{"id":2177,"date":"2020-04-06T03:03:55","date_gmt":"2020-04-05T20:03:55","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2177"},"modified":"2020-04-05T22:31:23","modified_gmt":"2020-04-05T15:31:23","slug":"srhi-6-apr-20-tuhan-memerlukan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/04\/06\/srhi-6-apr-20-tuhan-memerlukan\/","title":{"rendered":"SRHI 6 APR 20 &#8211; TUHAN MEMERLUKAN"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>\u201c\u2026. Pergilah ke kampung yang di depan itu, dan di situ kamu akan menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jika ada orang yang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.\u201d<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Matius 21:1-3)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nUcapan Tuhan Ysus tersebut di atas, disampaikan kepada dua orang murid-Nya ketika perjalanan mereka telah dekat Yerusalem. Untuk apa keledai betina dan anaknya itu bagi Tuhan Yesus? Ternyata Tuhan Yesus menghendaki, saat memasuki Yerusalem nanti Ia akan naik keledai sementara Ia tahu persis orang banyak akan menyambut-Nya dengan sambutan yang luar biasa (Mat. 21:7-9). Apa makna di balik jawaban kepada setiap orang yang menanyakan\/menegor di saat dua orang murid-Nya mengambil keledai betina dan anaknya itu, \u201cTuhan memerlukan?\u201d\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nPeristiwa sengsara Tuhan Yesus diawali dengan suatu peristiwa yang sederhana, semacam penyambutan \u00a0masyarakat Yerusalem terhadap seorang yang diharapkan menjadi pemimpin mereka. Tuhan Yesus dengan naik keledai betina diiringi dengan anak keledai betina itu, banyak orang yang menghamparkan pakaiannya, memotong ranting-ranting pepohonan dan menyebarkannya di jalan. Mereka menyambut Tuhan Yesus bak seorang Raja sehabis menang perang. Keunikan yang terjadi adalah penyambutan bak sambutan kepada raja, tetapi yang disambutnya naik keledai betina. Keledai betina itu pun baru diambil di pinggir jalan yang sedang tertambat. Keledai itu diperlukan untuk menjadi tunggangan-Nya.\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nTuhan Yesus memerlukan keledai itu untuk menunjukkan kepada orang banyak bahwa Dia adalah pribadi yang sederhana, simple dan tidak mengada-ada. Ia bukanlah datang sebagai raja yang diharapkan banyak orang Yahudi demi kembalinya kembali kejayaan Israel, <strong>tapi ia datang untuk menjadi raja dalam hati setiap orang<\/strong>. Demikian juga kita bisa belajar dari peristiwa ini, bahwa kehadiran Tuhan memerlukan sarana yang tepat sesuai dengan firman Tuhan (Za. 9:9). Kehadiran Tuhan Yesus dalam hati setiap orang juga memerlukan sarana yang tepat sesuai dengan firman-Nya, <em>\u201cDan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: \u201cBetapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik.\u201d\u201d<\/em> (Rm. 10:15). <strong>Maukah engkau menjadi sarana Tuhan Yesus hadir dalam hati setiap orang?<\/strong> Tuhan Yesus memberkati.<em ><font color=\"blue\" size=\"-1\">(06042020)<\/font><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201c\u2026. Pergilah ke kampung yang di depan itu, dan di situ kamu akan menemukan seekor keledai betina tertambat dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Dan jika ada orang yang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.\u201d (Matius 21:1-3) &nbsp; Ucapan Tuhan Ysus tersebut di atas, disampaikan kepada&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2182,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2177","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2177"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2181,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2177\/revisions\/2181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}