{"id":1655,"date":"2019-04-07T07:06:27","date_gmt":"2019-04-07T00:06:27","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1655"},"modified":"2019-04-07T07:06:27","modified_gmt":"2019-04-07T00:06:27","slug":"renungan-buletin-minggu-pertama-april19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2019\/04\/07\/renungan-buletin-minggu-pertama-april19\/","title":{"rendered":"RENUNGAN BULETIN MINGGU PERTAMA APRIL\u201919"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\"><strong>TULUS DALAM MELAYANI<br \/>\n(Luk. 9:10-17)<\/strong><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketulusan hati seseorang dalam melakukan sesuatu sulit untuk diketahui secara pasti. Hal ini disebabkan karena terkadang ada yang tersembunyi dibalik sikap dan tindakan nyata manusia. Karena itu jangan melihat ketulusan manusia dari sisi luarnya yang nampak kasat mata saja, kalau kita tidak mau terperangkap dalam kemunafikan seseorang. Tetapi lihatlah kedalaman hati, sikap dan tindakan sesorang tersebut, untuk dapat melihat motivasi yang sesungguhnya. Untuk yang satu ini bukanlah cara yang mudah mendapatkannya, diperlukan pengetahuan dan wawasan psikologis yang memadai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa yang dilakukan Tuhan Yesus dalam memberi makan lima ribu orang di Betsaida, dapatkah dikategorikan sebagai bentuk pelayanan yang tulus atau tidak? Ketika Tuhan Yesus hendak beristirahat bersama murid-murid-Nya, Ia mengajak mereka ke Betsaida. Sesampainya di sana, maksud hati beristirahat, namun orang banyak mengetahui dan mengikuti-Nya, sehingga Tuhan Yesus tetap melayani mereka dengan berkata-kata tentang Kerajaan Allah dan menyembuhkan orang banyak yang memerlukan (Luk. 9:10-11). Ketika hari menjelang malam, tergerak hati Tuhan Yesus untuk melayani mereka semua dengan memberi makan. Sekalipun murid-murid-Nya hanya dapat menyediakan lima roti dan dua ikan, akhirnya kuasa mujizat-Nya terjadi. Hanya dengan lima roti dan dua ikan tersebut, Tuhan Yesus dibantu para murid dapat memberi makan lima ribu orang tersebut, bukan saja cukup bahkan ada sisa duabelas bakul setelah dikumpulkan (Luk. 9:12-17).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apakah pelayanan Tuhan Yesus tulus? Perhatikan dengan teliti bagaimana motivasi Tuhan Yesus melakukan pelayanan tersebut. Dia berkata kepada para murid, \u201cKamu harus memberi mereka makan.\u201d (Luk. 9:13a). Dalam Mat. 14:14 disebutkan istilah yang menunjukkan motivasi Tuhan Yesus menolong mereka, yakni \u201ctergeraklah hati-Nya oleh belas kasihankepada mereka \u2026.\u201d Hal ini jelas menunjukkan motivasi utama Tuhan Yesus menolong orang banyak adalah karena belas kasihan. Segala sesuatu yang dilandasi dengan belas kasihan, karena kasih, karena peduli, maka apa yang dilakukan itu pasti tulus. Tulus dalam hal ini berarti ikhlas, sungguh dan bersih hati, jujur, tidak pura-pura, sehingga menyebabkan adanya sukacita yang mendalam saat pelayanan itu dilaksanakan.\u00a0 Ketulusan dapat juga dilihat di saat pelayanan itu dilaksanakan. Apakah hal tersebut dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh kepedulian atau tidak. Kesungguhan dan kepedulian secara nyata ini menunjukkan ketulusan. Dengan penuh kepedulian dan kesungguhan Tuhan Yesus membagi makanan dibantu para murid melalui mujizat secara nyata. Bagaimana tidak disebut mujizat lima roti dan dua ikan dapat memberi makan lima ribu orang, dan masih ada sisi duabelas bakul. Satu lagi tanda-tanda ketulusan dalam pelayanan adalah apakah dalam melayani ada respon positif atau negative dari pihak yang dilayani, tidak mempengaruhi sukacita dan kebahagiaannya. \u00a0Dalam peristiwa tersebut tidak ada tanda-tanda sedikit pun Tuhan Yesus tidak sukacita. Dia bersama para murid menikmati pelayanan itu dengan penuh bahagia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tuhan Yesus memberi teladan melayani dengan tulus, dengan motivasi yang benar, sungguh-sungguh dan penuh kepedulian dalam melaksanakannya dan apapun respon penerima layanan tidak akan mengurangi sukacita dan kebahagiaannya. Bagaimanakah pelayanan kita, apakah sudah tulus seperti yang dilakukan Tuhan Yesus? Hanya diri sendiri yang tahu jawabannya. Tuhan memberkati, Amin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TULUS DALAM MELAYANI (Luk. 9:10-17) Ketulusan hati seseorang dalam melakukan sesuatu sulit untuk diketahui secara pasti. Hal ini disebabkan karena terkadang ada yang tersembunyi dibalik sikap dan tindakan nyata manusia. Karena itu jangan melihat ketulusan manusia dari sisi luarnya yang nampak kasat mata saja, kalau kita tidak mau terperangkap dalam kemunafikan seseorang. Tetapi lihatlah kedalaman&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1656,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1655","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1655"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1657,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1655\/revisions\/1657"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1656"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}