{"id":2882,"date":"2020-08-01T03:00:52","date_gmt":"2020-07-31T20:00:52","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2882"},"modified":"2020-07-31T21:09:27","modified_gmt":"2020-07-31T14:09:27","slug":"srhi-1-agu-20-kerja-sama-secara-harmonis-membawa-kemenangan-keluaran-179-15","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/08\/01\/srhi-1-agu-20-kerja-sama-secara-harmonis-membawa-kemenangan-keluaran-179-15\/","title":{"rendered":"SRHI 1 Agu 20 &#8211; KERJA SAMA SECARA HARMONIS MEMBAWA KEMENANGAN  (Keluaran 17:9-15)"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>&#8220;Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang&#8221;<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Keluaran 17:11-13)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nRenungan kita hari ini diambil dari kitab Keluaran 17:9-15. \u00a0Ayat-ayat tersebut menceritakan ketika orang Amalek datang menyerang orang Israel di Rafidim. Menghadapi serangan itu,\u00a0 Musa sebagai pemimpin yang dipilih Allah untuk membawa Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian, memberi tugas kepada Yosua untuk menyiapkan pasukannya menghadapi serangan orang Amalek tersbut. \u00a0Musa berkata kepada Yosua: &#8220;<em>Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek, besok aku akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku<\/em>.&#8221;\u00a0\u00a0 Yosua melakukan perintah itu lalu pergi berperang melawan orang Amalek. \u00a0Musa sendiri bersama Harun dan Hur naik ke atas puncak gunung.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYang sangat menarik dalam peperangan ini ialah apabila Musa mengangkat tangannya, maka tentara Israel kuat,\u00a0 tetapi apabila ia karena lelah, menurunkan tangannya, tentara Amalek-lah yang kuat.\u00a0 Menyadari akan hal itu, Harun dan Hur mengambil sebuah batu untuk tempat Musa duduk,\u00a0 mereka berdua menopang kedua tangan Musa, seorang di sebelah kiri dan seorang lagi di sebelah kanan sehingga tangan Musa bisa teracung sampai matahari terbenam, sehingga Yosua dan seluruh tentara Israel mengalahkan Amalek dan rakyatnya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Allah memberikan kemenangan besar itu kepada Israel karena ada kerja sama yang harmonis antara Musa sebagai pemimpin, dengan Yosua dan tentaranya yang berperang di medan pertempuran, serta Harun dan Hur yang membantu menopang tangan Musa. \u00a0Kalau Musa mau, dia dapat saja naik ke atas puncak bukit itu seorang diri, lalu dengan tangannya ia mengacungkan tongkatnya ke arah tentara Amalek.\u00a0 Bukankah dengan tongkat itu Allah telah menolong Musa melakukan banyak mujizat yang luar biasa?. Tongkat itu pernah berubah menjadi ular (Keluaran 7:9).\u00a0 Dengan mengacungkan tongkat itu, air menjadi darah (Keluaran 7:19-20). \u00a0Dengan tongkat itu pula Musa membelah laut Teberau dan menutupnya kembali (Keluaran 14:15), sehingga bangsa Israel luput dari kejaran Firaun dengan tentaranya. \u00a0Dengan pertolongan Tuhan, melalui tongkat itu Musa memukul bukit batu di Horeb dan dari dalamnya mengalir air yang dapat diminum (Keluaran 17:4-7).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMusa dapat juga hanya menugaskan Yosua dengan tentaranya menghadapi Amalek. Tentara harus dihadapi dengan tentara juga bukan?\u00a0 Atau yang lebih sederhana lagi, Musa sendiri saja mengajak Harun dan Hur untuk naik ke puncak bukit dan berdoa dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTetapi bukan itu yang dilakukan Musa.\u00a0 Dia melibatkan sebanyak mungkin orang sesuai dengan tugasnya untuk menghadapi Amalek.\u00a0 Musa memerintahkan Yosua dan pasukannya menghadapi Amalek.\u00a0 Musa sendiri di puncak bukit beserta Harun dan Hur berdoa kepada Tuhan.\u00a0 Kerja sama yang harmonis itu mendatangkan kemenangan yang luar biasa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nHal seperti itu juga yang kita perlukan sebagai gereja Tuhan. \u00a0Untuk mencapai hasil yang luar biasa, kita perlu bekerja sama secara harmonis.\u00a0 Gereja sebagai tubuh Kristus adalah sebuah tim.\u00a0 Dalam dunia olah raga dikenal dua jenis olah raga yaitu olah raga perseorangan misalnya cabang olah raga tinju.\u00a0 Ada juga jenis olah raga yang terdiri dari tim misalnya sepak bola.\u00a0 Gereja adalah seperti tim sepak bola.\u00a0 Kita harus bekerja sama secara harmonis kalau kita mau memenangkan pertandingan.\u00a0 Kita tidak bisa bermain sendirian, kita harus melayani bersama dengan anggota gereja lainnya.\u00a0 Kita memerlukan pemimpin-pemimpin rohani, kita membutuhkan pelayan-pelayan Tuhan dan kita memerlukan teman-teman yang melayani sebagai pendoa.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari bekerja sama secara harmonis sesuai dengan panggilan dan karunia kita masing masing. Tuhan akan bekerja melalui kita. \u00a0Rasul Paulus menulis kepada gereja di Efesus : <strong><em>\u201c<\/em><\/strong><strong><em>Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,\u00a0yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.\u00a0Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan\u201d<\/em><\/strong>\u00a0 (Efesus 2:19-21).<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(JET 3172020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li> Berdoa Gereja Baptis Indonesia Kebayoran Tuhan pakai  menjadi saluran berkat buat banyak orang;<\/li>\n<li>Berdoa untuk Jemaat yg masih kuliah kiranya bisa cepat lulus dan langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya;<\/li>\n<li> Berdoa untuk Masyarakat Indonesia bisa lebih peduli terhadap protokol kesehatan, terlebih lagi Jakarta sdh masuk Zona Merah.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2884,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2882","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2882","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2882"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2882\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2885,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2882\/revisions\/2885"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2882"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2882"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2882"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}