{"id":3081,"date":"2020-09-07T22:38:12","date_gmt":"2020-09-07T15:38:12","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=3081"},"modified":"2020-09-07T22:37:47","modified_gmt":"2020-09-07T15:37:47","slug":"srhi-8-sep-20-pandanglah-cahaya-kemuliaan-nya-dan-berharap-penuhlah-kepada-nya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/09\/07\/srhi-8-sep-20-pandanglah-cahaya-kemuliaan-nya-dan-berharap-penuhlah-kepada-nya\/","title":{"rendered":"SRHI 8 SEP 20 &#8211; PANDANGLAH CAHAYA KEMULIAAN-NYA DAN BERHARAP PENUHLAH KEPADA-NYA!"},"content":{"rendered":"\n<blockquote style=\"text-align:center\" class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>&#8220;<\/em><strong><em>Seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia<\/em><\/strong><em>.&#8221;<\/em><\/p><cite> <br>(<strong><em>Ayub 14:19<\/em><\/strong>) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><\/h4>\n\n\n\n<p><p style=\"text-align: justify;\">Hidup ini ibarat suatu perjalanan dimana ada saatnya\nkegelapan menghambat langkah kita sehingga kita memerlukan lilin, cahaya atau\nterang untuk setiap langkah kita. Namun ketika kita menyalakan lilin tidak\nserta merta bisa menjadi terang dalam langkah kita oleh karena hembusan angin\nmeniup lilin itu dan mati.&nbsp; Dari\nperistiwa ini kadang kita menjadi putus asa dan bertanya kepada Tuhan: \u201cMengapa\nEngkau membiarkan aku ya Tuhan, padahal Engkau bisa menyertai bangsa Isarel\ndengan tiang awan di siang hari supaya tidak mati disengat terik matahari dan\ntiang api di malam hari supaya mereka tidak mati kedinginan serta ada terang\npada jalan yang mereka tempuh? Bahkan mengapa Engkau juga mengirimkan angin yang\nkencang ketika hamba-Mu menyalakan lilin untuk terang jalan hamba? Jika Tuhan\nmau menjawab rintihan hati kita mungkin Tuhan berkata demikian: \u201cAnak-Ku, Aku\nberbuat demikian itu bukan berarti Aku tidak mengasihi kamu, bukan berarti Aku\nmeninggalkan kamu. Aku berbuat demikian itu supaya engkau tidak bergantung pada\nkekuatanmu sendiri tetapi supaya engkau memandang cahaya kemuliaan-Ku,\nbergantung dan taat sepenuhnya kepada Aku\u201d Demikian kira-kira maksud dari\nfirman Tuhan yang tertulis di dalam&nbsp; Ayub\n14:19. Dalam situasi dan kondisi sekarang ini, akibat covid-19, kita mungkin\nberusaha menciptakan dan menyalakan lilin-lilin manusia sehingga kita merasa\njenuh terhadap kenyataan yang ada bahkan sudah tidak percaya lagi kepada Tuhan,\nnamun sebagai anak-anak Tuhan, kita harus tetap memandang Allah dan terus berharap\nkepada-Nya sebagai bukti bahwa kita telah bangun dan bangkit dari kegelapan\nyang ada. Mengapa? <\/p><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" style=\"text-align: justify;\"><li><strong>Karena rencana Allah yang terjadi pada akhir segala rencana manusia<\/strong><\/li>\n\n\n\n<p>Manusia dianjurkan Allah untuk merencanakan sesuatu\ndalam hidupnya (Ams. 24:6) dengan menggunakan kepandaian dan akal budinya untuk\nmewujudkannya (Ams. 24:3-4; 27:17; Pkh. 4:9) karena manusia tanpa rencana dan\ncita-cita adalah makhluk yang tidak berguna. Namun Allah selalu mengingatkan\nkepada manusia supaya sadar bahwa manusia boleh berencana tetapi keputusan\nTuhanlah yang terlaksana (Mzm. 33:10; Ams. 19:21)<\/p>\n\n\n\n<li><strong>Kemahakuasaan Allah tanpa batas<\/strong><\/li>\n\n\n\n<p>Manusia terbatas dalam segala hal, baik dalam\nmerancang sesuatu (Yes. 55:8-9), mempertimbangkan sesuatu (Ams.. 16:11), dalam\nhal memutuskan (Ams. 19:21), dalam hal melihat jauh ke depan (Yer. 33:3), dan\ndalam hal kuasa untuk melakukan segala sesuatu (Yes. 40:26). Karena itu, hanya\npercaya kepada Tuhan dengan cerdas (1 Tes. 5:6-8), berharap dan bergantung\nsepenuhnya kepada Tuhan maka manusia akan menemukan kesehatan pada tubuhnya\n(Kel. 15:26), damai di hati (Mat. 11:28), pengampunan atas dosanya (Mzm.\n103:3), kelimpahan atas hidupnya (Flp. 4:19), sukses pada jalannya (Mzm. 1:3),\ndan keselamatan dari kebinasaan kekal (Yoh. 3:16; Kis. 4:12). Jadi dalam hal\nini sangat jelas dikatakan bahwa memang manusia itu harus memiliki segala\nrencana, namun tanpa Tuhan manusia tidak dapat berbuat apa-apa seperti carang\nyang lepas dari pokoknya (Yoh. 15:5), maka mari kita bangun, bangkit, percaya\ndan berharap kepada Allah kita dengan iman yang cerdas (1 Tes. 5:6-8). Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. <\/ol>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP08092020)<\/font><\/em><\/p>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n \t<li>Program Food Estate yang sedang dikembangkan di Kal-Teng dapat berjalan dengan baik. Koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemda setempat dan masyarakat dapat mendukung keberhasilan program pembangunan lumbung pangan ini;<\/li>\n \t<li>Hikmat dan kemampuan bagi aparat penegak hukum dalam mengatasi perdagangan narkoba di berbagai wilayah Indonesia yang semakin meningkat pada masa pandemi;<\/li>\n \t<li>Jemaat yang masih harus beraktivitas ditempat umum kiranya senantiasa dalam perlindungan Tuhan. Pusat perbelanjaan, industri dan pabrik tidak menjadi klaster penyebaran covid-19.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia.&#8221; (Ayub 14:19) Hidup ini ibarat suatu perjalanan dimana ada saatnya kegelapan menghambat langkah kita sehingga kita memerlukan lilin, cahaya atau terang untuk setiap langkah kita. Namun ketika kita menyalakan lilin tidak serta merta bisa menjadi terang dalam langkah kita oleh&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-3081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3081"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3091,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3081\/revisions\/3091"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}