{"id":2823,"date":"2020-07-23T03:04:16","date_gmt":"2020-07-22T20:04:16","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2823"},"modified":"2020-07-23T08:44:55","modified_gmt":"2020-07-23T01:44:55","slug":"srhi-23-jul-20-pelayan-tuhan-adalah-orang-biasa-untuk-pekerjaan-luar-biasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/07\/23\/srhi-23-jul-20-pelayan-tuhan-adalah-orang-biasa-untuk-pekerjaan-luar-biasa\/","title":{"rendered":"SRHI 23 Jul 20 &#8211; PELAYAN TUHAN ADALAH ORANG BIASA UNTUK PEKERJAAN LUAR BIASA"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>\u201cBagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita\u201d <\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Efs. 3:20)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPara pelayan Tuhan semua bermula dari orang biasa. Namun oleh karena kemauan dan keberaniannya untuk menjadi pelayan Tuhan, maka Allah menghargainya dalam melakukan sesuatu yang bukan saja membuat orang lain heran, tetapi iapun sebagai pelayan Tuhan juga heran melihatnya, karena yang mengerjakan hal itu adalah Allah sendiri. Dalam Efesus 3:20 dikatakan bahwa Allah melakukan lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa-Nya yang bekerja dalam kita. Atau dengan kata lain, Allah melakukan sesuatu melalui kita orang biasa yang menurut ukuran manusia tidak bijak, tidak terpandang, yang hina, yang bodoh, dan yang lemah (1 Kor. 1:26-29). Seringkali manusia melihat penampilan luar kita, tetapi Allah selalu melihat hati seseorang yang biasa untuk mengerjakan pekerjaan yang luar biasa. Adapun ciri-ciri atau kualifikasi hati orang biasa yang mengerjakan pekerjaan luar biasa adalah sebagai berikut:\n<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Orang yang setia pada perkara-perkara kecil<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKebanyakan orang maunya langsung melakukan perkara-perkara yang besar dan berhasil serta tidak mau memulai sesuatu dari yang kecil. Orang seperti ini bisa dikatakan orang yang maunya sukses mendadak, padahal Tuhan Yesus berfirman bahwa perkara besar dimulai dari perkara kecil (Luk. 16:10).\n<\/p>\n<ol start=\"2\" style=\"text-align: justify;\">\n<li>Orang yang tidak mencuri kemuliaan Allah<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTidak ada satupun yang dibawa manusia ke dunia ini karena semua milik Allah. Dan salah satu alasan mengapa Allah memakai orang biasa untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa adalah supaya jangan ada yang memegahkan diri (1 Kor. 1:29). Kemegahan yang bukan pada kehebatan dan kuasa Allah adalah kejahatan (Yak. 4:16), sebab firman Tuhan katakan bahwa yang berhak menerima segala kehormatan dan kemuliaan adalah Allah (Yoh. 3:31) dan kemuliaan-Nya merupakan target hidup kita (1 Kor. 10:31).<\/p>\n<ol start=\"3\" style=\"text-align: justify;\">\n<li>Orang yang sabar dan tekun<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSemua pelayan Tuhan atau semua orang yang dipakai Tuhan adalah orang yang tidak langsung siap dipakai Tuhan, artinya ia harus siap diproses Tuhan dengan cara-Nya ibarat ranting yang mau berbuah lebat, harus bersedia dikerat dan dibersihkan supaya makin lebat buahnya. Dan jika kita ingin mengerjakan perkara-perkara besar, kita harus siap diproses oleh Tuhan dengan sabar dan tekun.<\/p>\n<ol start=\"4\" style=\"text-align: justify;\">\n<li>Orang yang mau menyelesaikan apa yang telah dimulai<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nAda beberapa orang yang bisa memulai sesuatu dengan baik tetapi tidak mampu menjalani proses hidup dan menyelesaikan dengan baik. Itu disebabkan karena terdorong oleh emosi yang besar atau terlalu yakin dengan apa yang dikatakan orang lain terhadap dirinya tentang sesuatu yang baik saja tanpa diuji kebenarannya terlebih dahulu (sehingga kita terlalu Percaya diri). Dan saat mereka menghadapi tantangan dan kesukaran, mereka menyerah. Dan tentu Allah tidak memakai orang yang demikian.<\/p>\n<ol start=\"5\" style=\"text-align: justify;\">\n<li>Orang yang memiliki hikmat Allah.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nBanyak orang memiliki karunia, tetapi mereka tidak memiliki hikmat apapun. Ada juga yang berhikmat tetapi tidak digunakannya. Padahal tanpa hikmat, kita tidak akan pernah berhasil dalam apapun juga termasuk pelayanan. Terlebih kita memerlukan hikmat dalam cara kita mengatur diri sendiri, seperti firman Tuhan katakan: <em>\u201cSebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan\u201d<\/em> (Efs. 5:17). Mari bersukacitalah senantiasa, kalau kita yang adalah orang biasa tetapi dipakai Allah untuk mengerjakan pekerjaan yang luar biasa yaitu menjadi pelayan Tuhan dan memberitakan firman Tuhan. Amin, Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP23072020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan karena anggota keluarganya terkena  Virus Corona, mereka tdk strees sebaliknya semakin mengandalkan Tuhan dan semakin berserah kepada Tuhan;<\/li>\n<li>Berdoa untuk Sekolah Minggu Gereja Baptis Kebayoran. Ketua, Wakil, Sekretaris, serta para ketua  bagian agar Tuhan memberi mereka  hikmat dalam memimpin dan melayani Sekolah Minggu;<\/li>\n<li>Berdoa untuk Para guru Sekolah Minggu khususnya Gereja Baptis Kebayoran. dapat lebih kreatif dalam mengajar dan  memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita\u201d (Efs. 3:20) &nbsp; Para pelayan Tuhan semua bermula dari orang biasa. Namun oleh karena kemauan dan keberaniannya untuk menjadi pelayan Tuhan, maka Allah menghargainya dalam melakukan sesuatu yang bukan saja&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2823","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2823","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2823"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2823\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2832,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2823\/revisions\/2832"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2823"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2823"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2823"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}