{"id":2813,"date":"2020-07-21T02:49:54","date_gmt":"2020-07-20T19:49:54","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2813"},"modified":"2020-07-20T22:00:16","modified_gmt":"2020-07-20T15:00:16","slug":"srhi-21-jul-20-menjadi-pelayan-adalah-menghargai-hal-yang-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/07\/21\/srhi-21-jul-20-menjadi-pelayan-adalah-menghargai-hal-yang-kecil\/","title":{"rendered":"SRHI 21 Jul 20 &#8211; MENJADI PELAYAN ADALAH MENGHARGAI HAL YANG KECIL"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>\u201cBarangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar\u201d <\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Luk. 16:10)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSegala sesuatu yang besar, selalu dimulai dari hal-hal yang kecil. Setiap kita yang sudah besar dan dewasa tidaklah serta merta berasal dari janin kecil seorang ibu. Sebatang pohon yang besar juga berasal dari suatu biji yang kecil, dan inipun juga diungkapkan oleh Tuhan Yesus Kristus bahwa, <em>\u201cMemang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya\u201d<\/em> (Mat. 13:32). Kita sebagai orang percaya, harus bersedia untuk memulai sesuatu dari perkara yang kecil. Mulailah dengan apa yang ada pada kita sesuai dengan kehendak dan pemberian Tuhan. Apa yang kita miliki atau apa yang ada pada kita adalah permulaan dari segala sesuatu yang akan kita miliki di masa yang akan datang. Janganlah seperti seseorang yang memiliki satu talenta dan menyimpannya di dalam tanah (Mat. 25:24-25). Mari kita pergunakan apapun yang Allah karuniakan kepada kita, dan jika kita menggunakan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita dengan benar, maka biarkan yang lain, yang mungkin lebih besar akan menyusul sehingga kita akan terkesima dan mengalami seperti yang diungkapkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus <em>\u201cTetapi seperti ada tertulis: Apa yang tidak pernah terlihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia\u201d<\/em> (1 Kor. 2:9).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus Kristus ketika di dunia memulai pelayanan-Nya dari sesuatu yang tidak stabil. Ia hidup selama tiga puluh tahun tanpa melakukan suatu mukjizatpun. Namun suatu saat, Ia memulai mukjizat-Nya yang pertama yaitu mengubah air menjadi anggur (Yoh. 2:8-10), dan setelahnya, mukjizat demi mukjizat yang lebih besar, dahsyat, hebat dilakukan-Nya sehingga banyak orang semakin takjub dan berkata: <em>\u201c\u2026 yang begini belum pernah kita lihat\u201d<\/em> (Mrk. 2:12). Beberapa contoh lain dalam kitab Perjanjian Lama antara lain: Daud dengan bermodalkan umban dan batu akhirnya ia menjadi raja Israel; Yusuf dijual sebagai budak, namun akhirnya menjadi Perdana Menteri di Mesir; Janda Sarfat dengan sedikit minyak dan tepung akhirnya mencukupi keperluannya dan Eli selama masa kelaparan. Apapun yang Tuhan telah percayakan kepada kita sekarang adalah cukup untuk mewujudkan apa yang Allah janjikan kepada kita di masa yang akan datang. Alkitab juga mengatakan bahwa barangsiapa yang memandang hina hal-hal kecil dan persitiwa-peristiwa yang kecil tidak akan beruntung <em>\u201cSebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel\u201d <\/em>(Za. 4:10).\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nMari kita renungkan kembali bahwa dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang stabil. Selalu ada yang harus diperbaiki, ditambah dan dilengkapi secara terus menerus termasuk dalam pelayanan kita. Itulah juga yang diungkapkan oleh nabi Yesaya <em>\u201cSebab harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini, tambah itu!\u201d<\/em> (Yes. 28:10). Oleh karena itu hargailah apa yang ada pada kita, karena apa yang ada pada kita adalah permulaan dari perkara-perkara besar di masa yang akan datang. Iniliah rumusan dari Allah yang tidak dapat kita sepelekan atau menolaknya. Kita harus taat pada apa yang Allah katakan, karena Dialah yang mengatur segala-galanya termasuk dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.<br \/>\n<em><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP21072020)<\/font><\/em>\n<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mengucap Syukur jemaat Gereja Baptis Kebayoran  dijauhkan dari Virus  Corona;<\/li>\n<li>Berdoa untuk orang-orang yang terinfeksi Virus Corona, kiranya Tuhan beri kekuatan dan kesembuhan yang sempurna;<\/li>\n<li>Berdoa untuk pelayan Tuhan dapat melayani dan berjiwa besar saat ada yang kritik  membangun.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cBarangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar\u201d (Luk. 16:10) &nbsp; Segala sesuatu yang besar, selalu dimulai dari hal-hal yang kecil. Setiap kita yang sudah besar dan dewasa tidaklah serta merta berasal dari janin kecil seorang ibu. Sebatang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2815,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2813"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2813\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2814,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2813\/revisions\/2814"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}