{"id":4161,"date":"2021-04-30T00:07:28","date_gmt":"2021-04-29T17:07:28","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4161"},"modified":"2021-04-29T21:25:00","modified_gmt":"2021-04-29T14:25:00","slug":"srhi-30-apr-21-hidup-damai-dalam-gereja-1-tesalonika-5-1-13","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/04\/30\/srhi-30-apr-21-hidup-damai-dalam-gereja-1-tesalonika-5-1-13\/","title":{"rendered":"SRHI 30 APR 21 &#8211; Hidup Damai  dalam Gereja (1 Tesalonika 5: 1-13)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.&#8221;<br \/>\n<cite> (1Tesalonika 5:13)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSurat 1 Tesalonika pasal 5 yang menjadi dasar renungan ini, adalah bagian terakhir dari surat yang pertama yang dikirim Rasul Paulus kepada gereja di Tesalonika.\u00a0 Hubungan Rasul Paulus dengan gereja di Tesalonika sangat baik.\u00a0 Rasul Paulus bersama teman sepelayanannya Silvanus dan Timotius, selalu mengucap syukur kepada Allah setiap kali mereka mengingat dan mendoakan gereja di Tesalonika.\u00a0 Paulus, Silas dan Timotius,\u00a0 sangat terkesan dan bangga atas pekerjaan iman, \u00a0perbuatan kasih dan ketekunan pengharapan mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. \u00a0Rasul Paulus sangat yakin bahwa mereka telah dipilih Allah. \u00a0Paulus menyebut mereka\u00a0 sebagai penurut kami dan penurut Tuhan. \u00a0Dalam penindasan yang berat mereka telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam surat ini Paulus juga memuji gereja Tesalonika yang telah menjadi teladan kepada orang Kristen, bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja melainkan sampai\u00a0 ke semua tempat.\u00a0 Sedemikian besar perhatian Paulus kepada gereja di Tesalonika sehingga dia tinggal sendiri di Atena dan mengirim Timotius ke Tesalonika untuk mengetahui keadaan mereka. \u00a0Paulus sangat bersuka cita ketika Timotius kembali dan memberitahu Paulus bahwa walaupun mereka mengalami banyak penganiayaan tetapi mereka tetap setia kepada Tuhan.\u00a0 Sama seperti Paulus yang sangat rindu bertemu dengan mereka, demikian juga mereka ingin berjumpa dengan Paulus dan temam-temannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSesungguhnya Paulus mengakhiri suratnya ini pada pasal 4 dengan kata <strong><em><u>\u201cakhirnya suadara-saudara\u201d<\/u><\/em><\/strong> \u00a0yang kemudian diikuti dengan nasihat supaya hidup kudus. \u00a0Paulus juga menyatakan kepada mereka tentang keadaan orang Kristen yang meninggal, serta kedatangan Tuhan Yesus yang keduakali.\u00a0 Tetapi rupanya masih ada yang sangat penting yang perlu Paulus sampaikan kepada mereka yaitu nasihat untuk menghormati dan memerhatikan hamba-hamba Tuhan yang melayani mereka.\u00a0 Rasul Paulus menulis: <em>\u00a0\u201cK<strong>ami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;\u00a0dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. <u>Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lai<\/u><u>n<\/u>\u201d \u00a0<\/strong>(1 Tesalonika 5:12-13)<strong>.<\/strong> <\/em>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari merenungkan mengapa Paulus minta mereka\u00a0 <strong><u>hidup selalu dalam damai seorang dengan yang lain<\/u>.<\/strong>\u00a0 Dalam pasal pasal sebelumnya tidak ada tanda-tanda bahwa ada perpecahan atau perselisihan di Tesalonika.\u00a0 Paulus mengingatkan gereja di Tesalonika serta kita juga bahwa sangatlah diperlukan hubungan damai dalam kehidupan kita bersama, dimanapun kita berada, termasuk di gereja. Ada beberapa alasan yang mengharapkan kita mengusahakan hidup damai dengan semua orang.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Semangat dari teks ini ialah bahwa hubungan damai itu tidak dapat dipaksakan. Harus timbul dari kesadaran setiap orang. Tidak ada damai dalam bentuk apa pun yang dapat <em>langgeng<\/em> atau dipertahankan dengan kekerasan. \u00a0Mereka yang mencoba untuk menegakkan &#8220;damai dalam gereja&#8221; dengan cara terus menerus menegur siapa saja yang dianggapnya \u201ckurang baik\u201d, \u00a0justru akan menimbulkan perselisihan atau melukai banyak orang kudus.\u00a0 Perdamaian itu harus dimulai dari diri sendiri.\u00a0 Kita harus menerima setiap orang sebagaimana Tuhan menerima mereka.<\/li>\n<li>Teks ini mengingatkan kita bahwa gereja adalah badan otonom, independen, demokratis. Gereja Perjanjian Baru yang sederhana dimana setiap anggotanya setara dalam pangkat dan hak istimewa dengan setiap anggota, menghendaki kita menghargai setiap orang. Dengan cara demikianlah kita dapat mewujudkan hubungan damai dalam gereja.<\/li>\n<li>Tingkat persekutuan di dalam gereja, sulit untuk dianalisis. Kadang-kadang sebuah gereja terlihat seperti aliran sungai yang jernih, di mana setiap riak dapat terlihat. Di lain waktu, gereja mungkin seperti\u00a0 air laut, tenang-tenang saja di permukaan, tetapi di kedalaman terkoyak oleh arus bawah yang berbahaya. \u00a0Jadi marilah kita mewaspadai diri kita sendiri agar kita tidak menjadi batu yang dapat menimbulkan riak-riak yang mengganggu kedamaian dalam gereja.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAkhir kata, Saudara-saudaraku seiman, mari bertekad dan bertindak untuk: <strong><em>\u201c<u>Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain\u201d<\/u>.<\/em><\/strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET30042021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mendoakan hikmat bagi tenaga kesehatan di NKRI dalam menangani covid dan menyiapkan vaksin;<\/li>\n<li>Mendoakan Para Pendeta dan Diakon yang melayani diberi kesehatan dan hikmat dalam melayani di bulan Mei 2021;<\/li>\n<li>Mendoakan pelayanan panitia Dan organisasi gereja di bulan Mei 2021.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.&#8221; (1Tesalonika 5:13) Surat 1 Tesalonika pasal 5 yang menjadi dasar renungan ini, adalah bagian terakhir dari surat yang pertama yang dikirim Rasul Paulus kepada gereja di Tesalonika.\u00a0 Hubungan Rasul Paulus dengan gereja di Tesalonika sangat baik.\u00a0&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4161","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4161","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4161"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4161\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4165,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4161\/revisions\/4165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4161"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4161"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4161"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}