{"id":1340,"date":"2017-04-19T05:17:24","date_gmt":"2017-04-18T22:17:24","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1340"},"modified":"2017-04-19T05:17:24","modified_gmt":"2017-04-18T22:17:24","slug":"renungan-harian-19-april-2017-berikan-keadilan-kepadaku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/04\/19\/renungan-harian-19-april-2017-berikan-keadilan-kepadaku\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 19 April 2017 &#8211; Berikan Keadilan Kepadaku"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">\n<p style=\"text-align: center\">Bacaan Alkitab : Mazmur 13; Mazmur 17; Mazmur 22; Mazmur 54; I Samuel 24<br \/>\n(Kurun waktu : diperkirakan 1.350 \u2013 1.050 S.M.)<br \/>\n\u201dBerikan Keadilan Kepadaku \u201d<\/p>\n<p><\/BR><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>download versi word file:<\/strong> <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Renungan-Harian-Tgl-19-April-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 19 April 2017<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hampir setiap orang menghendaki agar nama baiknya dapat dipulihkan ataupun dirinya dibebaskan dari suatu ketidak-adilan yang terjadi atas dirinya. Mungkin saja kita telah dituduh berbohong, menipu seseorang, mencuri ataupun melakukan kejahatan lainnya. Kita sebenarnya tidak bersalah, namun kemudian kita dituduh, difitnah atau bahkan mungkin juga ditangkap dan ditahan. Lalu kepada siapakah kita memohon pertolongan? Daud menemukan pertolongan dan pemulihan baginya di dalam TUHAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Daud telah menjadi korban kecemburuan Raja Saul. Meskipun Daud tidak pernah melakukan kesalahan apapun, tetapi ia telah diburu oleh Raja Saul dan pengikutnya; Popularitas dan keberhasilan Daud rupanya dianggap sebagai ancaman bagi kelangsungan tahta Saul. Daud memisahkan diri dan menjauhi Saul dan akhirnya menetap di wilayah orang Filistin untuk menghindar dari akibat kecemburuan Saul kepadanya. Namun kemudian Saul mengejar dan memburu Daud. Tetapi ketika Saul hampir dapat menangkap Daud dan pasukannya, ia mendapat laporan yang sifatnya urgent bahwa tentara Filistin sedang memasuki wilayah Israel, sehingga kemudian ia menghentikan pengejarannya atas Daud dan berbalik memerangi orang Filistin. Segera setelahnya, lalu Saul mengumpulkan pasukan khusus berjumlah 3.000 orang untuk kembali memburu Daud. Saul memburu Daud sampai ke Gunung Batu Kambing Hutan (menurut penjelasan orang tentang tempat persembunyian Daud). Tetapi Daud dan orang-orangnya bersembunyi dibalik sebuah gua yang besar, sementara Saul masuk kedalam gua tersebut untuk tidur. Pasukan Daud melihat hal tersebut sebagai sebuah kesempatan yang diberikan Allah untuk dapat membantai musuh mereka, tetapi Daud tidak terbujuk oleh usulan pasukannya tersebut. Ketika kemudian dengan diam-diam Daud memotong bagian dari jubah Saul, Daud sadar sepenuhnya bahwa Saul, meskipun ia seorang yang sangat tegar hati dan sangat iri hati sehingga berlaku seperti orang gila, tetapi Saul masih tetap seorang raja yang diurapi Allah. Lalu Daud membiarkan Saul tetap hidup, menunjukkan rasa hormatnya atas posisi Saul sebagai seorang raja, dan menyatakan keengganannya untuk menggulingkan pemerintahan Saul. Hanya karena mungkin kita sedang memiliki kesempatan untuk melakukan keadilan bagi diri kita dan menurut cara kita sendiri, tidaklah berarti bahwa kita harus melakukannya. Tuhan Yesus berfirman : \u201cKasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu,\u201d (Lukas 6 : 27) Apakah kita pun memiliki sikap yang penuh hormat terhadap kepemimpinan di pemerintahan, gereja ataupun organisasi lainnya? Anda mungkin akan berkata, \u201c Jika bukan kita yang menggulingkan mereka, lalu siapa yang akan melakukannya?\u201d Daud membawa perkaranya ke hadapan Allah, dan demikian juga yang seharusnya kita lakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c(22:19) Tetapi Engkau, TUHAN, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku! (22:20) Lepaskanlah aku dari pedang, dan nyawaku dari cengkeraman anjing. (22:21) Selamatkanlah aku dari mulut singa, dan dari tanduk banteng. Engkau telah menjawab aku!\u201d (Mazm. 22; 19-21)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c(22: 23) kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel! (22:24) Sebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.\u201d (Mazm. 22 : 23-24)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mazmur 22 adalah Mazmur yang berisi nubuat tentang Mesias. Mazmur mesianik ini biasanya merupakan aplikasi atas kondisi yang terjadi pada saat itu, tetapi juga memberikan penerapan di masa mendatang mengenai pelayanan yang akan dilakukan Kristus. Sama seperti saat itu Daud mengalami penderitaan ataupun merasa sangat sengsara, Yesuspun akan mengalami penderitaan yang jauh lebih hebat saat tergantung di kayu salib di Kalvari, menderita ketidak-adilan karena menanggung seluruh dosa ummat manusia. Ketika kita mengalami penderitaan, kita perlu untuk selalu mengingat bahwa Yesus Kristus dapat mengerti dan merasakan sepenuhnya segala beban penderitaan kita tersebut. Yesus pernah dicemoohkan orang, diludahi, dipukul, dicambuk dan disalibkan, meskipun Ia tidak melakukan apapun yang setimpal