{"id":3415,"date":"2020-11-13T23:59:20","date_gmt":"2020-11-13T16:59:20","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3415"},"modified":"2020-11-14T00:00:27","modified_gmt":"2020-11-13T17:00:27","slug":"srhi-13-nov-20-lambang-lambang-yang-dipakai-allah-untuk-firman-nya-yohanes-11-14","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/11\/13\/srhi-13-nov-20-lambang-lambang-yang-dipakai-allah-untuk-firman-nya-yohanes-11-14\/","title":{"rendered":"SRHI 13 NOV 20 &#8211; LAMBANG-LAMBANG YANG DIPAKAI ALLAH UNTUK FIRMAN-NYA (Yohanes 1:1-14)"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cPada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.\u201d<br \/>\n<cite> (Yohanes 1:1-2)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKita patut mengucap syukur kepada Allah,\u00a0 karena Allah yang kita kenal dan percayai adalah Allah yang komunikatif. \u00a0Sejak Allah menciptakan manusia,\u00a0 Allah selalu berusaha berkomunikasi dengan manusia ciptaan-Nya.\u00a0 Ketika manusia jatuh ke dalam dosa,\u00a0 Allah datang mencari dan memanggil manusia : &#8220;<em>Di manakah engkau<\/em>?&#8221;\u00a0(Kejadian 3:9).\u00a0 Penulis Surat Ibrani menyatakan: <strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi<\/em><\/strong><strong><em>&#8211;<\/em><\/strong><strong><em>nabi,<\/em><\/strong> <strong><em>maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta<\/em><\/strong><strong><em>\u201d<\/em><\/strong> (Ibrani 1:1-2). <strong><em>\u00a0<\/em><\/strong>Yesus Kristus adalah Firman yang datang untuk berbicara kepada manusia<strong><em>.<\/em> <\/strong>\u00a0Sedemikian rindunya Allah berkomunikasi kepada manusia sehingga dalam Alkitab kita menemukan beberapa lambang yang menyatakan betapa pentingnya firman Allah kepada manusia.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam \u00a0Surat Ibrani, firman Allah digambarkan sebagai pedang yang bermata dua: \u00a0<strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita<\/em><\/strong><strong><em>\u201d <\/em><\/strong>(Ibrani 4:12).\u00a0 Mari kita perhatikan mengapa firman Allah itu sangat penting dalam seluruh segi kehidupan kita.\u00a0 Firman Allah sangat penting sebab firman Allah itu \u201c<em>hidup dan kuat\u201d<\/em> (istilah <em>kuat<\/em> dalam bahasa Inggris: <em>powerful<\/em>) serta lebih tajam dari pedang bermata dua.<strong><em>\u00a0<\/em><\/strong>Mengapa firman Allah itu kuat\/berkuasa?\u00a0 Karena Yesus Kristus adalah Firman.\u00a0 Dia adalah Allah yang Mahakuasa, memberi kita hidup yang kekal. \u00a0Karena itu Firman Allah mampu dan mempunyai kuasa untuk menuntun kita ke dalam kehidupan yang kudus. \u00a0Dia adalah Allah yang Mahatahu.\u00a0 Dia mengenal segala isi hati kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam Yeremia 23:29 kita menemukan lambang lain tentang firman Allah, yaitu seperti api dan palu: <strong>\u201c<\/strong><strong><em>Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?<\/em><\/strong><strong><em>\u201d<\/em><\/strong> \u00a0Dua lambang yang sungguh luar biasa.\u00a0 Kita semua tahu api dan palu.\u00a0 Mengapa Tuhan berkata bahwa firman-Nya seperti api?\u00a0 Kita faham bahwa api berfungsi membakar dan juga membersihkan. \u00a0Di tempat peleburan logam, orang memakai api untuk membersihkan dan memurnikan logam.\u00a0 Jadi firman Tuhan itu berfungsi untuk memurnikan hidup kita.\u00a0 Firman Tuhan menunjukkan kepada kita mana yang benar dan mana yang salah.\u00a0 Mana yang dikehendaki Allah dan mana yang tidak berkenan kepada-Nya, sehingga hidup kita dijauhkan dari berbuat dosa.\u00a0 Kemudian mengapa firman Tuhan seperti palu?\u00a0 Palu yang digambarkan oleh Alkitab di sini bukan palu yang kecil tetapi palu yang dipakai untuk menghancurkan batu atau biasa disebut <em>godam\/martil.<\/em>\u00a0 Firman Tuhan dapat menghancurkan hati yang keras bertahan dalam dosa dan kejahatan.