{"id":3370,"date":"2020-11-03T00:15:09","date_gmt":"2020-11-02T17:15:09","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3370"},"modified":"2020-11-02T16:50:36","modified_gmt":"2020-11-02T09:50:36","slug":"srhi-3-nov-20-mengumpulkan-manna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/11\/03\/srhi-3-nov-20-mengumpulkan-manna\/","title":{"rendered":"SRHI 3 NOV 20 &#8211; MENGUMPULKAN MANNA"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cLalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukumKu atau tidak.\u201d<br \/>\n<cite> (Keluaran 16:4)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nCepat atau lambat semua manusia akan mati. Namun setelah kematian manusia itu akan seperti apa dan kemana, ditentukan oleh pendapat atau keyakinan khas yang diimani oleh manusia itu sendiri. <u>Pendapat yang pertama<\/u> yaitu bahwa manusia setelah mati tidak akan bangkit dan hidup lagi. Pendapat seperti ini dipahami dan diyakini oleh <em>Golongan Materialistis<\/em> (orang yang pusat hidupnya hanya pada hal-hal serba materi yang beranggapan bahwa hidup manusia itu hanya terdiri dari daging, tulang, darah, urat serta apa yang terjadi dan kemana setelah mati mereka tidak tahu); <em>Golongan Epicurian<\/em> (orang yang mengutamakan kesenangan lahiriah, dimana mereka hidup hanya untuk menikmati kepuasan saja misalnya makan, minum, kawin, dan dikawinkan); serta <em>Golongan Atheis<\/em> (orang yang tidak percaya adanya Tuhan dan mereka berkata bahwa manusia itu hidup, bekerja, kuatir, bersukacita, berkarya lalu mati dan habislah hidup manusia). Dari sekilas pemaparan di atas sangatlah jelas bahwa mereka itu tidak percaya yang namanya kehidupan kekal, baik itu kekekalan di sorga ataupun di neraka (Yes. 22:13; 1 Kor. 15:32; Ayb. 14:14a). Sedangkan <u>pendapat yang kedua<\/u>, yaitu golongan orang yang percaya bahwa orang mati akan bangkit dan hidup lagi.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDari dua pendapat, pemahaman atau keyakinan di atas tentu akan mempengaruhi setiap kehidupan manusia termasuk orang Kristen, oleh karena itu sebagai orang Kristen harus benar-benar belajar dan memahami firman Tuhan supaya kehidupan kita sebagai orang Kristen tidak terpengaruh dan menjadi buruk selama masih hidup di dunia ini. Adapun hal buruk yang dimaksudkan disini adalah, <em><u>pertama<\/u><\/em>: Jangan sampai sebagai orang Kristen seperti golongan orang yang percaya bahwa setelah kematian manusia tidak akan bangkit dan hidup lagi sehingga membuat kita bisa bekerja secara ekstra untuk mencari hal-hal materi dan kepuasan lahiriah tanpa memikirkan perkara-perkara rohani dan mengabaikan kehidupan kekal. <em><u>Dan yang kedua<\/u><\/em> adalah jangan sampai kita sebagai orang Kristen seperti golongan orang yang percaya bahwa setelah kematian manusia akan ada kebangkitan dan kekekalan, namun karena pemahaman yang hanya sebatas demikian itu maka seseorang bisa saja hidup bermalas-malasan atau tidak mau bekerja karena merasa bahwa materi itu tidak perlu karena manusia lahir itu tidak membawa apa-apa dan matipun juga tidak membawa apa-apa, maka yang penting menurutnya adalah mencari perkara-perkara rohani saja selama masih di dunia supaya mengalami kehidupan kekal di sorga setelah kematian.