{"id":3779,"date":"2021-01-29T00:16:50","date_gmt":"2021-01-28T17:16:50","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3779"},"modified":"2021-01-28T17:09:27","modified_gmt":"2021-01-28T10:09:27","slug":"srhi-29-jan-21-mengapa-allah-sanggup-menjadi-penolong-mazmur-62","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2021\/01\/29\/srhi-29-jan-21-mengapa-allah-sanggup-menjadi-penolong-mazmur-62\/","title":{"rendered":"SRHI 29 JAN 21 &#8211; MENGAPA ALLAH SANGGUP MENJADI PENOLONG (Mazmur 62)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.\u201d<br \/>\n<cite> (Mazmur 62:2-3)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTema renungan gereja kita minggu ini adalah: Allah Sanggup Menjadi Penolong Dalam Kesesakan. \u00a0Tema ini sangat menarik.\u00a0 Semua orang pasti memerlukan pertolongan pada saat menghadapi kesesakan.\u00a0 Kesesakan berarti antara lain: kesulitan, kesukaran atau kekurangan. \u00a0Orang yang diharapkan dapat memberi pertolongan adalah orang yang mempunyai daya atau kuasa, kapasitas yang melebihi dari orang yang memerlukan pertolongan itu.\u00a0 Pribadi yang mampu memberikan pertolongan itu adalah Allah.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMengapa Allah sanggup menjadi penolong kita?\u00a0 Dalam Mazmur 62 (baik sekali bila Anda bisa membaca seluruh Mazmur 62 ini) Raja Daud memberikan kesaksiannya mengapa Allah sanggup menjadi penolong yang dapat diandalkan. \u00a0Raja Daud menghadapi orang-orang yang berusaha menjatuhkan dia dari kedudukannya. \u00a0Musuh-musuhnya memperlakukan dia seperti tembok yang hampir roboh.\u00a0 Mereka adalah pendusta. \u00a0Mulut mereka memberkati tetapi hati mereka mengutuk.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam kehidupannya, Daud seringkali diperlakukan tidak adil. \u00a0Pada masa remajanya,\u00a0 orang tuanya tidak memperhitungkan dia.\u00a0 Kakak-kakaknya menganggap dia hanya cocok menjadi gembala dan bukan sebagai prajurit.\u00a0 Walaupun dia telah diurapi menjadi pengganti raja Saul,\u00a0 tetapi dia dikejar-kejar oleh Saul yang bermaksud membunuhnya.\u00a0 Bahkan anaknya sendiri, Absalom berusaha untuk merampas kerajaan sang Ayah. \u00a0Dalam kesulitan yang bertubi-tubi menerpa hidupnya, Daud mengalami bahwa hanya dekat Allah dia bisa merasa tenang.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Mazmur 62 ini Daud menyebutkan beberapa\u00a0 alasan mengapa Allah sanggup menolongnya.\u00a0 Daud berkata:\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Allah adalah <em>\u201ckeselamatanku\u201d<\/em> (2a; 3a; 7a; 8a). Dialah yang telah menyelamatkan Daud dari binatang buas ketika menggembalakan domba-dombanya. Dialah yang menyelamatkan Daud dari musuh-musuhnya.<\/li>\n<li>Allah adalah <em>\u201cgunung batuku\u201d <\/em>(3a; 6; 7). Ketika raja Saul mengejar-ngejar Daud untuk membunuhnya, Daud mencari tempat bersembunyi untuk berlindung. \u00a0Dan Daud bersembunyi di dalam gua batu.<\/li>\n<li>Allah adalah <em>\u201cPemberi ketenangan\u201d <\/em>(2; 6). Lihat pernyataan Daud dalam Mazmur 23: 2-3: <em>\u201c<\/em><em>Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;\u00a0<\/em><em>Ia menyegarkan jiwaku.<\/em> <em>\u00a0Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya<\/em>.<\/li>\n<li>Allah adalah <em>\u201cHarapanku\u201d<\/em> (6 b). Ketika Saul dan prajuritnya berikhtiar membunuh Daud, mereka berbanyak orang sementara Daud hanya sendiri. Satu-satunya Pribadi yang bisa menolongnya hanyalah Allah.\u00a0 Kepada Allah-lah Daud mengharapkan pertolongan.\u00a0 Dan Daud tidak kecewa,\u00a0 Allah memang menolongnya.