{"id":1746,"date":"2019-07-03T12:19:43","date_gmt":"2019-07-03T05:19:43","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1746"},"modified":"2019-07-03T12:19:43","modified_gmt":"2019-07-03T05:19:43","slug":"renungan-buletin-minggu-kelima-jun19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/07\/03\/renungan-buletin-minggu-kelima-jun19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU KELIMA JUN\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>KESABARAN MENJAUHKAN BENCANA <\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>(1 Sam. 24:1-13)<\/strong><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bencana adalah sesuatu yang menyababkan\/menimbulkan kesusahan, kerugian atau penderitaan bagi orang yang terkena bencana itu. Misalnya bencana gunung meletus, bencana banjir, bencana tanah longsor, bencana kecelakaan dan lain-lain. Di sini dapat dilihat penyebab bencana itu bisa karena alam (dari luar), bisa datang dari dalam artinya disebabkan karena ulah yang terkena bencana itu. Misalnya, karena ngebut seseorang mengalami kecelakaan, karena membuang sampah sembarangan seseorang bisa berdampak kebanjiran. Apakah ada hubungan antara bencana dengan kesabaran? Jelas ada hubungannya, mari kita belajar dari satu peristiwa besar antara Daud dan Saul di padang gurun En Gedi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita mengerti, bahwa setelah Saul ditolak Tuhan sebagai raja karena ketidaksabarannya (1Sam. 13:8-14), Daud kemudian diurapi menjadi raja Israel yang akan menggantikan Saul (1 Sam. 16:11-13). Namun setelah itu Daud tidak serta merta datang ke istana kerajaan sebagai raja, tetapi ia datang sebagai pemain musik (kecapi) yang berfungsi untuk meredakan kemarahan raja Saul bila sedang diganggu roh jahat (1 Sam. 16:14-23). Mula pertama kehadiran Daud menyenangkan hati Saul, apalagi setelah Daud berhasil mengalahkan Goliat, raksasa Filistin itu (1 Sam. 17:48-50), namun kemudian Saul benci kepada Daud oleh karena nama besarnya makin tergerus dengan kehadiran Daud. Hal ini nampak jelas ketika sepulang dari mengalahkan orang Filistin orang banyak mengelu-elukan Daud dengan mengatakan \u2018Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa\/berpuluh-puluhribu .\u2019 (1 Sam. 18:6-9). Itulah sebabnya Saul akhirnya menyadari bahwa Daud lah yang akan menggantikannya sebagai raja Isarael. Kesadaran ini semakin menambah kebenciannya, sehingga ia dengan segala upaya berusaha menyingkirkan Daud. Pada waktu Saul diganggu roh jahat, ia melempar tombak ke arah Daud dua kali, besyukur Daud dapat mengelak sehingga selamat dari peristiwa tersebut (1 Sam. 18:10-11; 19:9-10)), kemudian secara terang-terangan di hadapan anaknya (Yonatan), ia mengatakan Daud harus dibunuh. Tetapi karena persahabatannya , Yonatan memberitahu Daud  keinginan ayahnya itu, akhirnya Daud selamat dengan keluar dari istana, melarikan diri dari hadapan Saul (1 Sam. 19:1-3,9-10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pelariannya, Daud sabar menghadapinya, tidak emosi, tidak marah, tidak dendam kepada Saul. Pada saat dalam pelarian di En Gedi, yang terus dikejar-kejar Saul, Daud berkesempatan membunuh Saul ketika sama-sama di dalam sebuah gua, di mana Saul tidak mengetahui keberadaan Daud di gua tersebut. Sekalipun diprovokasi orang-orang yang menyertainya, Daud sabar dan tidak gegabah dalam bertindak. Ia tidak mau menjamah (menyerang, melukai bahkan membunuh) orang yang diurapi Tuhan, dan ia juga mencegah sahabat-sabahat yang setia kepadanya untuk tidak menyerang Saul. (1 Sam. 24:5-8). Lalu apa yang diperoleh Daud dengan bertindak seperti itu? Apa yang dilakukan Daud menyadarkan Saul akan kesalahan yang dilakukannya, ia dengan suara nyaring menangis di hadapan Daud dan banyak anak buahnya (1 Sam. 24:18). Pada akhirnya terjadi kesepakatan di antara mereka bahwa Daud akan menjadi raja Israel, sementara Daud tidak akan melenyapkan keturunan Saul (1 Sam. 24:21-23). Pada akhirnya kita mengetahui Daud menjadi raja Israel dan keturunannya memerintah Israel dalam waktu yang cukup lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yakinlah apa yang dilakukan Daud menjadikan ia dan keturunannya menjadi raja Israel sekalipun berat perjuangan untuk mencapainya. Kesabaran adalah kunci dapat menjauhkan diri dari bencana yang datang dari dalam maupun datang dari luar, juga merupakan kunci untuk mencapai sukses dalam kehidupan kita. \u201cJika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar\u201d (Pkh. 10:4). Selamat menjadi orang yang semakin sabar, Tuhan memberkati kita semua, Amin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KESABARAN MENJAUHKAN BENCANA (1 Sam. 24:1-13) Bencana adalah sesuatu yang menyababkan\/menimbulkan kesusahan, kerugian atau penderitaan bagi orang yang terkena bencana itu. Misalnya bencana gunung meletus, bencana banjir, bencana tanah longsor, bencana kecelakaan dan lain-lain. Di sini dapat dilihat penyebab bencana itu bisa karena alam (dari luar), bisa datang dari dalam artinya disebabkan karena ulah yang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1750,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1746"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1749,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1746\/revisions\/1749"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}