{"id":3220,"date":"2020-10-01T00:15:07","date_gmt":"2020-09-30T17:15:07","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3220"},"modified":"2020-09-30T13:52:50","modified_gmt":"2020-09-30T06:52:50","slug":"srhi-1-okt-20-dalam-menjalin-hubungan-diperlukan-kerendahan-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/10\/01\/srhi-1-okt-20-dalam-menjalin-hubungan-diperlukan-kerendahan-hati\/","title":{"rendered":"SRHI 1 OKT 20 &#8211; DALAM MENJALIN HUBUNGAN DIPERLUKAN KERENDAHAN HATI"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>\u201cDengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga\u201d<br \/>\n<cite> (Filipi 2:3-4)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPernahkah kita mempunyai penyakit fisik dan membuat kita tidak nyaman? Tentu semua orang pernah mengaminya. Dan tahukah kita apa bedanya \u201cpenyakit fisik dan penyakit rohani\u201d dalam diri kita masing-masing? Penyakit fisik kita itu hanya pribadi kita sendiri yang tahu karena hanya pribadi kita sendiri yang bisa merasakannya. Tetapi penyakit rohani kita itu kebanyakan orang lain yang tahu karena orang lain yang merasakan dampaknya dan pribadi kita cenderung tidak tahu karena tidak peka dan masa bodoh. Sehingga dalam suatu komunitas apapun dan dimanapun akibat dari penyakit rohani kita misalnya kesombongan yang muncul dalam berbagai cara yang berbeda misalnya: keangkuhan, iri hati, keras kepala, kepura-puraan, persaingan, suka menerima pujian tetapi tidak pernah mau memuji, suka mengkitik tetapi tidak pernah mau dikritik demi kebaikan bersama, dan lain sebagainya akan membawa dampak yang tidak baik dalam komunitas serta membawa kehancuran.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKita sebagai orang Kristen harus waspada terhadap penyakit rohani \u201cKesombongan\u201d, sebab dalam Alkitab dikatakan bahwa <em>\u201cKecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan\u201d (Ams. 16:18). <\/em>Lebih-lebih dalam Yakobus 4:6 dikatakan pula bahwa<em> \u201cAllah menentang orang yang sombong atau congkak\u2026.\u201d. <\/em>Namun sebaliknya dalam Amsal 15:33 dan Yakobus 4:6 bagian akhir dikatakan bahwa <em>\u201cTakut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan\u201d<\/em> dan <em>\u201cAllah mengasihani orang yang rendah hati\u201d<\/em>. Dari ayat-ayat firman Tuhan di atas jelas bahwa dalam menjalin hubungan dengan siapapun dan dimanapun kita berada diperlukan kerendahan hati setiap orang supaya terjadi keharmonisan, kehormatan dan berkat Tuhan. Kerendahan hati bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana yang berprinsip bahwa kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, di atas langit masih ada langit, kita bisa belajar banyak hal dari orang lain, dan kita bukanlah Tuhan yang menjadi hakim atas sesama kita. Jika beberapa hal tersebut ada dalam kerangka berfikir kita maka kita pasti mau rendah hati dan tidak mempunyai alasan untuk bersikap sombong.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJadi karena kita ini adalah orang Kristen atau ciptaan baru maka harus rendah hati. Dan untuk kita bisa rendah hati Jika kita mengizinkan Tuhan Yesus mengendalikan pikiran, hati, sikap serta reaksi kita terhadap segala sesuatu (Efs. 4:23-24) dan akhirnya, kita semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati (1 Ptr. 3:8). Amin, Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP01102020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan Indonesia khususnya Tenaga Kerja  tetap tenang, sabar, bijak,tidak mudah di hasut menghadapi masa masa sulit saat ini juga Mentri Tenaga Kerja dapat memberikan kebijaksanaan , menaungi dan menyejukan Tenaga Kerja di Indonesia;<\/li>\n<li>Doakan GBIK dengan segala persoalan , pergululan, tantangan yg di hadapi tetap dapat teratasi berjalan lancar sesuai dengan rencana Tuhan;<\/li>\n<li>Doakan Jemaat yg rindu untuk bersekutu langsung pertemuan tatap muka di beri kesabaran sampai pandemi Covid 19 dapat teratasi (normal seperti biasa).<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga\u201d (Filipi 2:3-4) Pernahkah kita mempunyai penyakit fisik dan membuat kita tidak nyaman? Tentu semua orang pernah mengaminya&#8230;.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3223,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3220"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3220\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3222,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3220\/revisions\/3222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}