{"id":3836,"date":"2021-02-11T00:17:45","date_gmt":"2021-02-10T17:17:45","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3836"},"modified":"2021-02-10T14:26:56","modified_gmt":"2021-02-10T07:26:56","slug":"srhi-11-feb-21-berdoalah-dengan-penuh-iman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/02\/11\/srhi-11-feb-21-berdoalah-dengan-penuh-iman\/","title":{"rendered":"SRHI 11 FEB 21 &#8211; BERDOALAH DENGAN PENUH IMAN"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.\u201d<br \/>\n<cite> (Yak. 1:6-7)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDi sebuah desa, ada seorang bapak yang rajin berdoa oleh karena ia mendengar khotbah pendetanya tentang seseorang yang memiliki iman sebesar biji sesawi bisa memindahkan gunung. Ia berdoa setiap waktu ada kesempatan berdoa untuk anaknya yang lama sakit supaya bisa sembuh. Namun, setelah minggu dilalui dan berbulan-bulan dilalui, anaknya yang sakit tidak terjadi apa-apa dan tidak kunjung sembuh. Lalu ia pun datang ke rumah pendetanya dan menceritakan persoalan ini kepada pendetanya. Akhir cerita, pendetanyapun sepakat berdoa dengan seorang bapak itu yang adalah jemaatnya. Mereka ke rumah bapak itu dan berdoa di depan anak itu. Ketika pendeta selesai berdoa dan mengucapkan kata \u201cAmin\u201d dan melihatnya anaknya tidak sembuh, lantas sang bapak, <em>\u201cBenarkan Pak Pendeta, dari awal saya sudah menduga bahwa sekalipun Bapak Pendeta yang berdoa hal itu tidak akan mungkin terjadi.\u201d <\/em>Dengan penuh keheranan, mengambil nafas panjang dan mengerutkan dahinya, Pendeta itu berkata kepada bapak itu, <em>\u201cBapak! Kalau Bapak saja tidak yakin dan percaya kepada Tuhan bagaimana mungkin itu terjadi?\u201d <\/em>lalu menunduklah sang bapakitu di hadapan Pendeta diam seribu bahasa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nCara pikir dan kehidupan bapak tersebut di atas hanya salah satu seorang dari sekian banyak orang Kristen yang katanya percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tetapi seringkali tidak memercayai bahwa Tuhan mau dan mampu menolongnya. Ya, memang tidak mudah untuk percaya di dalam situasi yang krisis, serba sulit, seperti ketika dialami oleh bangsa Samaria waktu itu yang dikepung oleh pasukan Aram (2 Raj. 6:8-33) harga pangan langsung melonjak tinggi dimana seperempat kab tahi merpati saja harganya lima syikal perak (2 Raj. 6:25). Bahkan saking sulitnya untuk hidup pada waktu itu, sampai terjadi kanibalisme. Raja pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelesaikan masalah besar ini, tetapi sayangnya, ia bukannya mengaku salah karena tidak bisa menyejahterakan rakyatnya malah menyalahkan Elisa dan berniat membunuhnya. Lebih parahnya lagi sang raja juga menyalahkan Tuhan atas krisis yang dialami oleh Samaria. Sikap dan tindakan raja ini berarti bahwa ia tidak memercayai bahwa Tuhan sanggup menolong mereka. Dan sebagai seorang nabi, Elisa harus meyakinkan raja bahwa krisis itu akan segera berakhir, sehingga harga pangan menurun dan terjangkau oleh rakyat. Tapi sayangnya, ketidakpercayaan itu kini juga mengalih kepada perwira yang menjdi ajudan raja dan perkataannya jelas menunjukkan ketidakpercayaannya kepada Tuhan, <em>\u201cSekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?\u201d (2 Raj. 7:1-2)<\/em>. Karena ketidakpercayaan itu, maka ia tidak menikmati berkat Tuhan dan bahkan ia akhirnya meninggal karena terinjak-injak oleh orang banyak (2 Raj. 7:17-18).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ingatlah, bahwa kepercayaan kita kepada Tuhan akan memengaruhi sikap hidup kita sekaligus hasil dari apa yang kita harapkan. Orang yang percaya akan menunjukkan sikap hormat kepada hamba-Nya, kepada Tuhan sendiri serta antusias di dalam kita berdoa. Tuhan tidak pernah tinggal diam, pada waktu yang tepat Ia pasti akan memenuhi apa yang kita harapkan. Dan kalau saat ini kita sedang terhimpit masalah, baik itu sakit penyakit, kesulitan uang dan ekonomi, atau persoalan-persoalan yang lainnya, jangan sekali-kali kita menyalahkan Tuhan. Teruslah berdoa serta percayalah dengan segenap hati bahwa Tuhan kita Yesus Kristus akan menunjukkan kasih dan kuasa-Nya! Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP11022021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Indonesia dalam meningkatkan ekonomi  kemasyarakatan dalam memberi pinjaman terhadap Kridit Usaha Rakyat dan Usaha Mikro Kecil Menengah dapat memulihkan Ekonomi Nasional tidak di salah gunakan;<\/li>\n<li>Doakan Gembala Sidang, Asisten GS, Para Diakon, Sekertaris dan karyawan GBIK dapat bekerja sama selaras harmonis untuk pekerjaan Tuhan dan dalam melayani jemaat GBIK;<\/li>\n<li>Doakan Ibu Surbakti,Ibu Yosetiyoso,Ibu Rustono kiranya Tuhan beri kesehatan, kebagaiaan dan peryertaan dalam keseharianya dapat menikmati berkat-berkat Tuhan.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.\u201d (Yak. 1:6-7) Di sebuah desa, ada seorang bapak yang rajin berdoa oleh karena ia mendengar khotbah pendetanya tentang seseorang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3739,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3836"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3840,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3836\/revisions\/3840"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}