{"id":1809,"date":"2019-10-22T14:45:52","date_gmt":"2019-10-22T07:45:52","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1809"},"modified":"2019-10-22T14:45:52","modified_gmt":"2019-10-22T07:45:52","slug":"renungan-buletin-minggu-ketiga-sep19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/10\/22\/renungan-buletin-minggu-ketiga-sep19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU KETIGA SEP\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: left;\"><strong>BERSUKACITA KARENA MELAYANI-NYA<br \/>\n<\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: left;\"><a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=kis%208:26-40\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>(Kis. 8:26-40)<br \/>\n<\/strong><\/a><\/h1>\n<p><\/br><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemahaman mengenai kata \u201cmelayani\u201d sangatlah banyak, tergantung konteks dari kalimat yang mengikutinya. Misalnya, Pelayan restoran itu melayani tamu restoran dengan sungguh-sungguh dan penuh sukacita. Kata \u201cmelayani\u201c dalam kalimat tersebut berarti mempersilakan masuk, menyodorkan daftar makanan untuk dipesannya, menyiapkan makanan dan menyajikan makanan pesanan tersebut. Dalam kalimat lain misalnya, Hamba Tuhan itu sedang melayani firman Tuhan dalam ibadah hari ini. Kata \u201cmelayani\u201d dalam kalimat ini berarti menyampaikan firman Tuhan atau berkhotbah. <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks Kisaha Para Rasul 8:26-40 yang menjadi perikop khotbahhari ini, dapat dikatakan Filipus melayani sida-sida dari Etiopia. Melayani di sini berarti apa yang dilakukan Filipus kepada sida-sida tersebut. Yang dilakukan Filipus adalah bertanya, menjelaskan apa yang dibacanya dn membaptiskan sida-sida itu. Kita dapat meyakini pada waktu Filipus mendapat perintah untuk melayani seperti tertulis dalam Kis. 8:26, \u201cKemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus: \u201cBangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.\u201d Jalan itu jalan yang sunyi.\u201d  Terhadap sabda Tuhan itu, Filipus dengan cepat merespon, dengan secepatnya pergi ke arah yang difirmankan tersebut. Ini menunjukkan bahwa Filipus penuh dengan semangat dan sukacita dalam melaksanakan firman Tuhan, walaupun belum tahu apa yang harus dikerjakan selanjutnya dalam perjalanan itu, walaupun ia tahu bahwa jalan yang akan dilewatinya itu jalan sunyi . Terlebih setelah dalam perjalanan itu, ia melihat satu kereta yang akhirnya diketahuinya membawa seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake ratu negeri Etiopia. \u201cLalu Roh berkata kepada Filipus: \u201cPergilah ke situ dan dekatilah kereta itu.\u201d\u201d (Kis. 8:29). Dengan semangat dan sukacita pula Filipus melaksanakan kata Roh itu. Akhirnya Filipus berkesempatan memberitakan Injil (Kabar Baik) dengan semangat dan penuh sukacita kepada sida-sida Etiopia itu bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah yang menjadi Tuhan dan Juru selamat orang yang percaya kepada-Nya (Kis. 8:34-35). Hasil pemberiaan firman itu sangat luar biasa, sida-sida Etiopia tersebut menjadi percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, bahkan meminta diri untuk dibaptiskan pada saat melihat ada kolam di samping jalan yang dilewatinya. Maka Filipus pun dengan semangat dan penuh sukacita membaptiskan sida-sida itu (Kis. 8:36-38). \u201cLalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia (Kis. 4:38). <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketaatan seorang Filipus yang penuh semangat melaksanakan perintah Tuhan, melakukan pelayanan seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, membuat sukacita yang tak terkatakan tanpa memperhatikan dahulu hasil pelayanan itu. Yang ada dalam hati dan pikiran Filipus adalah melayani Tuhan. Ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan yang tidak disia-siakan. Pelayanan yang dilakukan dengan sukacita akan meyebabkan hal yang luar biasa, lihatlah apa yang dialami sida-sida Etiopia tersebut. \u201cDan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.\u201d (Kis. 8:39). Pelayanan yang dilakukan dengan semangat dan penuh sukacita, menjadikan orang yang dilayaninya mendapatkan berkat luar biasa dan menikmati sukacita dalam perjalanan hidup selanjutnya.  Inilah sukacita ganda, yang melayani maupun yang dilayani. Tuhan Yesus memberkati, Amin. <\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BERSUKACITA KARENA MELAYANI-NYA (Kis. 8:26-40) Pemahaman mengenai kata \u201cmelayani\u201d sangatlah banyak, tergantung konteks dari kalimat yang mengikutinya. Misalnya, Pelayan restoran itu melayani tamu restoran dengan sungguh-sungguh dan penuh sukacita. Kata \u201cmelayani\u201c dalam kalimat tersebut berarti mempersilakan masuk, menyodorkan daftar makanan untuk dipesannya, menyiapkan makanan dan menyajikan makanan pesanan tersebut. Dalam kalimat lain misalnya, Hamba Tuhan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1813,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1809"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1809\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1811,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1809\/revisions\/1811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}