{"id":1681,"date":"2019-05-11T21:07:26","date_gmt":"2019-05-11T14:07:26","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1681"},"modified":"2019-05-11T21:07:26","modified_gmt":"2019-05-11T14:07:26","slug":"renungan-buletin-minggu-kedua-mei19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/05\/11\/renungan-buletin-minggu-kedua-mei19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU KEDUA MEI\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>ANGIN DAN DANAU PUN TAAT KEPADA-NYA<\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>(MRK. 4:35-41)<\/strong><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cuaca yang buruk dapat menghasilkan angin puting beliung yang mendatangkan bencana. Rumah roboh, nyawa melayang, dan bencana hidup lainnya. Namun cuaca yang buruk menciptakan kayu yang bermutu, yang dijual dengan harga mahal. Demikianlah dengan kehidupan kita ini. Kita tidak senang dengan angin ribut kehidupan, tetapi tidak ada sesuatupun yang dikerjakan Allah atau sesuatu yang terjadi atas ijin Allah tanpa tujuan. \u201cMemang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatihnya\u201d (Ibr. 12:11). Ilustrasi dan kebenaran firman Tuhan di atas adalah tepat jika dihubungkan dengan kisah yang terjadi dan dialami Tuhan Yesus bersama dengan murid-murid-Nya ketika menyeberangi danau Galelia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Markus 4:35-41 ini menceritakan bahwa ketika Tuhan Yesus selesai berkhotbah, menyembuhkan banyak orang, dan mengajar tentang firman Allah dan hendak melanjutkan perjalanan pelayanan-Nya, Ia bersama murid-murid-Nya naik sebuah perahu dan pergi ke seberang Danau Galelia. Biasanya danau Galelia yang tidak terlalu luas, karena panjangnya sekitar 8,4 kilometer dan lebarnya 4,8 kilometer adalah tenang dan teduh namun karena dikelilingi oleh gunung-gunung dan lembah, seringkali ada angin ribut yang datang dengan tiba-tiba. Hal inilah yang terjadi pada waktu itu. Ketika angin ribut mengamuk bahkan air laut sudah masuk perahu dan hamper tenggelam, para murid mengalami ketakutan dan membangunkan Tuhan Yesus yang pada waktu itu sedang tertidur pulas di buritan kapal. Namun dengan perintah-Nya, angin ribut dan danau itu taat kepada-Nya dan menjadi tenang. Kemudian Yesus menghardik para murid-Nya sebab kurangnya iman mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari peristiwa tersebut di atas, memberikan pengajaran dan pemahaman yang sangat dalam kepada kita semua bahwa sekalipun kita percaya dan hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus, bukan berarti hidup kita tanpa persoalan serta tanpa rasa takut dan kuatir (Mrk. 4:37-38). Tetapi jika persoalan yang terjadi dalam kehidupan kita dihadapi dengan tidak panik, takut, dan tidak meragukan kuasa Tuhan Yesus (ay. 38) dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus dengan penuh iman bahwa Ia sanggup melakukan segala sesuatu dan percaya bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi (ay. 40-41), maka semuanya pasti akan teratasi sesuai dengan kehendak-Nya (ay. 39). <\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, masalah apapun, dan kuasa apapun di luar kuasa Allah dapat kita hadapi jika Allah ada di hati kita melalui firman-Nya dan jika kita percaya penuh kepada Tuhan Yesus bahwa Ia berkuasa atas alam, penyakit, dosa, dan maut. Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati. Amin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANGIN DAN DANAU PUN TAAT KEPADA-NYA (MRK. 4:35-41) &nbsp; Cuaca yang buruk dapat menghasilkan angin puting beliung yang mendatangkan bencana. Rumah roboh, nyawa melayang, dan bencana hidup lainnya. Namun cuaca yang buruk menciptakan kayu yang bermutu, yang dijual dengan harga mahal. Demikianlah dengan kehidupan kita ini. Kita tidak senang dengan angin ribut kehidupan, tetapi tidak&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1683,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1681","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1681","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1681"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1684,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1681\/revisions\/1684"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}