{"id":1812,"date":"2019-10-22T14:51:43","date_gmt":"2019-10-22T07:51:43","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1812"},"modified":"2019-10-22T14:52:02","modified_gmt":"2019-10-22T07:52:02","slug":"renungan-buletin-minggu-keempat-sep19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/10\/22\/renungan-buletin-minggu-keempat-sep19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU KEEMPAT SEP\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: left;\"><strong>BERSUKACITA KARENA MENGINGAT ENGKAU<br \/>\n<\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: left;\"><a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=filipi%201:3-11\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>(Flp. 1:3-11)<br \/>\n<\/strong><\/a><\/h1>\n<p><\/br><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Persahabatan sejati tidak dapat dipisahkan dari perasaan sukacita walaupun dalam kondisi kurang menyenangkan, pada saat di lokasi yang sama maupun di saat berjauhan. Pada saat dekat, ada saja bahan yang diperbincangkan sehingga ngobrol berlama-lama tidak kekurangan bahan pembicaraan. Pada saat berjauhan, dipisahkan oleh jarak yang tidak mungkin bisa ngobrol secara langsung, namun komunikasi dapat dilakukan lewat surat-menyurat, telpon maupun sarana media social yang menjamur sekarang ini. <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi \u2013 yang sering dikatakan sebagai surat sukacita &#8211; , Paulus mengungkapkan rasa sukacita yang sesungguhnya karena apa yang terjadi pada jemaat di Filipi. LIhatlah perkataan Paulus ini, \u201cAku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.\u201d (Flp. 1:3-4). Ketika kita mengingat orang, tidak semua dapat menimbulkan rasa syukur dan sukacita di hati, hanya orang-orang tertentu saja yang membuat kita sukacita saat mengingatnya dan saat mendoakannya. Karena begitu                                               sukacitanya maka Paulus mengatakan dengan tegas, \u201c\u2026. kamu ada dalam hatiku \u2026. \u201d (Flp. 1:7) dan \u201c\u2026. ,aku dengan kasih mesra merindukan kamu sekalian\u201d (Flp. 1:8). Mengapa Paulus sampai demikian sukacitanya? Ada beberapa alasan untuk menjawab pertanyaan itu yakni, 1). Jemaat di Filipi membantu Paulus dalam menyebarkan Kabar Baik (Injil) dari Allah (Flp. 1:5). Untuk itu Paulus mengucapkan rasa syukur dan terima kasih karena apa yang dilakukan jemaat Filipi sangat menolong dan memperlancar pekerjaan pengabaran Injil Tuhan. Paulus meyakini bahwa apa yang dilakukan jemaat Filipi iti , Allah yang memulainya, dan Allah pulalah yang akan meneruskan sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 2). Jemaat di Filipi telah mendapat bagian dalam kasih karunia Allah, di sat Paulus dipenjara maupun di saat Paulus meneguhkan Berita Injil. (Flp. 1:8). Di sini jelas sekali apa yang dilakukan jemaat Filipi tersebut kepada Paulus, yakni mereka menolong Paulus di saat dalam kondisi menyedihkan di penjara, maupun pertolongan jemaat Filipi di saat Paulus dengan semangat sedang mengabarkan Injil di berbagai penjuru dunia. Dua alasan tersebut membuat Paulus selalu bersukacita di waktu ingat dan di saat mendoakan jemaat Filipi. Surat kiriman Paulus kepada jemaat Filipi memang dikenal sebagai surat penggembalaan yang penuh dengan sukacita. Itulah sebabnya Paulus sangat berharap agar merekamelimpah dalam pengetahuan yang benar, sehingga mereka dapat memilih apa yang baik yang berdampak pada kemurnian mereka, dan mereka penuh dengan buah kebenaran. (Flp. 1:9-11).   <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari penjelasan tersebut di atas, jelaslah bahwa kita dapat bersukacita di waktu mengingat sahabat atau kolega kita, di waktu mendoakan mereka. Tetapi tidak semua orang membuat kita sukacita, hanya orang-orang special yang dapat membuat sukacita. Kalau kita dapat menjadikan semua orang special dalam hidup kita, maka kita pun akan bersukacita saat mengingatnya, saat mendoakannya. Persoalannya adalah bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Hal itu bisa terjadi sepanjang kita mampu menganggap bahwa semua orang itu baik dan berguna bagi kita sekalipun kenyataannya tidak demikian. Untuk itu diperlukan adanya kepekaan rohani dalam mengamalkan perintah-perintah Tuhan dan berusaha hidup benar di hadapan manusia dan di hadapan Tuhan. Ingatlah hal-hal yang baik dan menyenangkan di saat ingat orang yang tidak menyenangkan hidup kita. TUhan memberkati, Amin. <\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERSUKACITA KARENA MENGINGAT ENGKAU (Flp. 1:3-11) Persahabatan sejati tidak dapat dipisahkan dari perasaan sukacita walaupun dalam kondisi kurang menyenangkan, pada saat di lokasi yang sama maupun di saat berjauhan. Pada saat dekat, ada saja bahan yang diperbincangkan sehingga ngobrol berlama-lama tidak kekurangan bahan pembicaraan. Pada saat berjauhan, dipisahkan oleh jarak yang tidak mungkin bisa ngobrol&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1816,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1812"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1812\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1818,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1812\/revisions\/1818"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}