{"id":1677,"date":"2019-05-04T16:00:34","date_gmt":"2019-05-04T09:00:34","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1677"},"modified":"2019-05-04T16:00:34","modified_gmt":"2019-05-04T09:00:34","slug":"renungan-buletin-minggu-pertama-mei19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/05\/04\/renungan-buletin-minggu-pertama-mei19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU PERTAMA MEI\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>PENYEMBUHAN PADA HARI SABAT<\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>(Mat. 12:9-15a)<\/strong><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masalah bekerja pada hari Minggu sering menjadi perdebatan yang tidak henti-hentinya dari kalangan anak-anak Tuhan, baik mereka yang dapat dikategorikan mengerti Alkitab maupun mereka yang hanya sedikit mengenal Alkitab. Persoalannya adalah bolehkan bekerja pada hari Minggu? Sementara satu dari sepuluh Hukum Taurat mengatakan dengan jelas \u201cIngatlah dan kuduskanlah hari Sabat\u201d ( Kel. 20:8). Persoalan ini menjadi alat bagi orang-orang Yahudi yang tidak senang akan pelayanan Tuhan Yesus untuk menyingkirkan-Nya. Bagaimana sikap kita menanggapi hal yang demikian, dan apa yang harus kita lakukan pada hari Minggu, hari yang dipilih Tuhan Yesus untuk bertemu dengan murid-murid-Nya setelah kebangkitan-Nya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Orang Yahudi memiliki keterikatan yang kuat dengan Hukum Taurat. Salah satu di antaranya adalah memegang teguh keyakinan bahwa pada hari Sabat seseorang tidak boleh melakukan pekerjaan. Semua harus beristirahat dan menguduskannya. Sampai-sampai pernah terjadi saat Yerusalem dikepung oleh musuh pada hari Sabat, mereka tetap tidak mau menahan serangan musuh sehingga Yerusalem jatuh ke tangan musuh. Dalam kekuatan keyakinan seperti itulah mereka bertanya kepada Tuhan Yesus, \u201c\u2026.. Bolehkan menyembuhkan orang pada hari Sabat? \u2026..\u201d (Mat. 12:10). Tuhan Yesus tahu pertanyaan ini adalah pertanyaan jebakan yang ditujukan kepada-Nya, jawaban yang diperolehnya akan dipakai untuk mempersalahkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus juga tahu aturan penyembuhan pada hari Sabat hanya diperbolehkan jika seseorang sakit yang dapat mengancam kehidupannya, jika sakit yang tidak dapat menjadikan orang meninggal tidak boleh mengobatinya. Hal itu dipandang sebagai melakukan pekerjaan. Dengan penuh hikmat Tuhan Yesus menjawab dengan memulainya dengan perumpamaan bahwa kalau ada ada seseorang yang memiliki seekor domba dan dombanya itu jatuh ke dalam lobang pada hari Sabat, apakah si pemilik tidak akan menolongnya dengan mengeluarkan dari lobang tersebut (Mat. 12:11). Tuhan Yesus mengakhiri perumpamaan itu dengan menandaskan bukankah manusia lebih berharga dari domba? Dengan penekanan itu Tuhan Yesus menjawab, \u201c\u2026..Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.\u201d (Mat. 12:12). Di sini Tuhan Yesus membalik argument orang Yahudi dengan mengatakan jika berbuat baik pada hari Sabat dibenarkan, maka menolak berbuat baik sama dengan melakukan kejahatan. Di sini Tuhan Yesus mengajarkan bahwa tidak ada waktu yang terlalu suci sehingga tidak dapat dipakai untuk menolong sesama yang sedang membutuhkan. Berdasarkan keyakinan itulah maka dalam konteks perikop di atas Tuhan Yesus lalu menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya itu, sehingga orang tersebut dapat kembali melaksanakan tugas sehari-hari dan memperoleh penghasilan untuk keberlangsungan hidup keluarganya (Mat. 12:10,13).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pengajaran ini bukan berarti menjadi pemakluman bagi kita pada masa kini untuk bekerja di hari Minggu seperti hari-hari biasa, sehingga dengan tenangnya kita meninggalkan tanggung jawab iman untuk berbakti pada hari Minggu. Ingatlah menolong orang lain, berbuat baik bagi orang lain tidak dilarang, tetapi juga kurang bertanggung jawab jika melakukannya tetapi meninggalkan persekutuan dengan Tuhan dan sesama anak-anak Tuhan lainnya. Itulah sebabnya kita mengadakan kebaktian lebih dari satu kali pada hari Minggu untuk memberi kesempatan yang tidak bisa kebaktian pagi, bisa berbakti pada sore harinya. Ini sekaligus menjawab pernyataan yang menyatakan kebaktian pagi memiliki nilai lebih dari kebaktian sore. Kebaktian pagi, siang atau sore di mata Tuhan sama nilainya, Tuhan tidak membeda-bedakannya. Marilah kita tetap memegang teguh tanggung jawab iman pada hari Minggu, dengan tidak mengabaikan kemungkinan melakukan perbuatan baik menolong orang yang sedang memerlukan bantuan kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENYEMBUHAN PADA HARI SABAT (Mat. 12:9-15a) &nbsp; Masalah bekerja pada hari Minggu sering menjadi perdebatan yang tidak henti-hentinya dari kalangan anak-anak Tuhan, baik mereka yang dapat dikategorikan mengerti Alkitab maupun mereka yang hanya sedikit mengenal Alkitab. Persoalannya adalah bolehkan bekerja pada hari Minggu? Sementara satu dari sepuluh Hukum Taurat mengatakan dengan jelas \u201cIngatlah dan kuduskanlah&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1679,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1677"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1678,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1677\/revisions\/1678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}