup berat, mengapa kita berbicara tentang perpuluhan?\u201d\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSesungguhnya khotbah tentang pengabdian sangat penting karena hal itu merupakan perintah Tuhan serta berhubungan dengan berkat yang disediakan Tuhan bagi kita. \u00a0Hari ini kita akan merenungkan satu renungan yang sangat penting tentang pengabdian yaitu: \u201cPersepuluhanku sama dengan persepuluhanmu\u201d. Memerhatikan judulnya ini saja sudah menarik perhatian kita dan menimbulkan pertanyaan, \u201cBagaimana bisa sama?\u201d \u00a0Coba lihat lembaran acara gereja hari Minggu yang lalu pada laporan persepuluhan. Lihat Nomor ___ dan bandingkan dengan Nomor ___. Jumlah nominalnya kan tidak sama. Bagaimana renungan ini berkata Persepuluhan Nomor___ sama dengan Persepuluhan Nomor ___. Itulah yang akan kita renungkan bersama-sama.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Injil Markus 12:41-44, Tuhan Yesus memuji persembahan seorang janda yang miskin dengan bersabda: &#8220;<em>Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya<\/em>&#8221; (43-44).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSesungguhnya Allah tidak memerlukan perpuluhan atau persembahan dari kita. Allah adalah Allah yang memiliki segala segala-galanya. Mari membuka Mazmur 50 dan membaca ayat-ayat 7,9,10,11 dan 12: <strong><em><sup>7\u201d<\/sup>Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! \u00a0<sup>9<\/sup>Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, <sup>10<\/sup>sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. <sup>11<\/sup>Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. <sup>12<\/sup>Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.\u201d<\/em><\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi Saudara saudaraku yang dikasihi Tuhan, Allah tidak memerlukan korban-korban dan persembahan-persembahan kita karena segala sesuatu yang ada dalam dunia ini adalah milik-Nya. Kalau Dia memerlukannya, Allah tidak perlu memintanya dari kita. Jadi ketika kita memberikan persembahan dan persepuluhan kepada Tuhan, itu adalah satu kesempatan untuk hidup memuliakan Allah. Juga kesempatan untuk memuji Tuhan karena Allah memelihara dan memberkati hidup kita. Kita menngakui bahwa segala yang kita miliki adalah dari Tuhan. Kita bisa memberi karena Allah terlebih dahulu memberi dan mempercayakan kepada kita segala yang kita miliki saat ini. Allah memberi kepada kita makanan untuk kita makan, pakaian untuk kita pakai, tempat tinggal untuk kita tinggali. Memberi kepada kita kekuatan untuk bekerja dan kesehatan agar kita dapat beraktifitas dan menikmati hidup ini. Jadi ketika kita beribadah dan memberikan perpuluhan dan persembahan kepada Tuhan adalah itu adalah cara kita menyatakan ucapan syukur kita kepada Allah.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda beberapa hal yang kita pelajari dari renungan ini:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Tuhan Yesus melihat Persembahan dan Persepuluhan yang kita persembahkan kepada-Nya. <\/strong>Dia melihat persembahan orang-orang Farisi yang memberi persembahkan dengan motifasi agar dipuji dan dihargai manusia. Sebaliknya Tuhan juga memerhatikan persembahan Ibu Janda itu yang memberi dengan tulus sebagai ucapan syukurnya kepada Tuhan.<\/li>\n<li><strong>Tuhan Yesus memberi pujian terhadap orang yang memberi dengan penuh iman dan pengorbanan seperti persembahan janda miskin itu. <\/strong>Tuhan Yesus berkata: \u201c<em>Dia memberikan seluruh nafkahnya<\/em>\u201d. &#8220;<em>Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan\u201d<\/em>. Masa Pandemi ini iman kita diuji apakah kita memberi dengan iman kepada Tuhan.<\/li>\n<li><strong>Yang membuat persembahan dan perpuluhan kita sama di hadapan Tuhan adalah<\/strong> bukan seberapa banyak nominalnya melainkan seberapa tulus hati kita mempersembahkannya kepada Tuhan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET04062021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Kami mohon Tuhan, hadirlah dalam  hati dan pikiran kami, dalam setiap persekutuan kami melalui audio\/medsos, dan Radio ini,  buka jalan, turut campur, serta jauhkan kami dari segala kesombongan jasmani dan rohani apapun posisi dan jabatan kami;<\/li>\n<li>Berkati kesehatan kami masing-masing . Mohon Tuhan bagi yang sakit kena Covid 19 dalam perawatan semakin sehat dan pulih kembali,  demikian juga yang sakit karen penyakit lainnya agar sembuhkan Tuhan yg disebutkan dalam setiap doa kami atau dalam buletin gereja.<\/li>\n<li>Mari kita doakan para lansia yang dirawat dirumah dan di rumah jompo. Hibur dan tabahkan mereka beri kecukupan biaya bagi keluarga yang mendukungnya;<\/li>\n<li>Pokok doa anggota kelompok.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.&#8221; (Markus 12: 43,44) Khotbah atau renungan tentang pengabdian adalah khotbah atau renungan yang seringkali kurang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4330"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4332,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4330\/revisions\/4332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}