{"id":2919,"date":"2020-08-10T02:54:03","date_gmt":"2020-08-09T19:54:03","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2919"},"modified":"2020-08-09T22:06:37","modified_gmt":"2020-08-09T15:06:37","slug":"srhi-10-agu-20-persidangan-antara-sunat-atau-tidak-sunat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/08\/10\/srhi-10-agu-20-persidangan-antara-sunat-atau-tidak-sunat\/","title":{"rendered":"SRHI 10 Agu 20 &#8211;  PERSIDANGAN ANTARA SUNAT ATAU TIDAK SUNAT"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: \u201cJikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat selamat.\u201d Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka. Akhirnya ditetapkan supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Kis. 15:1-2)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSetelah kepulangan Paulus dan Barnabas dari perjalanan pengabaran Injil pertama yang dilakukan (Kis. 13-14), untuk sementara mereka tinggal di Antiokhia bersama anak-anak Tuhan yang lainnya. Sementara mereka masih diwarnai suasana sukacita dengan cerita-cerita kuasa Allah menyertai mereka selama perjalanan itu, karena banyak orang yang menjadi percaya baik dari bangsa Yahudi maupun non Yahudi, datanglah beberapa anak Tuhan dari Yudea dan mengajarkan bahwa jikalau seseorang tidak disunat menurut adat istiadat yang diajarkan Musa, orang tersebut tidak akan selamat (Kis. 15:1).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPaulus dan Barnabas merasa pengajaran ini berbahaya, mengingat di Antiokhia apalagi petobat-petobat baru yang dimenangkan dari berbagai kota yang baru saja dikunjunginya, ada di antara mereka adalah bangsa non Yahudi, sedangkan pengajaran \u2018harus sunat\u2019 tidak pernah ada dalam budaya mereka. Karena itu akhirnya mereka mengutus Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat di Antiokhia diminta untuk membicarakan hal ini di Yerusalem bersama para rasul dan penatua di sana. (Kis. 15:2).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSetibanya di Yerusalem Paulus dan Barnabas bercerita tentang pekerjaan Tuhan melalui mereka, dan diberitahukan bahwa banyak orang Yahudi dan non Yahudi menjadi percaya. Mendengar informasi tersebut, beberapa orang dari golongan Farisi yang telah menjadi percaya mengatakan bahwa orang-orang non Yahudi yang menjadi percaya tersebut diwajibkan bersunat menurut hukum Musa. (Kis. 15:5). <strong>Rupanya persoalan jemaat Antiokhia sama dengan persoalan yang dihadapi jemaat di Yerusalem yakni orang-orang non Yahudi yang menjadi percaya haruslah disunatkan.<\/strong>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDalam persidangan rasul-rasul dan penatua-penatua yang dilakukan, terjadilah perdebatan seru antara yang pro dan yang kontra. Akhirnya berkatalah dua orang tokoh gereja di Yerusalem yaitu Petrus dan Yakobus (adik jasmani Tuhan Yesus). <strong>Rasul Petrus <\/strong>dengan lantang menyatakan bahwa kita tidak boleh mencobai Tuhan dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk yang tidak dapat dipikulnya baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri. Percayalah bahwa karena kasih karunia Tuhan Yesus kita beroleh keselamatan. (Kis. 15:10-11). Sementara <strong>Yakobus<\/strong> berpendapat bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bangsa non Yahudi yang berbalik kepada Tuhan. (Kis. 15:19).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDengan persidangan itu jelaslah kita bahwa sunat atau tidak sunat tidak berpengaruh terhadap anugerah keselamatan yang Tuhan Yesus berikan kepada siapa saja, orang dari suku, bangsa, golongan manapun juga yang menjadi percaya kepada-Nya. <strong>Dengan kata lain kita bisa mengatakan isu mengenai sunat atau tidak sunat untuk memperoleh keselamatan, sudah tidak relevan lagi kita bicarakan<\/strong>. Karena itu siapapun kita, dari suku apa, bangsa apa, golongan apa, janganlah menjadikan kita terkotak-kotak dalam perjalanan iman dan pelayanan kita. Justru keberagaman itu hendaknya menjadikan kita semakin bergiat dalam melayani-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.  \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(RI10082020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mari kita doakan Gereja kita dalam pelayanan melalui online streaming dan jemaat atau simpatisan dapat mengambil keputusan dan mengisi kartu keputusan. Pelayanan Pekabaran Injil masih tetap berjalan dengan baik;<\/li>\n<li>Mari kita doakan agar jemaat semakin bertumbuh Imannya dalam menghadapi kesulitan keuangan, perekonomian ataupun dalam usaha yang dimiliki;<\/li>\n<li>Mari kita doakan Bangsa kita yang sedang mencari pengobatan atau obat yang dapat menyembuhkan pasian Covid19.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: \u201cJikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat selamat.\u201d Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka. Akhirnya ditetapkan supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2921,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2919"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2919\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2920,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2919\/revisions\/2920"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2921"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}