{"id":2155,"date":"2020-04-04T03:40:25","date_gmt":"2020-04-03T20:40:25","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=2155"},"modified":"2020-04-04T12:46:09","modified_gmt":"2020-04-04T05:46:09","slug":"srhi-4-apr-20-aku-terlahir-dari-seorang-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2020\/04\/04\/srhi-4-apr-20-aku-terlahir-dari-seorang-wanita\/","title":{"rendered":"SRHI 4 APR 20-AKU TERLAHIR DARI SEORANG WANITA"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: center;\"><em>\u201cSeorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan anaknya, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia\u201d<\/em><\/h4>\n<h4 style=\"text-align: center;\">(Yohanes 16:21)<\/h4>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKelahiran seseorang dari rahim seorang ibu ke dunia identik dan kita kenal dengan sebutan hari ulang tahun. Dan tentunya bagi setiap kita yang berulang tahun pada umumnya akan mengalami sukacita dan bahagia yang sangat berbeda dengan hari-hari biasanya. Apa sebabnya? Oleh karena, di hari ulang tahun itu kita dapat berkumpul bersama keluarga kecil kita walaupun hanya sekedar untuk makan dan doa bersama; di hari ulang tahun kita banyak orang yang peduli dan memperhatikan kita dalam bentuk ucapan, doa, atau hadiah; di hari ulang tahun mungkin kita mampu berbagi dan mengadakan pesta dengan mengundang orang-orang yang kita kasihi. Namun dalam perenungan kita hari ini, semestinya yang harus membuat kita bisa bersukacita dan berbahagia di hari ulang tahun kita adalah bukan karena makanannya, ucapannya, pestanya, atau hadiah yang kita terima, melainkan karena kasih Tuhan Yesus Kristus yang telah menambahkan umur kepada kita serta karena kasih dan perjuangan dari seorang wanita yang mengandung dan melahirkan kita, yaitu ibu kita masing-masing seperti yang dikatakan dalam Yohanes 16:21 bahwa, <em>\u201cseorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan anaknya, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia\u201d.<\/em>\n<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nKita harus berterimakasih kepada Tuhan untuk seorang wanita, yaitu ibu yang baik dan yang melahirkan kita, karena dalam dunia yang egoistis dan serba materi ini, kita memerlukan seorang ibu yang saleh dan takut akan Tuhan untuk menopang dunia ini melalui doa dan kesalehan hidup mereka meskipun kita sudah berkeluarga dan tidak bersamanya lagi. Dalam Kitab Perjanjian Lama dikisahkan ada seorang wanita yang begitu mengasihi anaknya, wanita itu bernama Yokhebet ibu Musa, dimana ia tidak takut perintah dan ancaman seorang raja sekalipun (Kel. 1:16-22), asalkan ia dapat mempertahankan nyawa anaknya (Kel. 2:2; Ibr. 11:23) dan dengan demikian berarti ia mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk kebaikan dan keselamatan anaknya. Demikian pula dengan ibu kita, sadar atau tidak, mengakui atau tidak, sesungguhnya ibu kita telah berjuang bagi kebaikan dan keselamatan hidup kita di dunia. Oleh karena itu, mari kita sebagai anak harus selalu ingat dan tetap menaruh hormat kepada ibu yang melahirkan kita walaupun seorang ibu mungkin sangat dominan dibandingkan seorang ayah dalam kehidupan anak-anaknya karena sejak usia dini anak-anak lebih lama bersama ibunya daripada orang lain, dimana bayi berbulan-bulan telah berada di dalam kandungan ibunya dan setelah lahir berbulan-bulan juga berada dalam pelukan atau rangkulan seorang ibu daripada orang lain (Mzm. 22:9; Kel. 2:7); dan naluri seorang ibu lebih memanjakan anaknya daripada orang lain (1 Sam. 2:19; Yes. 49:15), sehingga sangat tepat jika ada peribahasa yang mengatakan bahwa \u201ckasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah\u201d, yang artinya kasih ibu kepada anak itu tidak ada batasnya walaupun kasih anak ke ibu itu ada batasnya. Dan tentunya sangat disayangkan jikalau kita mendengar berita atau menemukan seorang anak yang jahat terhadap ibunya, malu mengakui ibunya karena keterbatasan dan kekurangannya, anak membunuh ibu kandungnya, suami merendahkan istrinya, laki-laki menganggap rendah dan melecehkan wanita, maka berdosalah ia karena kita semua terlahir dari seorang wanita. Tuhan Yesus memberkati kita. <em ><font color=\"blue\" size=\"-1\">(AP04042020)<\/font><\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSeorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan anaknya, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia\u201d (Yohanes 16:21) &nbsp; Kelahiran seseorang dari rahim seorang ibu ke dunia identik dan kita kenal dengan sebutan hari ulang tahun. Dan tentunya bagi setiap kita yang berulang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":2162,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-2155","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2155","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2155"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2155\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2165,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2155\/revisions\/2165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2155"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2155"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2155"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}