{"id":3796,"date":"2021-02-02T00:33:02","date_gmt":"2021-02-01T17:33:02","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3796"},"modified":"2021-02-01T17:41:37","modified_gmt":"2021-02-01T10:41:37","slug":"srhi-2-feb-21-bermazmurlah-bagi-allah-sebab-itu-baik-dan-indah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/02\/02\/srhi-2-feb-21-bermazmurlah-bagi-allah-sebab-itu-baik-dan-indah\/","title":{"rendered":"SRHI 2 FEB 21 &#8211; BERMAZMURLAH BAGI ALLAH SEBAB ITU BAIK DAN INDAH"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.\u201d<br \/>\n<cite> (Mzm. 147:1)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSudah menjadi ciri hidup orang Kristen dan dikenal oleh dunia bahwa orang Kristen itu memiliki kebiasaan suka menyanyi. Kebiasaan itu muncul oleh karena dalam setiap persekutuan dan ibadah yang dilakukan selalu memuji-muji Tuhan melalui nyanyian. Namun hendaknya, memuji Tuhan itu bukan hanya dilakukan ketika bersekutu atau beribadah saja. Memuji Tuhan harus dilakukan kapan saja, dimana saja, dalam keadaan apapun dan bagaimanapun. Sebab seorang Kristen sejati tidak saja memuji Tuhan saat ia mengalami hal-hal yang membuatnya tersenyum dan bahagia tetapi juga yang membuatnya mencucurkan air mata dan dalam segala hal (1 Tes. 5:18). Mengapa? Karena jika hal ini dapat dilakukan, maka itu berarti memuji Tuhan telah menjadi kebiasaan atau gaya hidup kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari pernyataan di atas mungkin kita bisa berdebat dalam diri atau pikiran kita sendiri terhadap hal itu. Bagaimana mungkin dalam situasi yang tidak menyukakan hati kita bisa dan harus tetap memuji Tuhan? Jawabannya adalah kita harus memercayai firman Tuhan dalam Roma 8:28 yang mengatakan bahwa segala sesuatu bekerja bersama untuk mendatangkan kebaikan, maka memuji Tuhan hendaknya menjadi kebiasaan atau gaya hidup kita. Sebagai orang Kristen harus mengingat dan memerhatikan baik-baik hal berikut ini, bahwa kesulitan-kesulitan bagi orang Kristen hanyalah sebagai mukjizat yang belum terjadi. Jadi, jika kita berkata bahwa kita akan memuji Tuhan setelah mukjizat terjadi, maka hal itu membuktikan bahwa kita bukan orang beriman. Karena iman mengandung arti bahwa Tuhan akan bertindak dan bahkan Tuhan telah bertindak. Jadi jika kita dianjurkan Tuhan supaya senantiasa percaya, maka kita harus senantiasa memuji dan memasyhurkan Dia juga, karena iman yang sempurna melenyapkan segala kekuatiran dan mengisi diri kita dengan perasaan-perasaan yang baik dan sesuatu yang berarti.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMemashyurkan dan memuji Tuhan dapat dilakukan dengan hal yang paling sederhana tetapi penuh makna, yaitu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas hal-hal yang dapat kita pelajari dalam keadaan buruk sekalipun. Sekarang kita lihat diri kita masing-masing, apakah ketika kita menghadapi persoalan, kita hanya bertahan saja atau kita dapat memakainya sebagai batu loncatan untuk memuji Tuhan yang mendatangkan kuasa dan mukjizat Tuhan? Alkitab menceritakan kepada kita bahwa Tuhan dapat memakai hal-hal yang buruk untuk menghadirkan sesuatu yang baik, yang lebih besar dari keburukan itu sendiri. Dan jika Tuhan membiarkan kesulitan mengelilingi kita, maka itu berarti Tuhan sedang mempersiapkan kita untuk melewati kesulitan itu dan mencapai kemenangan seperti peristiwa yang dialami oleh Daud, dimana Daud dibiarkan berhadapan bahkan menyambut singa dan beruang yang harus dikalahkannya untuk membuat dirinya sanggup melawan dan mengalahkan Goliad (1 Sam. 17:34-36).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi, mari kita selayaknya sebagai orang Kristen menjadikan pujian dan penyembahan kepada Allah menjadi gaya hidup kita, apapun keadaan kita. Karena dengan memuji Tuhan akan menghadirkan kuasa-Nya seperti yang terjadi pada masa Yosua memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian. Dengan pujian tembok Yerikho roboh. Dengan pujian pula, pintu penjara Filipi terbuka, sehingga Paulus dan Silas dibebaskan. Amin, Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP02022021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Pemerintah Indonesia dalam rangka vaksinasi Tenaga Kesehatan seluruh Indonesia berjalan lancar dan berdampak baik untuk para Tenaga Kesehatan dan dapat segera menolong pasien yang di rawat karena terpapar virus Corona;<\/li>\n<li>Doakan GBIK tetap dapat memelihara iman Jemaat semakin dewasa bertumbuh berbuah di saat masa sulit seperti sekarang ini acara yang diselenggarakan melalui online dan offline menjadi berkat dan menghidupi seluruh jemaat GBIK;<\/li>\n<li>Doakan Jemaat GBIK tetap setia dlm situasi kondisi saat ini tetap dapat menikmati mensyukuri tetap bersandar akan kuat kuasa Tuhan Yesus.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Haleluya! Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji itu.\u201d (Mzm. 147:1) Sudah menjadi ciri hidup orang Kristen dan dikenal oleh dunia bahwa orang Kristen itu memiliki kebiasaan suka menyanyi. Kebiasaan itu muncul oleh karena dalam setiap persekutuan dan ibadah yang dilakukan selalu memuji-muji Tuhan melalui nyanyian. Namun hendaknya, memuji Tuhan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3799,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3796","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3796"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3796\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3798,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3796\/revisions\/3798"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}