{"id":2839,"date":"2020-07-25T02:28:02","date_gmt":"2020-07-24T19:28:02","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2839"},"modified":"2020-07-24T22:39:53","modified_gmt":"2020-07-24T15:39:53","slug":"srhi-25-jul-20-pengikut-kristus-harus-melayani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/07\/25\/srhi-25-jul-20-pengikut-kristus-harus-melayani\/","title":{"rendered":"SRHI 25 Jul 20 &#8211; PENGIKUT KRISTUS HARUS MELAYANI"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>\u201cLayanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah\u201d <\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(1 Petrus 4:10)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPada setiap kesempatan kita ke gereja dalam ibadah, ada kerinduan kita untuk mendengarkan Firman Tuhan. Suatu waktu kita mendengarkan Firman Tuhan dari Gembala Sidang yang mendorong dan memotivasi jemaat untuk semakin giat dalam melayani pekerjaan Tuhan. Namun sedikit dari jemaat yang merespons, di mana kebanyakan dari kita bersikap cuek dan tidak peduli.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda yang menafsirkan, melayani adalah pekerjaan Gembala Sidang, pejabat dan pengurus gereja saja. Ada pula yang menganggap masih terlalu muda, bahkan malah menganggap sudah terlalu tua. Mereka tidak menyadari bahwa sebagai bagian dari anggota tubuh Kristus masing-masing kita memiliki tugas, fungsi dan tanggung jawab, seperti ada tertulis: &#8220;Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.&#8221; (Efesus 4:16).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMelayani pekerjaan Tuhan bukanlah mereka yang mempunyai kemampuan luar biasa, tetapi mereka yang mau merendahkan hati, dan mau berkorban bagi Tuhan dan sesama. Berarti menjadi orang yang melayani sangat ditentukan oleh kualitas hidupnya sendiri. Orang-orang yang hatinya tulus, rendah hati, lemah lembut dan sabar dan apa adanya dengan Tuhan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nItulah karakter yang Tuhan inginkan sebagai dasar kita melayani.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSetiap orang percaya mempunyaikarunia yang berbeda-beda yang dianugerahkan oleh Tuhan, bukan karena usaha manusia. Dengan karunia yang kita peroleh dengan cuma-cuma, supaya kita dapat saling melengkapi dalam mengerjakan panggilan Tuhan. Sekecil apa pun atau berapa pun karunia yang dimiliki kita harus menggunakannya semaksimal mungkin. Nasihat rasul Paulus kepada Timotius: &#8220;Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu&#8230;&#8221; (2 Timotius 1:6). Mengapa karunia itu harus terus dikobarkan? Karena Tuhan akan menuntut pertanggungjawaban dari kita atas karunia yang telah dipercayakan-Nya. Jangan pernah berpikir bila kita memiliki karunia sedikit maka kita tidak perlu melayani, karena kita beranggapan hal itu tidak akan berdampak apa-apa. Dan jangan kita berpikir kita terlalu muda atau kita terlalu tua. Ini sikap yang tidak menghargai kasih karunia Tuhan, sama seperti hamba yang beroleh satu talenta.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMelayani bisa apa saja dalam bentuk uang, tenaga, nasihat, doa, kata2 khidmat dan lain sebagainya, semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Bila kita belum bisa mengetahui karunia dan tanggung jawab untuk terlibat dalam pelayanan, kita bisa berdoa dan mohon pertolongan gembala atau teman seiman untuk dilibatkan dalam pelayanan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMelayani pekerjaan Tuhan itu tidak bisa dibuat asal saja. Kita harus berjanji dengan sungguh-sungguh dan hidup berpadanan dengan Kristus adalah hal yang dibutuhkan dalam pelayanan. Persekutuan dengan saudara-saudara seiman juga bisa membantu untuk tetap mengobarkan api kerinduan untuk melayani. Tanpa ini semua, seseorang tidak akan mampu bertahan dalam melayani Tuhan karena pasti ada cobaan-cobaan kecil dan besar yang mengganggu ketekunan kita. Terbentur sedikit saja masalah atau kesulitan, mengalami gesekan dengan saudara seiman, dan sebagainya, mereka mulai merasa malas dan ogah-ogahan dalam melayani Tuhan. Kita sebagai orang yang dipercaya dan dipilih oleh Yesus, yang masing-masing memperoleh karunia, mari kita melayani sesama sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDengan ini, akan ada jiwa-jiwa baru yang terpanggil untuk mengenal, percaya dan\u00a0 melayani Yesus.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSelamat melayani, Tuhan Yesus memberkati. Amin<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(MS25072020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk para pendeta yang masih harus melayani secara online Tuhan beri hikmat dan menolong setiap pesan yg dimaksud dapat diterima degan baik oleh masyarakat luas;<\/li>\n<li>Berdoa untuk para pengabar Injil kiranya setiap Firman yang disampaikan boleh dipenuhi Roh Kudus dan bisa menjadi berkat buat banyak orang;<\/li>\n<li>Tuhan menjamah setiap hati orang-orang yang melihat tayangan Khotbah tentang Kristus melalui TV, medsos, kiranya setiap orang boleh merasakan lahir baru atau  Jamahan Tuhan secara pribadi.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cLayanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah\u201d (1 Petrus 4:10) &nbsp; Pada setiap kesempatan kita ke gereja dalam ibadah, ada kerinduan kita untuk mendengarkan Firman Tuhan. Suatu waktu kita mendengarkan Firman Tuhan dari Gembala Sidang yang mendorong dan memotivasi jemaat untuk&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2842,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2839","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2839","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2839"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2841,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2839\/revisions\/2841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}