{"id":1689,"date":"2019-05-25T12:54:30","date_gmt":"2019-05-25T05:54:30","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1689"},"modified":"2019-05-25T13:08:46","modified_gmt":"2019-05-25T06:08:46","slug":"renungan-buletin-minggu-keempat-mei19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/05\/25\/renungan-buletin-minggu-keempat-mei19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU KEEMPAT MEI\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>TEKAD VS TANTANGAN <\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><strong><a href=\"http:\/\/alkitab.sabda.org\/passage.php?passage=yohanes%2013:36-38\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">(Yoh. 13:36-38)<\/a><\/strong><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena semangat dan dorongan yang luar biasa, seseorang dapat mengucapkan janji, sumpah, tekad yang membara untuk melakukan sesuatu. Hal ini sah-sah saja, tidak ada orang yang melarang, tetapi hendaknya orang yang akan mengucapkannya itu perlu berpikir 2-3 kali apakah dapat mempertahankan janji, sumpah, tekadnya itu sepanjang waktu. Mengapa demikian? Karena dalam perjalanan waktu berikutnya pasti ada masalah, persoalan, ujian yang kemungkinan dapat menghambat usaha untuk mewujudkan tekad tersebut. Jangan sampai dirinya dibuat malu oleh perbuatannya sendiri yang tidak dapat memenuhi tekadnya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam bacaan Yohanes 13:36-36 disebutkan, Petrus yang sebelumnya diberitahu Tuhan Yesus bahwa tidak lama lagi Dia tidak akan bersama-sama dengan para murid. Murid-murid akan mencari-Nya tetapi tidak akan menemukan, tidak akan dapat datang menemuni-Nya (13:33). Simon Petrus menjawab dengan tegas dan lugas dengan mengatakan, <em>\u201c\u2026. Tuhan mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu\u201d<\/em> (13:37). Ini adalah pernyataan sikap dan tekad yang luar biasa dari seorang Petrus, yang rela berbuat apa saja, bahkan nyawa pun diserahkan. Petrus adalah salah seorang murid yang paling cekatan dan cepat bertindak dalam setiap persoalan yang terjadi. Namun Petrus yang memiliki semangat luar biasa itu tidak pernah memikirkan perjalanan yang akan dilewati sepanjang hidupnya akan banyak menghadapi tantangan yang luar biasa untuk mewujudkan tekadnya tersebut. Tuhan Yesus sendiri tahu persis apa yang akan dilakukan Petrus berikutnya di saat menghadapi tantangan yang mahadasyat dalam mewujudkan tekadnya. Karena itu Dia menegor keberaniannya itu dengan mengatakan,\u201dJawab Yesus: <em>\u201cNyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali\u201d<\/em> (13:38).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang dinyatakan Tuhan Yesus terbukti. Pada waktu Tuhan Yesus ditangkap, Petrus masih menunjukkan tekad yang semula. Dengan keberaniannya ia memotong daun telinga hamba Imam Besar yang bernama Malkhus (Yoh. 18:10). Pada waktu Tuhan Yesus dibawa di hadapan Hanas Imam Besar pada saat itu, Petrus diam-diam mengikuti-Nya sekalipun tidak masuk ke rumah Imam Besar, sementara murid-murid yang lain sudah pergi entah ke mana ( Yoh. 18:15-16). Ketika Petrus ditanya langsung oleh hamba perempuan Imam Besar dan orang-orang yang ada di situ, bukankah engkau juga seorang murid-Nya, sebanyak tiga kali, Petrus menjawab \u201cbukan\u201d yang berarti telah menyangkal-Nya tiga kali (Yoh. 18:17,25,26). Lihatlah rentetan peristiwa di atas, mula-mula Petrus masih tegar dengan tekadnya, lalu mengikuti-Nya secara sembunyi-sembunyi dan akhirnya menyangkal-Nya. Rupanya tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan tekadnya, Petrus mengalami penurunan dari waktu ke waktu seiring dengan kuatnya tantangan yang dihadapinya, sehingga terjadi apa yang diucapkan Tuhan Yesus soal penyangkalannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbicara mengenai \u201ctekad\u201d akan selalu diperhadapkan dengan \u201ctantangan\u201d yang akan dihadapi untuk mewujudkan tekad itu. Pada umumnya semakin berat beban tantangan yang dihadapi, makin berkurang usaha mewujudkan tekadnya. Tetapi bersyukurlah jika kita tidak akan berkurang semangat mewujudkan tekad walau semakin berat tantangan yang kita hadapi. Satu hal lagi yang dapat kita pelajari dari Petrus adalah memang semula Petrus berat menghadapi tantangan, tetapi seiring dengan waktu yang terus berjalan dan seiring dengan semakin kokohnya iman yang dimiliki, akhirnya Petrus mampu mewujudkan tekadnya, dengan melihat bagaimana ia mati disalib dengan kepala di bawah karena mempertahankan imannya.\u00a0 Marilah kita bertekad bulat mengikut dan melayani Tuhan Yesus sekalipun berat tantangan yang kita hadapi. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<\/p>\n<p><\/BR><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEKAD VS TANTANGAN (Yoh. 13:36-38) &nbsp; Karena semangat dan dorongan yang luar biasa, seseorang dapat mengucapkan janji, sumpah, tekad yang membara untuk melakukan sesuatu. Hal ini sah-sah saja, tidak ada orang yang melarang, tetapi hendaknya orang yang akan mengucapkannya itu perlu berpikir 2-3 kali apakah dapat mempertahankan janji, sumpah, tekadnya itu sepanjang waktu. Mengapa demikian?&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1694,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1689","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1689","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1689"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1689\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1695,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1689\/revisions\/1695"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1689"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1689"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1689"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}