{"id":410,"date":"2017-01-04T03:07:34","date_gmt":"2017-01-03T20:07:34","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=410"},"modified":"2017-01-04T23:12:22","modified_gmt":"2017-01-04T16:12:22","slug":"renungan-5-januari-2017-mengapa-orang-yang-baik-dan-benar-menderita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/01\/04\/renungan-5-januari-2017-mengapa-orang-yang-baik-dan-benar-menderita\/","title":{"rendered":"Renungan 5 Januari 2017 \u2013 Mengapa Orang Yang Baik dan Benar Menderita?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><strong>Bacaan Alkitab : Ayub 1 &#8211; 3<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 2.324 \u2013 2.224 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>(mengikuti masa hidup Abraham)<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>\u00a0\u201cMengapa Orang Yang Baik dan Benar Menderita?\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\n<p style=\"text-align: left;\">download versi word file :\u00a0<a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/Renungan-Harian-Tgl-5-Januari.docx\">renungan-harian-tgl-5-januari<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehilangan\/ berpulangnya seorang bayi atau orang yang terkasih oleh kematian yang terlalu dini, kehilangan usaha, kehilangan tempat tinggal, memburuknya kesehatan, kehilangan rasa hormat dan kepercayaan dari teman, atau kehilangan sahabat, semuanya adalah hal menyakitkan bagi setiap orang.\u00a0 Bayangkanlah jika semua hal tersebut terjadi dalam waktu seminggu ataupun sebulan : sungguh suatu bencana! Jika hal tersebut terjadi kepada orang yang jahat, kita dapat berkata: \u201cBaguslah, memang dia patut mendapat ganjaran. Tuhan sedang membalas semua kejahatannya.\u201d\u00a0 Namun ketika bencana tersebut terjadi kepada orang yang tidak bersalah, baik, jujur dan benar di hadapan Tuhan, kita akan menggelengkan kepala kita sambil berkata : \u201cKenapa hal tersebut dapat terjadi kepadanya?\u00a0 Dimanakah Tuhan, apakah Ia melihat semuanya?\u00a0 Pertanyaan-pertanyaan tersebut juga pernah dilontarkan tokoh Alkitab yang bernama Ayub.\u00a0 Pada dasarnya, thema kitab Ayub dapat diringkaskan kedalam sebuah pertanyaan : \u201cMengapa Orang Benar Menderita?\u201d. Hari ini kita akan belajar tentang kitab Ayub.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin Anda akan berkata : \u201c Tunggu dulu\u2026.kemarin kita masih akan menuju pertengahan kitab Kejadian, mengapa hari ini langsung ke kitab Ayub?.\u00a0 Ini pertanyaan yang baik, karena saat ini kita sedang melakukan pendalaman Alkitab secara kronologis, bukan berdasar metode yang biasa, atau berdasar\u00a0 penggolongan kitab2 yang biasanya dicantumkan di Alkitab pada umumnya, di mana kitab Ayub biasanya diletakkan di bagian pertengahan Alkitab, setelah kitab-kitab syair : Mazmur, Amsal, Pengkhotbah dan Kidung Agung, sesuai dengan jenis kitab-kitab tersebut.\u00a0 Tetapi secara kronologis, kisah kehidupan Ayub terjadi di tahun yang hampir bersamaan dengan riwayat kehidupan nenek moyang orang Yahudi, seperti Abraham, Ishak dan Yakub.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa hal yang buruk terjadi kepada orang yang baik? Dimanakah Allah? Seringkali kita sulit mengerti apakah Allah peduli dan mau menolong kita di saat kesulitan terjadi, tetapi sesungguhnya Allah melihat semuanya dan peduli (Mazmur 139). Ada pertentangan antara Allah dan Iblis (penghulu malaikat yang berdosa dan si Ular Tua\u00a0 di Taman Eden), dan kadang-kadang Allah mengijinkan Iblis untuk menguji iman kita.