{"id":2239,"date":"2020-04-13T03:30:10","date_gmt":"2020-04-12T20:30:10","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2239"},"modified":"2020-04-12T20:58:05","modified_gmt":"2020-04-12T13:58:05","slug":"srhi-13-apr-20-kuat-dalam-goncangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/04\/13\/srhi-13-apr-20-kuat-dalam-goncangan\/","title":{"rendered":"SRHI 13 APR 20 &#8211; KUAT DALAM GONCANGAN"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>\u201cMaka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.\u201d<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Matius 28:2)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nDaya tahan antara orang satu dengan orang yang lain berbeda dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada di hadapannya. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya imannya, mentalnya, dukungan orang-orang terdekatnya, atau yang lainnya yang berasal dari turunan hal-hal tersebut. Daya tahan itu menentukan mampukah seseorang tersebut tetap eksis atau tidak dalam situasi tertekan.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPeristiwa kebangkitan Tuhan Yesus menyisakan pertanyaan besar, tentang daya tahan manusia terhadap peristiwa terjadinya gempa bumi di saat Tuhan Yesus bangkit. Saat itu penjaga-penjaga yang memang ditempatkan untuk menjaga kubur Yesus, ketakutan dan menjadi seperti orang mati\/pingsan (Mat. 28:4). Sementara perempuan-perempuan yang datang pagi-pagi buta itu, walaupun ketakutan tetapi tidak sampai pingsan. Pada waktu malaikat Tuhan menyapanya, ia mengerti dan dapat merespon dengan baik (Mat. 28:5-8). Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa daya tahan mental dan keberanian perempuan-perempuan di atas lebih baik dibandingkan dengan penjaga-penjaga yang adalah berjenis kelamin laki-laki, dan yang pasti telah terlatih dalam mental dan keberaniannya. Jawaban atas pertanyaan itu adalah masalah kedekatan dan kemauan yang sungguh-sungguh, artinya bagaimana kedekatan orng tersebut dengan sumber masalah yang mendasar yakni Tuhan Yesus yang dikuburkan dalam kubu batu itu, dan kemauan yang sungguh-sungguh untuk bertemu dengan sang Kristus yang kubur-Nya dijaga ketat itu. Di sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa orang yang dekat dengan Tuhan dan memiliki kemauan sungguh-sungguh bertemu dengan Tuhan, akan menunjukkan kekuatan yang luar biasa menghadapi masalah, tekanan, maupun penderitaan yang disebabkan oleh apapun juga, dibandingkan dengan yang tidak.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nJika kita rindu memiliki kekuatan istimewa dalam menghadapi situasi sekarang ini, maka yang harus kita lakukan adalah lebih mendekatkan diri kepada Tuhan yang adalah sumber kekuatan, dan kemauan yang sungguh-sungguh untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan. \u00a0Dengan kekuatan tersebut, atas kehendak-Nya kita tetap kuat menghadapi goncangan persoalan yang datang. Tuhan Yesus memberkati, Amin .<em ><font color=\"blue\" size=\"-1\">(RI13042020)<\/font><\/em>\n<\/p><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cMaka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.\u201d (Matius 28:2) &nbsp; Daya tahan antara orang satu dengan orang yang lain berbeda dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada di hadapannya. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya imannya, mentalnya, dukungan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2242,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2239","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2239","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2239"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2239\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2241,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2239\/revisions\/2241"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2239"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2239"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2239"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}