{"id":3958,"date":"2021-03-13T00:12:36","date_gmt":"2021-03-12T17:12:36","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3958"},"modified":"2021-03-12T21:37:24","modified_gmt":"2021-03-12T14:37:24","slug":"srhi-13-mar-21-tuhan-menghukum-ketidaktaatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/03\/13\/srhi-13-mar-21-tuhan-menghukum-ketidaktaatan\/","title":{"rendered":"SRHI 13 MAR 21 &#8211; TUHAN MENGHUKUM KETIDAKTAATAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Tuhan membuang mezbah-Nya, meninggalkan tempat kudus-Nya, menyerahkan ke dalam tangan seteru tembok puri-purinya. Teriakan ramai mereka dalam Bait Allah seperti keramaian pada hari perayaan jemaah.\u201d<br \/>\n<cite> (Ratapan 2:7)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKitab Ratapan yang ditulis oleh Yeremia mengingatkan kepada kita penderitaan Yehuda dan kebinasaan Yerusalem karena dosa yang dibuat dengan pemberontakan yang terus menerus terhadap Allah. Kita dapat melihat dan merenungkan kehebatan akibat perbuatan dosa dan kepastian hukuman dari Allah. Dan juga pada kitab ini mengingatkan kepada kita karena belas kasihan dan kemurahan Allah, keselamatan tersedia bagi orang orang yang bertobat dari dosa dan berbalik kepada Allah. Sekarang mari melihat kehidupan kita pada jaman sekarang ini. Yesus telah datang menebus dosa-dosa kita bagi yang percaya kepada-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPengampunan adalah karunia pertama dan paling penting yang dapat kita terima dari Allah. Melalui pengampunan itu kita dipulihkan kepada Allah dan ditebus dari kebinasaan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nIni menyatakan kepada kita bahwa Allah tidak hanya mengampuni dosa kita, tapi juga menghapuskannya, sepenuhnya dari hadirat-Nya. Ini Tak diragukan lagi, ini merupakan konsep yang perlu kita pahami, sehingga tidak mudah bagi kita untuk merasa khawatir mengenai pengampunan kita, bukannya menerimanya saja. Kuncinya hanyalah dengan menyerahkan semua kekhawatiran dan perasaan bersalah kita; bersandar pada janji rahmat pengampunan-Nya. Dan kita mau dipimpin oleh Roh Kudus yang Yesus janjikan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSalah satu cara paling efektif Iblis untuk mempermainkan orang Kristen adalah berusaha meyakinkan kalau dosa-dosa kita tidak benar-benar diampuni, yang merupakan seteru bagi Firman Allah. Jika kita benar-benar menerima dan beriman percaya kepada Yesus sebagai Juru Selamat, tapi masih memiliki kekhawatiran mengenai ada tidaknya pengampunan yang sejati, artinya kita sedang diserang oleh Iblis.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nIblis tidak suka ketika orang-orang dibebaskan dari cengkeraman mereka. Iblis akan selalu mencoba untuk menanam benih keragu-raguan dalam pikiran kita mengenai realitas keselamatannya. Sebagai salah satu tipu daya Iblis , ia akan terus-menerus mengingatkan kita atas dosa masa lalu, yang ia gunakan untuk \u201cmembuktikan\u201d bahwa Allah tidak mungkin mengampuni atau memulihkan kita. Serangan Iblis ini merupakan tantangan nyata bagi orang Kristen untuk sepenuhnya bersandar pada janji Allah dan percaya pada kasih setia-Nya. Jangan kita lepaskan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPada kitab Ratapan pasal 2:7, Tuhan menolak mesbah-Nya sendiri, karena Ia membenci ibadah palsu umat-Nya. Tuhan mengijinkan Iblis seteru Allah untuk mencobai kita dan menyerahkan umat-Nya yang murtad kedalam tangan seteru agar mereka yang murtad dibinasakan. Demikian pula, pada masa sekarang ini, baik gereja maupun orang Kristen yang berbalik kepada dosa dan tidak jemu jemu dalam keduniawian akan diserahkan kepada Iblis. Cara hidup dengan jalan penuh dosa dari orang fasik akan mendatangkan pembalasan dan kebinasaan, atas semua orang yang meninggalkan Tuhan. Mari kita jangan meremehkan rahmat yang Tuhan berikan kepada kita. Kita percaya dan taat kepada Firman-Nya, agar umat Tuhan hidup dalam persekutuan yang berkenan kepada-Nya sampai Tuhan Yesus datang untuk kedua kali.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(MS13032021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Bersyukur Doa semalaman sudah terlaksana dengan baik;<\/li>\n<li>Mendoakan anugerah Tuhan bagi umat manusia , kiranya pandemik ini bisa selesai;<\/li>\n<li>Mendoakan anggota jemaat yang membutuhkan peralatan untuk mengikuti SM online , kiranya bisa di beri jalan keluar.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Tuhan membuang mezbah-Nya, meninggalkan tempat kudus-Nya, menyerahkan ke dalam tangan seteru tembok puri-purinya. Teriakan ramai mereka dalam Bait Allah seperti keramaian pada hari perayaan jemaah.\u201d (Ratapan 2:7) Kitab Ratapan yang ditulis oleh Yeremia mengingatkan kepada kita penderitaan Yehuda dan kebinasaan Yerusalem karena dosa yang dibuat dengan pemberontakan yang terus menerus terhadap Allah. Kita dapat melihat&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3219,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3958"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3961,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3958\/revisions\/3961"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}