\u00a0 Dalam kasus Ayub, Iblis bermaksud mengganggu kehidupan Ayub agar mengutuki Allah. Kita harus selalu ingat bahwa Iblis adalah musuh kita yang berjalan disekeliling kita, sama seperti singa yang mengaum dan siap menerkam yang lengah (I Petrus 5 :8). Adalah kehendak Allah untuk selalu memberkati Ayub karena kesalehannnya, tetapi Allah mengijinkan ujian terjadi dalam hidup Ayub, sama seperti tanah liat yang diuji melalui api pembakaran.\u00a0 Kadangkala Allah pun menempatkan kita ke dalam api ujian dan kesukaran hidup, agar kita dapat menjadi bejana Allah yang lebih baik, kuat dan indah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang harus kita lakukan ketika hidup kita menjadi pahit dan keras? Apakah kita bersungut-sungut dan mengutuki orang lain, atau malahan mengutuki Tuhan?\u00a0 Penderitaan adalah hal yang sulit.\u00a0 Saat kita mengalami penderitaan, seperti menggunakan kaca mata satu-arah,\u00a0 kita hanya bisa merasakan rasa sakit dari penderitaan tersebut. Apakah yang akan kita lakukan jika hidup kita diuji dengan berbagai \u2018api\u2019 kesulitan hidup?\u00a0 Istri Ayub, ketika diuji dengan kematian semua anaknya, kehilangan harta benda dan penghargaan dari orang lain, serta kondisi Ayub suaminya yang kehilangan kesehatan, kemudian menyarankan agar suaminya mengutuki Allah dan kemudian mati saja. Sebelum kita mulai menyalahkan istri Ayub atas sikapnya tersebut, lebih baik kita juga menyadari bahwa jika kita harus mengalami semua kejadian seperti Ayub tersebut, mungkin kita akan bertindak sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimanakah sikap Ayub menghadapi segala penderitaan tersebut? Dalam Ayub 1:21, dia berkata : \u201cDengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil,\u00a0\u00a0 terpujilah nama TUHAN!&#8221;\u00a0 Kemudian Ayub juga menegur istrinya dengan perkataan : \u201cEngkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk\u00a0 ?\u00a0 &#8221; Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.\u201d (Ayub 2 : 10). Untuk dapat meresponi dengan sikap seperti Ayub tersebut, tentu kita memerlukan hubungan pribadi yang sangat erat dengan Tuhan. Apakah kita telah memiliki hubungan seerat itu dengan Allah? Karena Allah pasti\u00a0 memberikan kekuatan bagi kita untuk menghadapi ujian hidup.\u00a0 Roh Kudus akan menjadi Penghibur dan Penasihat dalam hidup kita (Yoh.14 ; 16-17).\u00a0 Roh Kudus akan memberikan perspektif yang baru yang lebih baik, saat kita membaca Firman Allah.\u00a0 Allah adalah pribadi yang penuh kuasa dan melampaui segala akal pikiran manusia.\u00a0 Rencana Allah jauh lebih sempurna dibanding rencana manusia.\u00a0 Allah adalah tetap pribadi yang baik, bahkan saat keadaan disekitar kita berlawanan dengan yang kita inginkan.\u00a0 \u201cNantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!\u201d (Mazmur 27 : 14)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang kita lakukan ketika kita melihat orang lain mengalami musibah dan kesulitan hidup? Apakah kita langsung menyampaikan kata-kata seperti yang terdapat di kitab Roma 8:28? Meskipun tindakan tersebut merupakan ajaran yang baik, tetapi hal tersebut tidak selalu menjadi cara yang tepat; orang yang sedang menderita mungkin tidak akan dapat menangkap maksud dari ayat-ayat tersebut, terutama saat mereka sedang mengalami penderitaan ataupun kehilangan yang berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang harus dilakukan ketika melihat seorang yang baik, takut akan Allah dan bersikap benar, kemudian mengalami penderitaan?