{"id":1666,"date":"2019-04-21T18:53:32","date_gmt":"2019-04-21T11:53:32","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1666"},"modified":"2019-04-21T18:53:32","modified_gmt":"2019-04-21T11:53:32","slug":"renungan-buletin-minggu-paskah-april19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/04\/21\/renungan-buletin-minggu-paskah-april19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU PASKAH APRIL\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>KEAJAIBAN SAAT KEBANGKITAN-NYA<\/strong><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>(Mat. 28:1-10)<\/strong><\/h1>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keajaiban adalah sesuatu kejadian atau peristiwa atau keadaan yang tidak sebagaimana mestinya menurut akal pikiran manusia. Ada sesuatu yang istimewa dan tidak seperti biasanya. Misalnya pada siang hari bolong udara panas dan sinar matahari bersinar dengan baik, tiba-tiba hujan deras dalam keadaan matahari tetap bersinar dengan terangnya. MIsalnya lagi tidak ada hujan tidak ada angina tiba-tiba pohon besar yang berada dipinggir jalan tercabut akarnya. Keajaban-keajaiban yang terjadi biasanya menarik perhatian orang sekalipun ada orang yang takut melihat fenomena tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebangkitan Tuhan Yesus yang ditulis dalam Matius 28:1-10 dapat kita soroti dari berbagai sudut pandang dalam menelitinya. Di sini kita akan melihat dari keajaiban yang terjadi saat kebangkitan-Nya dan makna yang dapat kita peroleh dari peristiwa tersebut. Dalam Matius 28:1-2 dinyatakan, <em>\u201cSetelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur Yesus. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.\u201d<\/em> Banyak tafsiran yang mengatakan gempa bumi itu merupakan peristiwa yang langka terjadi di Timur Tengah, namun peristiwa itu terjadi dua kali dalam waktu yang tidak lama yakni saat Tuhan Yesus menghembuskan nafas terakhir-Nya kira-kira hari jumat pukul 15.00 ( lihatlah dalam Mat.27: 46, 51) dan pada hari Minggu dini hari menjelang menyingsingnya fajar kira-kira jam 04.00 (Mat. 28:1). Tidak ada yang mengetahui dengan pasti gempa minggu pagi itu terjadi apakah karena Tuhan Yesus bangkit, atau karena malaikat Tuhan datang dan menggulingkan batu penutup kubur Yesus. Yang pasti saat malaikat Tuhan menggulingkan batu penutup kubur itu, Tuhan Yesus sudah tidak ada dalam kuburnya, Dia sudah bangkit. Itu berarti kedatangan malaikat Tuhan bukan untuk membangkitkan Tuhan Yesus tetapi untuk membuka tutup kubur itu supaya orang dapat melihat bahwa Tuhan Yesus telah bangkit. Ada hal yang lebih ajaib lagi, yaitu kekuatan dan daya tahan mental prajurit-prajurit yang luar baisa itu kalah dengan kekuatan dan daya tahan mental perempuan-perempuan yang pagi itu datang ke kubur Yesus.\u00a0\u00a0 Buktinya, melihat keajaiban yang terjadi adanya gempa bumi, datangnya malaikat dan kubur batu yang tergulir, para prajurit gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati (Mat. 28:4), sementara perempuan-perempuan melihat keajaiban tersebut takut tetapi masih bisa diajak komunikasi oleh malaikat Tuhan, yang membuktikan mereka masih ada kesadaran, tidak seperti orang mati sebagaimana terjadi pada prajurit-prajurit di atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa makna dari semua itu? Yesus adalah manusia biasa, tapi Dia juga Allah yang sesungguhnya. Kemanusiaan-Nya nampak dari Dia merasakan adanya kesakitan yang dialami seperti manusia lain jika menghadapi siksaan seperti yang dialami-Nya, dan kematian yang dialami-Nya. Sementara sebagai Allah yang sesungguhnya nampak dari kebangkitan-Nya yang tidak dapat dilakukan oleh manusia manapun juga. Mengapa Dia rela disakiti sampai meninggalkan dunia secara manusiawi? Dia melakukan itu karena Dia mau agar kita manusia yang percaya meyakini akan kasih dan kuasa-Nya bagi kita sungguh nyata. Dengan demikian kita sebagai umat tebusan-Nya dapat meneladani kasih dan pengorbanan-Nya itu dalam kehidupan di dunia ini, sehingga kita dapat menunjukkan buah yang murni dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Jangan sia-siakan pengorbanan yang istimewa dan luar biasa itu, jadikan hal itu sebagai pemicu kita bertindak yang semakin mendekati seluruh perintah dan ajaran-Nya. Selamat menjadi buah yang murni dalam kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEAJAIBAN SAAT KEBANGKITAN-NYA (Mat. 28:1-10) &nbsp; Keajaiban adalah sesuatu kejadian atau peristiwa atau keadaan yang tidak sebagaimana mestinya menurut akal pikiran manusia. Ada sesuatu yang istimewa dan tidak seperti biasanya. Misalnya pada siang hari bolong udara panas dan sinar matahari bersinar dengan baik, tiba-tiba hujan deras dalam keadaan matahari tetap bersinar dengan terangnya. MIsalnya lagi&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1667,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1668,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1666\/revisions\/1668"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1667"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}