{"id":3919,"date":"2021-03-04T00:16:06","date_gmt":"2021-03-03T17:16:06","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3919"},"modified":"2021-03-03T13:58:47","modified_gmt":"2021-03-03T06:58:47","slug":"srhi-4-mar-21-orang-sabar-pasti-mengampuni-lebih-sungguh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/03\/04\/srhi-4-mar-21-orang-sabar-pasti-mengampuni-lebih-sungguh\/","title":{"rendered":"SRHI 4 MAR 21 &#8211; ORANG SABAR PASTI MENGAMPUNI LEBIH SUNGGUH"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah demikian.\u201d<br \/>\n<cite> (Kol. 3:13)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAjaran Tuhan Yesus dalam \u201cDoa Bapa Kami\u201d (Luk. 11:1-4) menunjukkan bahwa memaafkan dan mengampuni orang lain adalah tuntutan kita sebagai orang Kristen. Namun demikian, selalu ada saja masalah yang terjadi ketika kita memaafkan dan mengampuni orang lain sehingga pengampunan kita belumlah tuntas, yaitu oleh karena kita tidak bisa sepenuhnya melupakan rasa sakit dalam hidup kita karena persoalan yang telah terjadi.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDemikian juga dalam Kolose 3:13 <em>\u201cSabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah demikian.\u201d<\/em> Itu berarti bahwa ketika kita mau mengampuni orang yang bersalah kepada kita memang sulit namun hal itu harus dilakukan. Itu sebabnya dibutuhkan kesabaran yang ekstra dalam hal mengampuni orang lain sehingga pengampunan kita tuntas seperti ketika Kristus mengampuni kita yang berdosa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSekarang mari kita melihat lebih dalam lagi makna firman Tuhan dari Kolose 3:13 ini sehingga kita benar-benar tahu mengapa kita sebagai orang Kristen harus melepaskan masa lalu dan mengampuni orang yang telah menyakiti kita<strong><em>. Pertama:<\/em><\/strong> Kita harus mengampuni orang lain yang menyakiti kita penuh dengan kesabaran oleh karena kita sudah mendapatkan pengampunan dari Tuhan Yesus Kristus secara tuntas seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 6:20a <em>\u201cSebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar \u2026..\u201d. <strong>Kedua:<\/strong> <\/em>Kita harus memaafkan dan mengampuni orang yang menyakiti kita secara tuntas supaya kita tidak dikendalikan oleh keinginan daging. Dan keinginan daging yang sering menguasai diri kita yang berkaitan dengan hal pengampunan adalah kebencian sehingga hal demikian itu akan menimbulkan kita lekas marah padahal di dalam Pengkhotbah 7:9 dikatakan: <em>\u201cJanganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh\u201d<\/em>. Jadi sebagai orang Kristen, hendaklah kita jangan dikuasai masa lalu dan jangan pula membiarkan kebencian menguasai kita, karena kebencian itu hanya akan membuat hidup dan batin kita sengsara. <strong><em>Ketiga:<\/em><\/strong> Kita harus rela memaafkan dan mengampuni orang lain yang menyakiti kita karena kita bisa saja jatuh dalam dosa dan memerlukan pengampunan orang lain yang pernah kita sakiti terlebih pengampunan Bapa kita yang di sorga seperti kata Tuhan Yesus dalam Matius 6:14-15 <em>\u201cKarena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak mengampuni kesalahanmu\u201d<\/em>.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi Saudara dalam Tuhan Yesus, marilah senantiasa kita mengingat bahwa selama kita masih hidup di dunia ini meskipun kita sudah menerima anugerah keselamatan dari Tuhan Yesus, kita bisa saja jatuh dalam dosa, kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja. Artinya, dalam hal tertentu bisa saja tanpa sadar kita menyadari menyakiti orang lain. Dan jika kita menyakiti orang lain, maka kita juga memerlukan pengampunan dari siapa saja yang telah kita sakiti. Itu sebabnya kita harus menjadi pribadi-pribadi yang rela mengampuni secara tuntas kepada orang lain supaya kita juga memperoleh pengampunan dari Bapa. Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP04032021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mendoakan para gembala sidang di gereja cabang GBIK serta yang melayani di BPW;<\/li>\n<li>Mendoakan untuk para anggota Persekutuan Naomi serta para Ibu Janda , terus kuat dalam Firman Tuhan dan menikmati pemeliharaan Tuhan Yesus;<\/li>\n<li>Mendoakan jemaat yang Duda, untuk kuat dalam Tuhan Yesus dan membawa kemuliaan bagi nama Kristus.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuatlah demikian.\u201d (Kol. 3:13) Ajaran Tuhan Yesus dalam \u201cDoa Bapa Kami\u201d (Luk. 11:1-4) menunjukkan bahwa memaafkan dan mengampuni orang lain adalah tuntutan kita sebagai orang Kristen. Namun demikian,&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3919"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3920,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3919\/revisions\/3920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}