<\/li>\n<li>Allah adalah <em>\u201cKemuliaanku\u201d<\/em> (8 b). Bagi Daud, Allah-lah \u00a0yang memberikan kepadanya kemuliaan sehingga mendudukkannya diatas kursi kerajaan, Allah yang menjadikan Daud menjadi raja yang paling berhasil memimpin bangsa Israel. (Bacalah Pujian pengagungan raja Daud kepada Allah yang telah menentukan Daud menjadi raja: ( 2 Samuel 7: 18- 29.)<\/li>\n<li>Allah adalah <em>\u201cPerlindunganku\u201d<\/em> (8; 9). Daud sudah benar-benar mengalami bagaimana Allah melindunginya, jadi dengan mantap Daud berkata: \u201c<em>tempat perlindunganku ialah Allah<\/em>\u201d. Kepada siapakah kita berlindung?\u00a0 Allah dapat menjadi tempat perlindungan kita (Mazmur 62:9).<\/li>\n<li>Allah adalah <em>\u201csumber kuasa\u201d <\/em>(12) Daud mengakui bahwa segala kuasa yang dia miliki berasal dari Allah<\/li>\n<li>Allah adalah <em>\u201cKota bentengku\u201d <\/em>(6: 3, 7) sebagai seorang raja yang berperang untuk melawan musuh-musuhnya, Daud meyakini bahwa Allah jugalah yang melindungi dia sebagai kota yang berbenteng kokoh, tidak bisa ditembus musuh.<\/li>\n<li><em>\u201cdaripada-Nyalah kasih setia\u201d<\/em> (13). Sejak muda Daud telah mengalami pertolongan Tuhan, dalam melindungi hewan gembalaannya dari binatang buas, dalam mengalahkan Goliat yang menghina Allah Israel. Dari sejak muda Daud hidup dekat Tuhan, selalu bersandar kepada Tuhan dan taat kepada Tuhan.\u00a0 Ketika kemudian Daud menjadi raja dan kerajaannya kuat dan kokoh atas pertolongan Tuhan, Daud memuji Tuhan bahwa IA adalah Allah yang setia memberkati dan mengasihi umat\/anak-anak-Nya: \u201c<em>Dari pada-Mu juga kasih-setia ya Tuhan<\/em>\u201d.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKalau kita memerhatikan segala yang diucapkan oleh Daud, maka tidak ada pribadi manapun yang pernah ada, \u00a0yang sekarang ada bahkan yang akan datang, \u00a0yang mempunyai kemampuan sama seperti Allah.\u00a0 Karena itu Daud menasihati: Janganlah percaya kepada keinginan yang tidak berkenan kepada Allah misalnya korupsi, (Mazmur 62:11): \u201c<em>Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padany<\/em><em>a <\/em>\u201c.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPercayalah kepada DIA karena hanya Dialah yang sanggup memberikan pertolongan yang sejati : \u201c<em>Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya<\/em>\u201d,\u00a0(12)<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET29012021)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mendoakan semua perkesekutuan orang yang percaya kepada Yesus di NKRI tetap terjaga dan saling menguatkan khususnya persekutuan yang ada di GBIK dan jemaatnya baik yang diselenggarakan oleh gereja maupun pribadi atau keluarga;<\/li>\n<li>Mendoakan nilai-nilai luhur NKRI yang ada sejak dahulu tetap terjaga ditambah dengan hukum kasih yang diajarkan Tuhan Yesus dimana jemaat menjadi agen dari hukum kasih itu sendiri menjaga keutuhan NKRI;<\/li>\n<li>Mendoakan para lansia, untuk tetap produktif dan terjaga imannya melalui persekutuan yang ada, semangat dalam menjalani hidup dan menjadi berkat buat sekelilingnya.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.\u201d (Mazmur 62:2-3) Tema renungan gereja kita minggu ini adalah: Allah Sanggup Menjadi Penolong Dalam Kesesakan. \u00a0Tema ini sangat menarik.\u00a0 Semua orang pasti memerlukan pertolongan pada saat menghadapi kesesakan.\u00a0 Kesesakan berarti antara lain: kesulitan, kesukaran&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3779","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3779"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3785,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3779\/revisions\/3785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}