{"id":2939,"date":"2020-08-14T02:29:55","date_gmt":"2020-08-13T19:29:55","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2939"},"modified":"2020-08-13T23:46:19","modified_gmt":"2020-08-13T16:46:19","slug":"srhi-14-agu-20-dalam-kristus-ada-new-normal-life-galatia-611-18","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/08\/14\/srhi-14-agu-20-dalam-kristus-ada-new-normal-life-galatia-611-18\/","title":{"rendered":"SRHI 14 Agu 20 &#8211; DALAM KRISTUS \u2014 ADA NEW NORMAL LIFE (Galatia 6:11-18)"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Galatia 6:14-15)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAkhir akhir ini kita sering mendengar kata-kata \u201ckita memasuki <em>New Normal Life\u201d.<\/em>\u00a0 Apa arti <em>New Normal Life<\/em>? \u00a0\u00a0Untuk menghindarkan diri dari virus \u00a0Covid-19 \u00a0yang sekarang sedang merajalela \u00a0kita harus menerapkan sikap hidup yang baru.\u00a0 Kalau sebelum pandemic ini kita tidak usah memakai <em>masker,<\/em>\u00a0 maka sekarang kita harus memakainya \u00a0agar kita tidak tertular atau menularkan virus Covid-19.\u00a0 Kalau dahulu kita tidak mementingkan cuci tangan,\u00a0 maka sekarang kita wajib cuci tangan \u00a0pakai sabun dengan air mengalir selama 20 detik dan mementingkan kebersihan.\u00a0 Kalau dahulu kita bebas berkumpul dengan orang banyak, maka sekarang kita harus membatasi diri, \u00a0menjaga jarak sekurang-kurangnya 2 meter dari orang lain. \u00a0Singkat kata ada cara hidup yang baru, yang harus kita laksanakan agar dapat menghentikan \u00a0ancaman virus Covid-19.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJudul renungan kita hari ini \u00a0\u201cDalam Kristus Ada <em>New Normal Life<\/em>\u201d, karena itulah yang digambarkan dalam firman di surat Galatia ini.\u00a0 Rasul Paulus sangat ingin menyatakan pentingnya\u00a0 berita yang akan dia sampaikan sehingga ia berkata bahwa Surat Galatia ditulisnya dengan tangannya sendiri.\u00a0 Sedemikian pentingnya\u00a0 sehingga dia menulis dengan huruf\u00a0 yang besar-besar\u00a0 (Galatia 6:11).\u00a0 (Bentuknya yang besar atau dalam istilah sekarang mungkin ditulis dengan huruf yang tebal \u201c<strong><em>Bold\u201d <\/em><\/strong>ya?)\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nRasul Paulus heran sekali \u00a0bahwa orang Kristen di Galatia sedemikian cepat beralih dari kepercayaan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada Kristus Yesus.\u00a0 Mereka begitu cepat berbalik kembali \u00a0ke ajaran bahwa Keselamatan tidak cukup hanya melalui iman kepada Kristus.\u00a0 Harus didahului dengan melakukan ritual Yahudi \/Torat.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda satu ayat dalam Surat Galatia yang sering dipakai dalam memperingati Hari Kemerdekaan.\u00a0 Ayat itu terdapat dalam Galatia 5:1: <em>\u201c<\/em><strong><em>Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. \u00a0Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan\u201d.<\/em><\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAyat ini menyatakan bahwa oleh kasih karunia Allah,\u00a0 kita telah dimerdekakan dari kuasa dosa.\u00a0 Allah telah menyelamatkan kita melalui penyaliban Tuhan Yesus di atas kayu salib.\u00a0 Bagi Rasul Paulus dan bagi kita juga, penyaliban Tuhan Yesus merupakan peristiwa yang sangat berharga. \u00a0Perhatikan pernyataannya dalam Galatia 3:13: <strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: &#8220;Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!&#8221;<\/em><\/strong>\u00a0 \u00a0Kristus telah rela mengalami segala penderitaan\u00a0 untuk menanggung dosa kita.\u00a0 Dia rela mengalami segala siksaan dan penghinaan untuk memikul hukuman dosa kita.\u00a0 Karena itu Rasul Paulus berkata kepada orang Kristen di Galatia : \u201c<strong><em>Jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan\u201d.<\/em><\/strong> \u00a0Lebih lanjut Paulus berkata : <em>\u201cSebab bersunat \u00a0atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi <strong><u>ciptaan baru itulah yang ada artinya<\/u>\u201d<\/strong><\/em> \u00a0(Galatia 6:15).<strong><em>\u00a0 <\/em><\/strong>Pernyataan \u00a0Rasul Paulus ini mengingatkan kita \u00a0akan kata-kata Tuhan Yesus kepada wanita yang kedapatan berzinah, yang oleh para ahli Taurat dan orang Farisi wanita ini dibawa kepada Tuhan Yesus agar Ia\u00a0 menghukumnya . \u00a0Karena jawaban Tuhan Yesus atas permohonan mereka tidak dapat mereka lakukan, para ahli Torat dan orang Farisi\u00a0 satu demi satu pergi meninggalkan tempat itu.\u00a0 Setelah tidak ada orang yang berani menjatuhkan hukuman terhadap wanita itu, Tuhan Yesus berkata kepada perempuan itu: <strong><em>\u201cAKU pun tidak menghukum engkau. \u00a0Pergilah dan <u>jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang<\/u>\u201d<\/em><\/strong> \u00a0(Yohanes 8:11)\u00a0.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSebagai pribadi yang telah diselamatkan \u00a0melalui \u00a0pengorbanan Tuhan Yesus, \u00a0mari dengan tekun kita menjalani hidup baru \u00a0\u201c<em>New Normal Life\u201d \u00a0<\/em>bersama Kristus.\u00a0 Alkitab memberi \u00a0kita <strong><u>beberapa protokol kesehatan<em> New Normal Life <\/em>dalam Kristus<\/u><\/strong>:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>\u201c<\/em><em>Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu\u201d<\/em>\u00a0 (1 Petrus 1:15).<\/li>\n<li>\u201c<em>Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.\u00a0 Jadi berdirilah tegap, b<strong>erikat-pinggangkan kebenaran dan berbaju-zirahkan keadilan,<\/strong>\u00a0kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;\u00a0<\/em><em>dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat<\/em>\u201d \u00a0(Efesus 6:13-16).<\/li>\n<li><em>\u201cHendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik\u201d<\/em>\u00a0 (Roma 12:9).\u00a0<\/li>\n<\/ul>\n<p><em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(JET14082020)<\/font><\/em><br \/>\n<strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mari kita berdoa bagi Gembala Sidang, Asisten Gembala dan Pdt. Em dan keluarga agar diberi kesehatan dan kekuatan dalam mengerjakan pelayanan mereka. Tuhan melindungi setiap keluarga mereka dimanapun berada;<\/li>\n<li>Mari kita berdoa bagi panitia-panitia Gereja dalam memilih ketua yang baru dalam kepengurusan yang akan datang;<\/li>\n<li>Mari Berdoa bagi bangsa dan negara kita yang akan berumur 75 tahun agar tetap menjadi tanah air yang subur dan diberkati oleh Tuhan Yesus  dengan berlimpah.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya (Galatia 6:14-15) &nbsp; Akhir akhir ini kita sering mendengar kata-kata \u201ckita memasuki New Normal Life\u201d.\u00a0 Apa&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2946,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2939"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2939\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2945,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2939\/revisions\/2945"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2946"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}