{"id":1425,"date":"2018-01-18T07:53:04","date_gmt":"2018-01-18T00:53:04","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1425"},"modified":"2018-01-18T07:53:04","modified_gmt":"2018-01-18T00:53:04","slug":"doa-puasa-hari-ke-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2018\/01\/18\/doa-puasa-hari-ke-4\/","title":{"rendered":"Doa Puasa Hari Ke 4"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Versi Word dapat diunduh di :\u00a0 <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2018\/01\/Doa-Puasa-21-Hari-2018-Hari-4.docx\">Doa Puasa 21 Hari 2018 &#8211; Hari 4<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Hari Ke 4 (1 Korintus 6: 19)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Apakah Anda menganggap diri Anda sebagai sebuah bait suci \/rumah Allah yang kudus? Alkitab mengatakan bahwa tubuh Anda adalah bait Roh Kudus. Kita harus mengeluarkan \u201cbagian yang kotor yang melekat&#8221; di dalam tubuh kita sebagai bait Allah \u00a0yang kudus, sehingga kita dapat mendengar suaraNya dengan jelas dan mempersiapkan diri kita untuk hal-hal baru yang Dia ingin lakukan di dalam dan melalui diri kita. Bahkan jika Anda pergi ke gereja, membaca Alkitab Anda, dan beribadah, ada kalanya Anda perlu memberi jiwa Anda pembersihan berkala yang baik untuk membuatnya segar kembali.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Saat kita menjalani hidup yang dikuduskan, maka lama kelamaan kita akan dapat menemukan semua &#8220;kotoran yang melekat&#8221; yang perlu dibersihkan. Sementara roh kita diciptakan untuk menjadi baru selamanya melalui Kristus, namun jiwa kita, yang merupakan persimpangan pikiran, kehendak dan emosi kita, dapat menjadi penuh beban, merasa berat, menjadi negatif. dan lamban untuk melakukan kehendak Tuhan di dalam hidup kita.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Setelah sebelumnya mengingatkan dan menegur jemaat Korintus tentang segala jenis pencemaran seksual, di dalam surat 1 Korintus 6 : 19, Rasul Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk memelihara kekudusan tubuh yang lebih tinggi daripada kehidupan orang-orang yang belum mengenal Tuhan.\u00a0 Karena tubuh kita adalah bait Allah yang kudus, maka tubuh kita dimiliki sepenuhnya oleh Tuhan dan berarti bahwa kita harus menjaga kekudusan atas tubuh kita.\u00a0 Karena tubuh kita adalah milik Allah, maka Ia pun memberi kita segala kemampuan dan kuasa untuk menolak segala bentuk pencemaran jasmani.\u00a0 Kuasa untuk hidup kudus secara jasmani ini tidak dimiliki oleh orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan, karena Roh Allah tidak ada di dalam diri mereka.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Sekarang marilah melihat hal-hal yang perlu dibersihkan di dalam jiwa kita.\u00a0 Beban yang terus menetap di pikiran kita, gangguan,-gangguan yang terjadi di dalam hidup dan segala hiruk pikuk masalah, dapat membuat kondisi rohani kita \u00a0menurun dan membuat kita berada di dalam kabut spiritual yang perlu dibersihkan\u00a0 \u00a0Hidup selalu memiliki cara untuk membebani kita dengan tekanan dan rasa sakit, yang dapat menyebabkan kondisi emosi kita terpukul atau menuju kehancuran. \u00a0Saat kita lelah dan terbebani, hati nurani kita dapat menjadi tidak peka, ataupun tidak terlalu terganggu oleh hal-hal yang dulu pernah \u2018menuduh\u2019 suara hati kita. Lalu suara Tuhan perlahan mulai teredam, dan kita mulai kehilangan semangat untuk Dia. Api di dalam jiwa kita perlahan mulai meredup, dan kita membiarkan situasi yang mengendalikan kondisi rohani kita , membuat kita merasa terbebani atau melakukan semua kegiatan rohani seperti sebuath rutinitas dalam hubungan kita dengan Tuhan, bukan dengan kasih sayang dan semangat.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Berpuasa adalah sama seperti menyentuh \u2018tombol reset\u2019 \u00a0jiwa kita. Untuk menerima hal-hal baru yang Tuhan ingin bawa ke dalam hidup kita, kita harus siap menekan tombol reset secara berkala. Inilah yang disebut mengalami pembaharuan rohani.\u00a0 Sungguh berpuasa merupakan sebuah pemberian surgawi yang sangat berkuasa di dalam hidup kita.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Seiring dengan puasa yang sedang Anda lakukan, pastikanlah\u00a0 bahwa Anda \u00a0sedang memperlambat laju \u00a0keinginan tak terkendali dari jiwa \u00a0dan tubuh kita , dan hilangkanlah segala jenis gangguan. \u00a0Sambil berpuasa, cobalah untuk menambahkan beberapa saat keheningan dan kesendirian agar lebih dapat berfokus kepada Tuhan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0(Disarikan\u00a0 dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli \u201cAwakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems\u201d (pp. 68-71) )<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Lagu Pujian :\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>NP 297 Jiwa Raga Kubaktikan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Take My Life and Let It Be Consecrated)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">(Frances R. Havergal, 1874Henri A. C. Malan, 1823; gubahan Lowell Mason, 1841)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">1=F 4\/4<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">1Thess.5.23-1Thess.5.24<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Versi 1<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">1<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Jiwa raga, ya Tuhan,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">PadaMu kubaktikan,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Dan sepanjang umurku<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Aku jadi hambaMu,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Aku jadi hambaMu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">2<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Tangan, kaki gunakan<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Bagi karyaMu, Tuhan,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Agar rajin dan cepat<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Kerja Tuhan kubuat,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Kerja Tuhan kubuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">3<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Pakai juga lidahku,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Memasyhurkan namaMu;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Bilamana ku nyanyi,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Hanya Yesus kupuji,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Hanya Yesus kupuji.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">4<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Kuabdikan hartaku,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Waktu juga bagiMu;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Akal dan kepandaian,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gunakanlah, ya Tuhan,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Gunakanlah, ya Tuhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">5<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Kubaktikan hatiku,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Karna itu milikMu;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Dalamnya bertakhtalah<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Dan berkuasa s&#8217;lamanya,<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Dan berkuasa s&#8217;lamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Share<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Versi Word dapat diunduh di :\u00a0 Doa Puasa 21 Hari 2018 &#8211; Hari 4 Hari Ke 4 (1 Korintus 6: 19) Apakah Anda menganggap diri Anda sebagai sebuah bait suci \/rumah Allah yang kudus? Alkitab mengatakan bahwa tubuh Anda adalah bait Roh Kudus. Kita harus mengeluarkan \u201cbagian yang kotor yang melekat&#8221; di dalam tubuh kita&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1427,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1425","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1425","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1425"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1425\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1428,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1425\/revisions\/1428"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1425"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1425"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1425"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}