{"id":2871,"date":"2020-07-30T03:19:19","date_gmt":"2020-07-29T20:19:19","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2871"},"modified":"2020-07-30T00:35:25","modified_gmt":"2020-07-29T17:35:25","slug":"srhi-30-jul-20-kunci-keharmonisan-dalam-melayani-adalah-saling-mengasihi-sesuai-perintah-nya-bagian-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/07\/30\/srhi-30-jul-20-kunci-keharmonisan-dalam-melayani-adalah-saling-mengasihi-sesuai-perintah-nya-bagian-2\/","title":{"rendered":"SRHI 30 Jul 20 &#8211; KUNCI KEHARMONISAN DALAM MELAYANI ADALAH SALING MENGASIHI SESUAI PERINTAH-NYA (BAGIAN 2)"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>Dan inilah perintah-Nya itu: &#8220;supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai perintah yang diberikan Kristus kepada kita.\u201d <\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(1 Yoh. 3:23)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPerintah Tuhan kepada manusia segalanya adalah baik. Apalagi perintah itu ditujukan bagi orang yang sudah diselamatkan oleh-Nya untuk setia melayani Tuhan. Mengapa perintah Tuhan itu semuanya baik? Karena setiap perintah Tuhan berisikan berkat, pertolongan, anugerah dan rahmat bagi setiap orang yang tunduk, patuh dan melakukan perintah-Nya. Setiap perintah yang Allah berikan kepada kita sebagai orang percaya telah diperhitungkan-Nya bahwa kita mampu melakukannya. Itu sebabnya Tuhan tidak akan pernah menerima satupun dari asalan-alasan yang kita kemukakan, bahwa kita tidak sanggup melakukannya perintah-Nya untuk menjadi pelayan-pelayan Tuhan. Adapun alasan-alasan klasik kita untuk menolak menjadi pelayan Tuhan seperti yang diungkapkan dalam Alkitab, misalnya: <em>\u201cAku hanyalah manusia yang terbuat dari debu (Mzm. 103:14); Aku hanya manusia yang sia-sia (Mzm. 39:6); Aku hanya manusia yang tidak memiliki kelebihan apapun (Pkh. 3:19)\u201d,<\/em> dan berbagai alasan lainnya, supaya Tuhan dapat melepaskan kita dari suatu kesulitan yang disebabkan oleh kejahatan, kebodohan, atau kelalaian kita sendiri. Dan yang perlu untuk kita ingat selalu adalah bahwa jika kita merasa seperti berbagai ungkapan firman Tuhan di atas, maka sesungguhnya sikap kita ini justru tidak melepaskan kita dari kesulitan, malah membawa kita dalam kesulitan yang baru.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus Kristus menghendaki agar kita menghentikan alasan apapun termasuk asalan menolak untuk melayani Tuhan. Dan yang Tuhan Yesus Kristus mau dalam hidup kita adalah menuruti semua perintah-Nya. Bagaimana caranya supaya kita dapat melakukan perintah Tuhan, menjadi pelayan Tuhan, dan menyenangkan hati Tuhan? Tentunya banyak cara yang bisa kita lakukan, antara lain dengan tenaga kita, talenta kita, maupun dengan harta yang ada pada kita. Namun, untuk menjadi pelayan Tuhan yang dapat menciptakan keharmonisan dengan sesama kita, firman Tuhan di atas katakan bahwa supaya kita <em>\u201csaling mengasihi\u201d<\/em>. Demikian juga dalam 1 Yohanes 4:12, dikatakan bahwa <em>\u201cTidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita\u201d.<\/em> Sungguh ayat firman Tuhan yang luar biasa. Dikatakan bagi kita semua bahwa kita bertindak seperti Tuhan ketika kita penuhi dengan kasih terhadap orang lain. Kita tidak lagi bertindak seperti manusia lemah yang diwarnai oleh kelemahan dan kekurangan. Kita dapat memiliki hak istimewa untuk berperilaku seperti Tuhan, dan dengan demikian apa yang kita lakukan dapat memperlihatkan kepada orang lain, bagaimana sebenarnya Yesus Kristus, Tuhan kita itu. Dan jika kasih Tuhan Yesus Kristus tidak dinyatakan kepada manusia, maka manusia belum tahu dengan sepenuhnya siapakah Allah itu sesungguhnya. Dan jika manusia tidak tahu siapa Allah dan merasakan kasih-Nya, maka bagaimana manusia dapat menyatakan Allah dan kasih-Nya kepada sesama kita.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSaudara sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Segala alasan dan dalih kita untuk menolak perintah-Nya, menolak menjadi pelayan Tuhan yang harmonis pastinya akan sirna jika kita benar-benar merenungkan firman Tuhan di atas dan juga dalam 1 Yohanes 4:13 <em>\u201cIa telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya\u201d.<\/em> Itu berarti, Roh Kuduslah yang memampukan kita, Roh Kuduslah yang mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita semua orang percaya dan yang melayani Tuhan (Rm. 5:5). Siap dan sanggup untuk melakukan segala perintah Tuhan, saling melayani dan saling mengasihi bahkan sanggup mengasihi orang-orang yang memusuhi kita. Amin, Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP30072020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa jemaat Gereja Baptis Kebayoran boleh merasakan persekutuan yang erat bersama Tuhan;<\/li>\n<li>Jemaat dapat menjadikan Gereja sebagai rumah kedua dimana satu dengan yang lain merasa memiliki hubungan kekeluargaan, saling mendukung, memperhatikan  dan saling mendoakan;<\/li>\n<li>Jemaat Gereja Baptis Kebayoran tidak hanya menuntut apa yang Gereja bisa berikan tapi setiap jemaat dapat memberikan yang terbaik untuk Gereja. Jemaat dapat menjaga hubungan baik satu dengan yang lain, membuat suasana Gereja menyenangkan.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dan inilah perintah-Nya itu: &#8220;supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai perintah yang diberikan Kristus kepada kita.\u201d (1 Yoh. 3:23) &nbsp; Perintah Tuhan kepada manusia segalanya adalah baik. Apalagi perintah itu ditujukan bagi orang yang sudah diselamatkan oleh-Nya untuk setia melayani Tuhan. Mengapa perintah Tuhan itu semuanya baik?&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2875,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2871"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2876,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2871\/revisions\/2876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}