{"id":1830,"date":"2019-10-29T12:59:03","date_gmt":"2019-10-29T05:59:03","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1830"},"modified":"2019-10-29T12:59:03","modified_gmt":"2019-10-29T05:59:03","slug":"renungan-buletin-minggu-ketiga-okt19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/10\/29\/renungan-buletin-minggu-ketiga-okt19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU KETIGA OKT\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>BERSAKSI MELALUI TINDAKAN NYATA<br \/>\n<\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=kis%2028:1-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>(Kis. 28:1-10)<br \/>\n<\/strong><\/a><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bersaksi merupakan tanggung jawab setiap anak Tuhan, karena itu wajib dilakukannya. Dalam bersaksi pastilah akan menghadapi tantangan-tantangan baik yang datang dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Namun demikian kewajiban tetaplah kewajiban yang harus dilaksanakan. Di sinilah diperlukan adanya kearifan, tekad, semangat, kesadaran dan hikmat dari Tuhan dalam merencanakan dan melaksanakan kewajiban tersebut di atas. Artinya dalam kondisi apapun, baik atau tidak baik, susah atau senang, secara manusia mungkin atau tidak mungkin, kewajiban haruslah tetap dilaksanakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paulus memberi contoh yang jelas melaksanakan kewajiban \u201cbersaksi\u201d dengan baik dalam kondisi yang sangat kurang baik dan dalam kondisi yang sangat susah. Kisah Para Rasul 28:1-10 menceritakan bahwa dalam kondisi susah dan kurang baik Paulus tetap melaksanakan kewajibannya bersaksi. Dari pembacaan itu, kita dapat belajar bahwa Paulus bersaksi melalui tindakan nyata. Sekurang-kurangnya ada tiga hal yang dilakukan Paulus dalam bersaksi melalui tindakan nyata, yakni :<\/p>\n<ul>\n<li>1. Paulus tidak dapat berdiam diri tanpa melakukan sesuatu. \u201cKetika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkan di atas api, \u2026..\u201d (Kis. 28:3). Paulus sampai ke P Malta karena kapal yang ditumpanginya kandas. Dengan susah payah akhirnya seluruh penumpang dapat selamat sampai pulau Malta tersebut. Karena cuaca dingin dan mereka baru keluar dari laut, maka penduduk Malta yang ramah dan baik hati menyalakan api untuk memanaskan badan mereka. Di sinilah Paulus sebagai seorang hamba Tuhan melakukan tindakan kecil tetapi menunjukkan jati dirinya sebagai seorang saksi, dengan tindakan nyata melakukan kewajiban \u201cbersaksi.\u201d Hal ini patut kita teladani, sebab dia bisa beralasan sebagai korban yang pasti kelelahan, tidak perlu ikut-ikutan mengumpulkan ranting-ranting kayu untuk dibakar. Paulus tidak mau tinggal diam, dengan tindakan nyata sekecil apapun dia melakukan susuatu yang berguna untuk orang lain.<\/li>\n<li>2. Paulus secara tidak langsung menyatakan kuasa Tuhan melalui apa yang dikerjakan. \u201cKetika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkan di atas api, keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.\u201d (Kis. 28:3). Rupanya apa yang dilakukan Paulus sekalipun kecil, beresiko. Dalam keikutsertaannya mengumpulkan kayu bakar ia digigit ular beludak. Anggapan penduduk Malta, Paulus pastilah orang jahat\/pembunuh, karena sekalipun Paulus bebas dari ganasnya lautan pasti tidak akan dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan, sehingga Dewi Kedilan itu mengirimkan ular beludak untuk membunuh Paulus. Tetapi setelah menunggu lama, gigitan ular itu tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap tubuh Paulus, maka penduduk Malta menganggap Paulus sebagai seorang dewa. (Kis. 28:4-6). Secara tidak langsung dengan apa yang dilakukannya, Paulus menyatakan kuasa Tuhan, tidak mati akibat gigitan ular beludak itu. Ini kesaksian melalui tindakan nyata yang berdampak secara langsung bagi masyarakat.<\/li>\n<li>3. Paulus bersaksi dengan berdoa, kuasa Tuhan mengabulkan doa-doanya dalam menyembuhkan orang sakit. \u201cKetika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan desentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangannya ke atasnya dan menyembuhkan dia.\u201d (Kis. 28:8). Kesempatan lebih jauh lagi Paulus lakukan dengan mendoakan ayah gubernur Malta (Publius) dan masyarakat yang lain. Berkat kuasa Tuhan mereka disembuhkan. Ini merupakan tindakan nyata yang dilakukan seorang anak Tuhan, dan Tuhan berkenan mengabulkan doanya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paulus telah memberi contoh bagaimana dengan tindakan nyata bersaksi tentang kuasa dan kasih Allah kepada umat manusia. Marilah kita teladani Paulus dengan melakukan kesaksian-kesaksian hidup melalui tindakan nyata kita. Yakinlah Tuhan pasti menyertai kita dan memberi pengalaman yang indah di saat kita bersaksi. Tuhan memberkati, Amin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERSAKSI MELALUI TINDAKAN NYATA (Kis. 28:1-10) &nbsp; Bersaksi merupakan tanggung jawab setiap anak Tuhan, karena itu wajib dilakukannya. Dalam bersaksi pastilah akan menghadapi tantangan-tantangan baik yang datang dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Namun demikian kewajiban tetaplah kewajiban yang harus dilaksanakan. Di sinilah diperlukan adanya kearifan, tekad, semangat, kesadaran dan hikmat dari Tuhan dalam&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1830","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1830"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1835,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1830\/revisions\/1835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}