{"id":4005,"date":"2021-03-26T00:11:23","date_gmt":"2021-03-25T17:11:23","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=4005"},"modified":"2021-03-26T05:53:47","modified_gmt":"2021-03-25T22:53:47","slug":"srhi-26-mar-21-jawaban-atas-pertanyaan-siapakah-engkau-tuhan-kisah-para-rasul-91-7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/03\/26\/srhi-26-mar-21-jawaban-atas-pertanyaan-siapakah-engkau-tuhan-kisah-para-rasul-91-7\/","title":{"rendered":"SRHI 26 MAR 21 &#8211; JAWABAN ATAS PERTANYAAN \u201cSIAPAKAH ENGKAU TUHAN?\u201d (Kisah Para Rasul 9:1-7)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: &#8220;Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?&#8221; Jawab Saulus: &#8220;Siapakah Engkau, Tuhan?&#8221; Kata-Nya: &#8220;Akulah Yesus yang engkau aniaya itu&#8221;&#8221;<br \/>\n<cite> (Kisah Para Rasul 9: 3-5)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam judul renungan hari ini, terdapat pertanyaan: \u201c<em><u>Siapakah Engkau Tuhan<\/u><\/em>?\u201d\u00a0 Ini adalah salah satu pertanyaan yang terpenting dalam hidup setiap orang.\u00a0 Kalau kita salah dalam menemukan jawabannya, hal itu akan membawa akibat yang sangat fatal yaitu hukuman yang kekal.\u00a0 Sebaliknya apabila kita bisa menemukan jawaban yang benar dan memercayainya maka kita akan memperoleh hidup yang kekal.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPertanyaan di atas dipertanyakan oleh seorang yang bernama Saulus.\u00a0 Dia adalah seorang yang sedang memegang surat kuasa dari pemimpim agama Yahudi.\u00a0 Mereka memberi kuasa kepadanya untuk pergi kemana saja,\u00a0 menangkap dan memenjarakan bahkan membunuh setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus. \u00a0Dalam perjalanannya ke Damsik, ketika mendekati kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.\u00a0 Ia rebah ke tanah dan mendengar suatu suara yang bertanya kepadanya: &#8220;<em>Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?<\/em>&#8221; \u00a0Saulus menjawab dengan bertanya: &#8220;<em><u>Siapakah Engkau, Tuhan<\/u>?<\/em>&#8221; \u00a0Saulus menerima jawaban atas pertanyaan tersebut, katanya:<strong><em> \u201c<\/em><\/strong><strong><em><u>Akulah Yesus yang <\/u><\/em><\/strong><strong><em><u>eng<\/u><\/em><\/strong><strong><em><u>kau<\/u><\/em><\/strong> <strong><em><u>aniaya itu<\/u><\/em><\/strong><strong><em>\u201d<\/em><\/strong>.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSiapakah Yesus? \u00a0Yesus adalah Tuhan yang telah \u00a0menyatukan diri-Nya dengan setiap orang yang percaya kepada-Nya.\u00a0 Dia adalah Imam Besar yang kita \u2013 orang percaya \u2013 miliki.\u00a0 Dia bukanlah seperti \u201c<em>imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa<\/em>\u201d\u00a0(Ibrani 4: 15).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPertanyaan itu juga pernah diajukan oleh murid-murid Yesus ketika pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. \u00a0Ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. \u00a0Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.\u00a0 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: &#8220;Guru, Guru, kita binasa!&#8221; Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. \u00a0Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.\u00a0 Lalu kata-Nya kepada mereka: &#8220;Di manakah kepercayaanmu?&#8221; Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: <strong>&#8220;<em><u>Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya<\/u><\/em><u>?<\/u>&#8220;<\/strong> (Lukas 8:22-25).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSiapakah Yesus?\u00a0 Yesus adalah Tuhan yang Mahakuasa.\u00a0 Dia pencipta dan memilki kuasa memerintah atas alam semesta.\u00a0 Dia sanggup meredakan angin, \u00a0badai dan gelombang yang menggelora.\u00a0 Dia sanggup melindungi pengikut-pengikut-Nya \u00a0dan menjadikan hidup mereka menjadi teduh. \u00a0Yang perlu\u00a0 kita lakukan \u00a0adalah <u>percaya sepenuhnya kepada Yesus,<\/u> Tuhan kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSekali lagi, kita menemukan jawaban atas pertanyaan yang sangat penting itu dalam peristiwa penyaliban Tuhan Yesus, \u00a0yang ditulis oleh Rasul Matius: \u201c <em><sup>50<\/sup><\/em><em>Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.<\/em> <em><sup>51<\/sup><\/em><em>Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,\u00a0<\/em><em><sup>52<\/sup><\/em><em>dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.\u00a0<\/em><em><sup>53<\/sup><\/em><em>Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.\u00a0<\/em><em><sup>54<\/sup><\/em><em>Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata:<\/em> &#8220;<em><u>Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah<\/u><\/em>.&#8221; (Matius 27: 50-54)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSemula kepala pasukan serta prajurit-prajurit itu memperlakukan Yesus sebagai seorang terpidana yang harus disalibkan.\u00a0 \u00a0Mereka membiarkan orang memperlakukan Yesus dengan rasa tidak hormat.\u00a0 Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada Yesus.\u00a0 Mereka menganyam sebuah mahkota duri lalu memberi Yesus sebuah tongkat, \u00a0dan mereka berlutut di depan Yesus untuk mengolok-olok- Nya.\u00a0 Setelah menyalibkan Tuhan Yesus, prajurit-prajurit itu membagi-bagi pakaian-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTetapi ketika Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya, dan terjadi gempa bumi, dan kuburan-kuburan terbuka , kepala pasukan itu menjadi sanngat takut, lalu berkata: <strong>\u201c<em><u>Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah<\/u>\u201d<\/em><\/strong>. \u00a0\u00a0Ya benar,\u00a0 Yesus adalah Anak Allah \u00a0yang datang ke dunia ini, \u00a0mati di kayu salib menanggung dosa-dosa kita.\u00a0 Dia adalah Tuhan dan Juruselamat setiap orang yang percaya kepada-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari mempercayai Dia, sungguh-sungguh,\u00a0 mari memuliakan Dia !!<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET26032021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Pemberlakuan tilang elektronik pada beberapa provinsi di Indonesia kiranya mendorong masyarakat semakin tertib berlalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan;<\/li>\n<li>Program Kartu Prakerja 2021 dapat mendorong pemulihan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat selama pandemi COVID-19;<\/li>\n<li>Persiapan hati jemaat GBIK menyambut peringatan Jumat Agung dan perayaan Paskah;<\/li>\n<li>Kekuatan dan penghiburan bagi keluarga besar Alm. Ibu Titik Yerusa. Tuhan kiranya menolong seluruh rangkaian pemakaman dan ibadah penghiburan.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: &#8220;Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?&#8221; Jawab Saulus: &#8220;Siapakah Engkau, Tuhan?&#8221; Kata-Nya: &#8220;Akulah Yesus yang engkau aniaya itu&#8221;&#8221; (Kisah Para Rasul 9: 3-5) Dalam judul renungan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3128,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-4005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4005"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4010,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4005\/revisions\/4010"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3128"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}