{"id":3615,"date":"2020-12-24T00:21:49","date_gmt":"2020-12-23T17:21:49","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3615"},"modified":"2020-12-24T05:46:56","modified_gmt":"2020-12-23T22:46:56","slug":"srhi-24-des-20-yesus-kristus-sebagai-bapa-yang-kekal-karena-kasihnya-adalah-kasih-seorang-bapa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/12\/24\/srhi-24-des-20-yesus-kristus-sebagai-bapa-yang-kekal-karena-kasihnya-adalah-kasih-seorang-bapa\/","title":{"rendered":"SRHI 24 DES 20 &#8211; YESUS KRISTUS SEBAGAI BAPA YANG KEKAL  KARENA KASIHNYA ADALAH KASIH SEORANG BAPA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>&#8220;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d<br \/>\n<cite> (Yoh. 3:16)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nFirman Tuhan di atas merupakan ayat emas dan sukacita setiap orang kristen. Dan seharusnya ayat ini juga menjadi ayat emas dan sukacita untuk semua orang yang ada di planet bumi ini. Mengapa? Oleh karena ayat firman Tuhan tersebut menunjukkan bahwa Allah kita, Allah yang disembah oleh Bapa Abraham, Ishak, Yakub serta Allah yang menyatakan diri dalam rupa manusia (Yesus Kristus) adalah Allah yang sangat mengasihi dunia ini sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Kasih Allah kita ini jelas lebih tinggi dari langit, lebih dalam dari lautan, dan lebih luas dari samudera (Efs. 3:18). Itu berarti tidak ada kasih manapun yang dapat menandingi kasih Allah kita, Yesus Kristus. Meskipun demikian, kasih Allah yang tidak terukur itu dapat digambarkan dalam lima bentuk untuk memudahkan kita memahami-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Kasih Allah adalah kasih seorang Bapa. <\/strong>Kepada nabi Maleakhi, Allah menyuruh memanggil-Nya Bapa (Mal. 1:6). Dalam doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya, Ia menyuruh kita memanggil Allah sebagai Bapa (Mat. 6:9). Dan sebagai Bapa, dengan kasih-Nya, Ia memelihara kita (Yoh. 17:11), memberikan apa yang terbaik kepada kita (Mat. 7:11), dan mengajar sesuatu kepada kita (Why. 3:19, Ams. 3:12).<\/li>\n<li><strong>Kasih Allah adalah kasih seorang ibu. <\/strong>Walaupun Allah selalu digambarkan dalam figur seorang laki-laki, namun perangai yang Ia lakukan pada kita adalah perangai dan kasih sayang seorang ibu. Kepada nabi Yesaya, Ia mengatakan bahwa kasih-Nya melebihi seorang ibu (Yes. 49:15) dan naungan pemeliharaan-Nya terhadap umat-Nya seperti seorang ibu terhadap anak-anaknya (Mat. 23:37).<\/li>\n<li><strong>Kasih Allah adalah kasih seorang mempelai laki-laki. <\/strong>Gereja adalah mempelai perempuan dan Yesus Kristus adalah mempelai laki-laki (Yoh. 3:29). Kasih Tuhan Yesus Kristus kepada gereja-Nya ibarat seorang mempelai laki-laki mengasihi istrinya (Efs. 5:28-29).<\/li>\n<li><strong>Kasih Allah adalah kasih seorang sahabat. <\/strong>Tuhan Yesus tidak lagi memanggil kita hamba tetapi sahabat (Yoh. 15:15). Dan sebagai sahabat, Ia mengasihi kita setiap saat (Ams. 17:17), memperlakukan kita melebihi seorang saudara (Ams. 18:24), dan memberikan semua yang Ia miliki (Yoh. 15:13).<\/li>\n<li><strong>Kasih Allah adalah kasih seorang Gembala. <\/strong>Allah menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala (Yeh. 34:11-12), Tuhan Yesus menyebut diri-Nya sebagai Gembala yang baik (Yoh. 10:11), dan banyak umat Tuhan merasakan kasih dan pemeliharaan Allah sebagai seorang Gembala, karena dengan kasih-Nya sebagai seorang Gembala, Ia meluputkan kita dari marabahaya (Amos. 3:12), Ia menyatukan kita (Yoh. 10:16), Ia memelihara nyawa kita (1 Ptr. 2:25), Ia memenuhi segala keperluan kita (Mzm. 23:2), Ia menyegarkan kita dengan rahmat-Nya (Mzm. 23:3), Ia menyertai dan menghibur kita (Mzm. 23:4), dan memberikan apa saja yang kita perlukan bahkan nyawa-Nya (Yoh. 10:11).<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah menutupi segala pelanggaran dosa kita (Ams. 10:12), kasih Allah menebus kita (Yes. 63:9), kasih Allah memperbaharui kita (Zef. 3:17), kasih Allah menyelamatkan kita (Yoh. 3:16), dan kasih Allah terikat pada kita (Rm. 8:39). Oleh karena itu, mari kita sebagai orang Kristen supaya tetap hidup di dalamnya (Efs. 5:2), dan setiap orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus teruslah mengejar dan mencarinya (1 Kor. 14:1) serta hidup di dalamnya (Efs. 5:2) karena kasih Allah itu ibarat barang yang mahal dan harus ditanggapi oleh setiap orang jika kita ingin diberkati sepanjang masa. Amin, selamat menyambut dan memperingati, dan merenungkan Natal 2020, Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP24122020)<\/font><\/em><\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Pemerintah Indonesia dalam hal ini pergantian Mentri Indonesia Maju  berjalan lancar aman tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan dapat membantu Presiden bekerja dengan baik tanggung jawab tidak kuropsi;<\/li>\n<li>Doakan GBIK tetap dapat menjalankan program nya sesuai Visi Misi sehingga dapat memenangkan jiwa-jiwa baru yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai juru selamatnya;<\/li>\n<li>Doakan Jemaat GBIK yang sedang dalam pergumulan hidup akan kebutuhan pangan sandang dan papan Tuhan topang dan berhasil sesuai kehendakNya.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\u201d (Yoh. 3:16) Firman Tuhan di atas merupakan ayat emas dan sukacita setiap orang kristen. Dan seharusnya ayat ini juga menjadi ayat emas dan sukacita untuk semua orang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3618,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3615"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3615\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3622,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3615\/revisions\/3622"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}