\u00a0 Firman Tuhan juga dapat menghancurkan hati yang semula keras menolak Yesus sebagai Tuhan dan Juru-selamat.\u00a0 Melalui pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan berkesinambungan, dengan kuasa Roh Kudus, hati seseorang akhirnya runtuh dan terbuka untuk menerima Kristus sebagai Tuhan.\u00a0 Dalam Mazmur 119:9 tertulis: <strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.<\/em><\/strong><strong><em>\u201d<\/em><\/strong>\u00a0 Demikian juga dalam Roma 10:17: <strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.<\/em><\/strong><strong><em>\u201d<\/em><\/strong>\u00a0 Mungkin kita semua punya pengalaman menggunakan palu untuk memasukkan paku kedalam tembok atau papan.\u00a0 Dengan memukulkan palu pada paku itu berkali-kali akhirnya paku itu dapat masuk ke dalam tembok atau papan yang keras.\u00a0 Seperti itulah juga ketika kita terus memberitakan atau membaca firman Tuhan. \u00a0Lama kelamaan firman Tuhan itu akan tertanam dalam hati kita.<strong>\u00a0<\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSatu ilustrasi lagi yang dipakai untuk firman Tuhan adalah: firman sebagai <strong>cermin<\/strong> :\u00a0 \u201c<strong><em>Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin<\/em><\/strong><strong><em>\u201d<\/em><\/strong> (Yakobus 1:23)<strong>.<\/strong>\u00a0 Kita semua tahu kegunaan cermin.\u00a0 Setiap hari kita perlu berdiri sejenak di hadapan cermin.\u00a0 Gunanya adalah untuk memeriksa\/ melihat keadaan wajah atau bagian dari tubuh kita.<strong><em>\u00a0<\/em><\/strong>Melalui cermin kita bisa melihat apakah wajah kita bersih, dandanan kita baik dan pakaian kita rapi.\u00a0 Demikianlah firman Tuhan menolong kita memeriksa apakah hidup kita benar dan baik di hadapan Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMasih ada beberapa lagi ilustrasi yang dipakai Allah untuk meyatakan fungsi Alkitab sebagai firman Allah. \u00a0Mungkin pada lain kesempatan kita membicarakannya lagi.\u00a0 Yang penting sekarang ialah mari terus membaca dan merenungkan\/mempelajari firman Tuhan agar kita semakin mengenal Allah dan rencana-Nya bagi hidup kita.\u00a0 Juga agar kita bisa terus memeriksa keadaan hidup kita, semakin sesuaikah dengan kehendak Allah?<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(JET13112020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Hikmat dan kemampuan bagi Pemerintah\/aparat penegak hukum (kepolisian, TNI dan unsur lain) dalam menghadapi berbagai demonstrasi; kiranya masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak bertindak anarkis;<\/li>\n<li>Kondisi masyarakat sekitar Merapi dan para pengungsi kiranya tetap dalam kondisi sehat, dijauhkan dari marabahaya;<\/li>\n<li>Pertolongan Tuhan bagi setiap jemaat agar rindu dan mampu menjaga kekudusan serta terus membangun relasi pribadi dengan Allah.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cPada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.\u201d (Yohanes 1:1-2) Kita patut mengucap syukur kepada Allah,\u00a0 karena Allah yang kita kenal dan percayai adalah Allah yang komunikatif. \u00a0Sejak Allah menciptakan manusia,\u00a0 Allah selalu berusaha berkomunikasi dengan manusia ciptaan-Nya.\u00a0 Ketika manusia jatuh ke dalam&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3417,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3415","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3415","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3415"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3415\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3416,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3415\/revisions\/3416"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3415"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3415"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3415"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}