\u00a0 Teman-teman Ayub awalnya telah melakukan hal yang benar; mereka mengunjungi Ayub untuk menghiburnya. Selama tujuh hari berturut-turut mereka hanya berdiam diri dan duduk di samping Ayub. Kadang-kadang hal seperti inilah yang diperlukan orang yang sedang menderita; mereka hanya perlu orang yang mau duduk disamping mereka dan mendengar segala keluh kesah dan beban.\u00a0 Adalah hal yang baik untuk berada di sisi orang yang sedang menderita untuk menunjukkan rasa simpati kita, daripada kita hanya berasumsi dan kemudian memberi sekedar jawaban atas kasus yang dihadapi orang tersebut. Ayub merasa sangat menderita dan ingin mati. Ia mengutuki hari kelahirannya dan berharap bahwa ia tidak pernah dilahirkan. Orang dapat berkata macam-macam tentang penderitaannya, dan kita hanya perlu mendengar mereka berkeluh-kesah. Kita hanya perlu menemani mereka dan menunjukkan rasa simpati tanpa mengkritik apapun. Inilah persahabatan yang sejati. Lalu mengapa orang benar harus menderita? Meskipun kita dapat memberikan jawaban-jawaban secara theologis, namun tetap kita harus mengakui bahwa kita tidak tahu kehendak Allah atas kondisi tertentu dalam hidup seseorang. Marilah kita berhenti menghakimi orang lain dan lebih berfokus pada sikap-sikap yang bersimpati kepada orang yang sedang menderita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><u>Untuk Direnungkan dan Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul>\n<li>Mengapa orang benar menderita? Kita tidak tahu jalan pikiran Allah. Mungkin Allah mengijinkan penderitaan itu terjadi agar mereka menjadi orang-orang kristen yang lebih indah, lebih kuat. Rencana Allah jauh lebih tinggi dan mulia dibandingkan rencana manusia, dan hikmat Allah jauh di atas hikmat dunia. Kita hanya perlu percaya kepadaNya.<\/li>\n<li>Bagaimana respons kita ketika mengalami penderitaan? Makin mendekatlah kepada Allah untuk mendapatkan penghiburan yang kita perlukan. Bacalah FirmanNya untuk mendapatkan nasihat dan pengertian illahi.<\/li>\n<li>Bagaimana sikap kita dalam menanggapi penderitaan yang dialami orang lain? Bersimpatilah kepada mereka, jangan mengkritik atau menawarkan solusi yang terlalu cepat. Jadilah pendengar yang baik dan jangan menghakimi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><u>Pertanyaan Untuk Diskusi<\/u> :<\/p>\n<ul>\n<li>Menurut Anda, apakah Iblis mencobai manusia hanya melalui penderitaan? Bagaimana dengan penderitaan yang disebabkan oleh tindakan manusia itu sendiri? Bukankah dengan mengalami penderitaan, kita juga belajar sesuatu yang baik\/ berguna?\u00a0 Bagaimana dengan kekayaan atau keberhasilan hidup: apakah Iblis juga menggunakan hal-hal \u2018positif\u2019 ini untuk mencobai manusia? Diskusikanlah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><u>Ayat Hafalan Hari Ini<\/u> :<\/p>\n<ul>\n<li>Roma 12:15 \u201cBersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!\u201d<\/li>\n<li>Ayub 1:21 \u201ckatanya: &#8220;Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah\u00a0\u00a0 nama TUHAN!\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Ayub 1 &#8211; 3 (Kurun waktu : diperkirakan 2.324 \u2013 2.224 S.M.) (mengikuti masa hidup Abraham) \u00a0 \u00a0\u201cMengapa Orang Yang Baik dan Benar Menderita?\u201d download versi word file :\u00a0renungan-harian-tgl-5-januari Kehilangan\/ berpulangnya seorang bayi atau orang yang terkasih oleh kematian yang terlalu dini, kehilangan usaha, kehilangan tempat tinggal, memburuknya kesehatan, kehilangan rasa hormat&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-410","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=410"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":414,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/410\/revisions\/414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}