{"id":3985,"date":"2021-03-20T00:32:37","date_gmt":"2021-03-19T17:32:37","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3985"},"modified":"2021-03-19T20:42:41","modified_gmt":"2021-03-19T13:42:41","slug":"srhi-20-mar-21-berjaga-jaga-dalam-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/03\/20\/srhi-20-mar-21-berjaga-jaga-dalam-keselamatan\/","title":{"rendered":"SRHI 20 MAR 21 &#8211; BERJAGA-JAGA DALAM KESELAMATAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.\u201d<br \/>\n<cite> (Yakobus 1:14)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDosa dapat memikat kita, bagaikan permen. Biasanya dimulai ketika kita mencoba satu kali, merasa enak, nikmat, maka kita berbuat kedua kalinya. Kita tau bahwa dengan mengonsumsi gula yang berlebihan akan mengakibatkan penyakit diabetes. Penyakit ini harus disembuhkan, bila tidak akan menggerogoti tubuh akhirnya sampai pada kematian. Untuk mengobatinya, diperlukan biaya yang tidak sedikit.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDemikian dengan orang yang jatuh dalam dosa; sedikit demi sedikit dan bertahap. Tidak ada orang yang mendadak jatuh ke dalam dosa. Seperti ilustrasi diatas, dosa masuk kedalam kehidupan seseorang disadari atau tanpa sadar.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda yang berdalih bahwa dia melakukan, karena situasi atau keadaan, cenderung menyalahkan orang lain bahkan berani menyalahkan Tuhan. Pada Kitab Kejadian pasal 3: 11-13, kita dapat mengetahui alasan manusia mula-mula ketika memakan buah terlarang. Ketika Firman Tuhan : &#8220;Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?&#8221; Manusia itu menjawab: &#8220;Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.&#8221;\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: &#8220;Apakah yang telah kauperbuat ini?&#8221; Jawab perempuan itu: &#8220;Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.&#8221;\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDosa disebabkan oleh pikiran kita sendiri yang dapat membuahkan keinginan-keinginan manusia dipicu oleh iblis yang menggoda manusia. Iblis selalu mencari celah untuk menggoda kelemahan seseorang dengan menggunakan situasi, orang lain, uang atau materi, dan jabatan. Pada saat godaan datang, keputusan dan pilihan ada pada kita sendiri. Apakah kita akan menerima hal-hal yang ditawarkan oleh iblis tersebut? Atau kita bersikap tegas untuk menolaknya? Kalau kita menerima dan terus terbuai apa yang ditawarkan iblis, maka keinginan-keinginan kita akan menjadi semakin kuat. Akhirnya kita terpikat dan terseret untuk mewujudkan keinginan-keinginan tersebut dan menghasilkan buah dosa. Kita akan menjadi hamba iblis.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSeperti kitab Yakobus katakan : Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya, bila dosa yang dilakukan itu sudah matang maka akan mengakibatkan maut atau kematian. Artinya dosa dilakukan berulang kali tanpa pertobatan. Maka sukacita yg diperoleh menjadi mati, pintu berkat menjadi tertutup.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nUntuk ini kita harus mengatasi godaan sejak awal, ketika harapan yang salah itu muncul. &#8220;Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. (Kolose 3:5).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKita teringat pada kisah Yudas Iskariot, bagaimana sesudah dia berbuat dosa, dia menyesal tetapi tidak bertobat. Dia memakai caranya sendiri dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Dia tidak bisa menikmati hidup di masa depannya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKisah Para Rasul 8:22 : Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini;\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nIngat nasihat Yesus kepada murid-murid Nya : Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.&#8221;<br \/>\n(Mat : 26:41).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(MS20032021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Hikmat bagi pemerintah dalam menyiapkan kebijakan libur mudik lebaran 2021 agar dapat menurunkan kasus covid dan dapat diterima masyarakat dengan baik;<\/li>\n<li>Rencana pembangunan sentra vaksinasi BUMN di Jawa Barat, Banten, Semarang dan Surabaya dapat berjalan dengan baik;<\/li>\n<li>Komitmen pribadi jemaat GBIK untuk bertumbuh dalam iman dan setia mengikuti jalan-jalanNya.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.\u201d (Yakobus 1:14) Dosa dapat memikat kita, bagaikan permen. Biasanya dimulai ketika kita mencoba satu kali, merasa enak, nikmat, maka kita berbuat kedua kalinya. Kita tau bahwa dengan mengonsumsi gula yang berlebihan akan mengakibatkan penyakit diabetes. Penyakit ini harus disembuhkan, bila tidak akan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3987,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3986,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3985\/revisions\/3986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3987"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}