{"id":3194,"date":"2020-09-24T02:19:20","date_gmt":"2020-09-23T19:19:20","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3194"},"modified":"2020-09-23T11:30:36","modified_gmt":"2020-09-23T04:30:36","slug":"srhi-24-sep-20-bercahaya-seperti-bintang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/09\/24\/srhi-24-sep-20-bercahaya-seperti-bintang\/","title":{"rendered":"SRHI 24 SEP 20 &#8211; BERCAHAYA SEPERTI BINTANG"},"content":{"rendered":"<blockquote class=\"wp-block-quote\" style=\"text-align: center;\"><p><em><strong>Supaya kamu tidak beraib dan tidak bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.<br \/>\n<cite> (Flp. 2:15)<\/cite><\/strong><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHarus kita akui bahwa sesungguhnya kita ini berada di tengah dunia yang menghujat Allah dan tidak mengenal-Nya. Alkitab sendiri menyebutkan dan memberitahukan kepada kita bahwa orang yang menghujat Allah dan tidak mengenal-Nya adalah <em>\u201cangkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat\u201d. <\/em>Untuk itu kita sebagai orang yang percaya kepada Kristus dan yang disebut sebagai anak-anak terang (Efs. 5:8) dianjurkan untuk membawa dan menempatkan diri begitu rupa (Efs. 5:9-10) sebagai saksi Tuhan Yesus Kristus bagi orang lain. Selain dalam Efesus 5:8 kita disebut anak-anak terang, dalam Filipi 2:18 menyebutkan sikap hidup kita dalam ungkapan <em>\u201cbercahaya seperti bintang\u201d.<\/em> Artinya, sebagai murid Kristus yang sejati, kita harus menjadi saksi Tuhan sesuai dengan ajaran firman Tuhan sehingga kita memberi dampak yang baik bagi banyak orang dan puncaknya orang lain menjadi percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Mengapa kesaksian kita harus sesuai dengan ajaran firman Tuhan dan berfokus pada Kristus? Karena banyak kesaksian Kristen di sekitar kita atau bahkan diri kita sendiri sebenarnya tidak lebih daripada egoisme, atau untuk kepentigan pribadi yang berpakaian atau berkedok rohani.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYohanes Pembaptis adalah contoh perihal saksi yang benar di dalam Alkitab. Ia diutus Allah sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu (Yoh. 1:6-7). Pelayanan kesaksian untuk Yesus Kristus ditekankan dalam ayat ini bukan dalam pengertian bahwa kita harus <em>\u201cbersaksi\u201d<\/em> melainkan kita adalah saksi-saksi Kristus. Hidup kita harus menampakkan kemuliaan Kristus seperti <em>\u201cbintang yang bercahaya di malam hari\u201d.<\/em> Namun, sekarang ini masih ada bahkan banyak anak-anak Tuhan yang kurang menyadari karunia-karunia Rohani yang bekerja secara ajaib melalui hidupnya dan kehidupannya sebagai saksi. Mereka menghabiskan waktunya untuk mencari dan menemukan karunia-karunia Rohani sehingga tidak mampu menjadi saksi Tuhan bagi orang lain. Tetapi Yohanes Pembaptis tidak menghabiskan waktunya dengan mencari dan menemukan karunia-karunia Roh Kudus, melainkan hanya menunjukkan\u00a0 bahwa Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah (Yoh. 1:29). Pelayanan Yohanes Pembaptis hanya bertujuan untuk membuat manusia bergantung sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus dan bukan pada dirinya. Jadi Saudara, jika kita pusatkan perhatian kita hanya pada karunia-karunia Roh, maka kita tergoda untuk menjadi allah-allah kecil dalam kerajaan-kerajaan yang kita ciptakan sendiri. Dan jika ini terjadi, maka hal ini sangatlah bertentangan dengan menjadi saksi atau terang yang <em>\u201cbercahaya seperti bintang\u201d. <\/em>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nOleh karena Yohanes Pembaptis mendedikasikan dirinya secara total hanya pada Yesus Kristus, maka hidupnya dengan sendirinya menjadi suatu daya tarik yang mendorong orang lain untuk mengikut Yesus Kristus, dan tidak heran jika Tuhan Yesus sendiri bersaksi perihal Yohanes Pembaptis (Mat. 11:11), dan tentunya itu juga akan Tuhan Yesus lakukan untuk kita yaitu menjadi saksi-saksi kita jika kita benar hidup di dalam Dia (Why. 1:5). Namun demikian, pada saat yang sama ketika Tuhan Yesus bersaksi tentang Yohanes Pembaptis, Tuhan Yesus mengatakan bahwa seseorang <em>\u201cyang terkecil\u201d,<\/em> diantara kita dapat menjadi sebesar Yohanes. Biarlah setiap orang dan siapa saja yang melihat dan memperhatikan kita hanya oleh karena satu alasan saja bahwa kita adalah <em>\u201cpengikut Tuhan Yesus Kristus\u201d<\/em> (Kis. 4:13). Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font style=\"color: blue;\" size=\"-1\">(AP24092020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Doakan ke amanan di Indonesia tetap terkendali di tengah perbedaan pendapat tidak menyulut permasalahan yg mengakibatkan kerusuhan , menjauhkan dari propokasi -propokasi  yg tidak ber tanggung jawab dan menginginkan kekacauan di Indonesia.;<\/li>\n<li>Doakan GBIK terus di berkati Tuhan dan menjadi berkat bertumbuh berbuah walau di masa pandemi Covid 19 dapat mengutamakan Tuhan;<\/li>\n<li>Doakan Jemaat GBIK yg memerlukan pekerjaan, memerlukan pasangan hidup, menginginkan anak dalam rumah tangga nya, biar Tuhan menjawab dan menyatakan kehendakNya.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Supaya kamu tidak beraib dan tidak bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia. (Flp. 2:15) Harus kita akui bahwa sesungguhnya kita ini berada di tengah dunia yang menghujat Allah dan tidak mengenal-Nya. Alkitab sendiri menyebutkan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":3198,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3194"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3197,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3194\/revisions\/3197"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}