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nNah, sekarang bagaimana kita sebagai orang Kristen yang benar dengan melihat pemahaman beberapa golongan di atas dan berkaca dari ayat bacaan firman Tuhan di atas bertalian dengan mengumpulkan manna? Kalau kita mau memperhatikan dengan seksama bertalian dengan mengumpulkan manna, maka sesungguhnya itu berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab manusia untuk mencari nafkah dan rejeki. Allah menyediakan segala kebutuhan yang kita perlukan, tetapi kita sebagai manusia yang percaya kepada Tuhan harus mempergunakan kesempatan, tenaga, dan kecakapan khusus untuk meraihnya. Sama seperti halnya Allah menyediakan makanan bagi burung, tetapi Ia tidak melemparkannya ke dalam sarang mereka. Burung harus terbang untuk mendapatkan makanan yang Allah sediakan, menikmatinya dan berkicau bagi kemuliaan Allah. Begitulah dengan manna yang Allah berikan bagi bangsa Israel yang merupakan nafkah dan rejeki mereka saat itu. Mereka harus bangun pagi-pagi untuk mendapatkannya, dan harus mengambil yang secukupnya. Dan tentunya tujuan dari Allah memberikan manna itu adalah supaya mereka dapat hidup menurut hukum Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDan sekarang mari kita renungkan firman Tuhan di atas sebagai tugas dan tanggung jawab orang percaya bertalian dengan bekerja untuk mencari nafkah dan rejeki.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Tuhanlah pemilik dan pemberi segala berkat. Tuhan kitalah sumber berkat bagi setiap umat manusia. Dia juga yang memberi manna bagi bangsa Israel (Kel. 16:4), memberi roti dan daging kepada Elia dengan cara yang tidak masuk akal (1 Raj. 17:2-6), memberi segala kecukupan kepada Adam dan Hawa nenek moyang kita (Kej. 1:29), memberi berkat kepada setiap kita sesuai takaran kita (Mat. 25:15), serta berkat-Nya bagi kita bukan basi melainkan selalu baru setiap pagi (Rat. 3:23).<\/li>\n<li>Orang percaya harus berjuang dan bekerja untuk mendapatkan berkat. Meskipun kita tahu bahwa Allah kita sumber berkat, kita harus tetap bekerja untuk mendapatkannya (Kel. 20:9; Pkh. 9:10; Ams. 12:11; 22:29), kita harus berdoa senantiasa untuk mendapatkan (1 Taw. 4:10; Mat. 6:11; Ams. 10:22), kita harus mengasihi Tuhan untuk mendapatkannya (Mzm. 127:2; 1 Kor. 2:9), dan kita harus memberi dan murah hati untuk mendapatkannya (1 Raj. 17:15; Yoh. 6:8-11; Luk. 6:38; Mat. 5:7).<\/li>\n<li>Tujuan dari berkat Tuhan, supaya kita dapat melayani Tuhan. Allah memberkati kita punya maksud dan tujuan bagi kita supaya kita dapat bersyukur dan memuliakan-Nya (Kel. 16:4; Ams. 3:9), serta supaya menjadi berkat bagi sesama kita (Mzm. 67:1-8; Kej. 22:18; Mat. 25:35).<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi mari kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan janji penyertaan-Nya, selagi ada kesempatan, jangan bermalas-malasan tetapi bekerjalah sekarang karena malam segera tiba dan telah dekat! &#8211; <em>(Baca, nyanyikan, dan renungkan NP. 290).<\/em> Tuhan Yesus memberkati<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP03112020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Situasi kondisi politik di AS agar tetap kondusif sehingga tidak membawa dampak perekonomian dunia, termasuk Indonesia;<\/li>\n<li>Anggota jemaat yang melayani sebagai aparat penegak hukum kiranya tetap sehat dan diberi kemampuan menyelesaikan tugas tanggung jawabnya;<\/li>\n<li>Kerendahan hati seluruh jemaat dalam pelayanan dibidang masing-masing, khususnya bagi jemaat yang terlibat dalam kepanitiaan perancang 2021.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cLalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukumKu atau tidak.\u201d (Keluaran 16:4) Cepat atau lambat semua manusia akan mati. Namun setelah kematian manusia itu akan seperti apa&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3373,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3370","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3370","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3370"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3370\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3375,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3370\/revisions\/3375"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3373"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}