dengan hukuman tersebut, dan Ia tidak mengatakan pembelaan apapun tentang diriNya (Yesaya 53 : 7; Matius 27 : 1-2, 11 \u2013 54). Meskipun mungkin kita pernah ataupun tengah berada di dalam ancaman ataupun penderitaan, tetapi percayalah bahwa Allah akan membebaskan kita dari kesengsaraan tersebut, ataupun membantu kita untuk dapat menanggungnya. Ia akan menjadi sumber pemulihan dan pembenaran bagi diri dan nama kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana cara bersikap terhadap orang-orang yang memperlakukan kita dengan tidak adil? Jika itu adalah ketidak-adilan sipil ataupun kriminal, Allah telah menetapkan pemerintah (yaitu polisi ataupun pengadilan yang ada) untuk membantu kita mendapatkan keadilan (Roma 13 : 1 \u2013 4). Sebaliknya, meskipun mungkin sulit untuk melakukannya, sebagai seorang Kristen,kita tetap harus memperlakukan orang-orang yang berbuat tidak baik tersebut dengan kebaikan, sikap hormat dan rendah hati. Daud tidak membunuh Saul; ia membiarkan Saul tetap hidup meskipun hal tersebut tidak sejalan dengan nasihat para pendukungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah Saul hendak meninggalkan gua selepas ia beristirahat, Daud berseru kepadanya :<br \/>\n\u201c(24:8)\u2026.&#8221;Tuanku raja!&#8221; Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah. (24:9) Lalu berkatalah Daud kepada Saul: &#8220;Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu? (24:10) Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN. (24:11) Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. (24:12)TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau. (24:13) seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau. (24:14) Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! (24:15) Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.&#8221; ( I Samuel 24 : 8-15)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Janganlah kita membalas dendam kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita; sebaliknya, biarkanlah TUHAN yang menunjukkan keadilan bagi kita. Sambil menantikannya, hendaklah hidup kita tetap tidak bercacat, baik hati, menghormati orang lain dan menjalani hidup di dalam sikap yang rendah hati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk Direnungkan dan Dilakukan :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Allah akan memberi keadilan dan memulihkan keadaan orang yang menderita ketidak-adilan, tetapi sama seperti Daud, pembebasan dari Allah tersebut mungkin tidak terjadi seketika ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Kita harus bersikap penuh hormat terhadap para pemimpin di sekitar kita, dan menghargai mereka sebagai orang-orang yang telah dipilih oleh Allah, meskipun jika kita kurang setuju ataupun tidak memahami sikap mereka ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Allah akan membebaskan kita dari segala penderitaan, ataupun menolong kita untuk dapat menanggungnya. Ia akan memberi keadilan bagi kita pada waktuNya ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Bagaimana cara bersikap terhadap orang-orang yang memperlakukan kita dengan tidak adil? Jika hal tersebut merupakan ketidak adilan sipil ataupun kriminal, Allah telah menetapkan pemerintah (misalnya polisi ataupun pengadilan setempat) untuk membantu kita mencari keadilan (Roma 13 : 1-4). Sebaliknya, meskipun mungkin sulit untuk melakukannya, sebagai seorang Kristen, kita harus memperlakukan mereka dengan sikap yang baik, tetap menghargai dan rendah hati ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Hanya karena kita mungkin memiliki kesempatan untuk melakukan keadilan menurut cara kita sendiri, tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa kita harus melakukannya. Biarkanlah Allah yang memberi keadilan bagi kita. Yesus berfirman : \u201c\u2026Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.\u201d ( Lukas 6 : 27)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Yesus menawarkan pengampunan dan kedamaian bagi hidup kita, meskipun di tengah-tengah kondisi yang sulit .<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan Untuk Diskusi :<br \/>\n\uf076 Hari ini kita belajar tentang karakter Daud yang luar biasa, antara lain di dalam kitab I Samuel 24 : 5- 7; Ketika mendapat kesempatan untuk membalas dendam atas kejahatan yang dilakukan Saul, Daud memilih untuk tetap patuh kepada TUHAN dan menghormati Saul. Bagaimana dengan kita? Bagaimanakah sikap kita ketika memiliki kesempatan untuk membalas melakukan hukuman terhadap orang yang telah berbuat jahat kepada kita? Bagikanlah berdasarkan pengalaman kita selama ini: bagaimanakah cara bersikap yang baik dan sesuai dengan Firman Tuhan, terhadap setiap bentuk ketidak-adilan yang terjadi atas hidup kita, lalu baikkah jika kita berusaha melakukan pembelaan terhadap diri kita, dan sampai sebatas apakah kita hendak melakukan keadilan bagi diri kita tersebut?<br \/>\nAyat Hafalan Hari Ini :<br \/>\n\uf076 Mazmur 22 : 24 \u201cSebab Ia tidak memandang hina ataupun merasa jijik kesengsaraan orang yang tertindas, dan Ia tidak menyembunyikan wajah-Nya kepada orang itu, dan Ia mendengar ketika orang itu berteriak minta tolong kepada-Nya.\u201d<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Mazmur 13; Mazmur 17; Mazmur 22; Mazmur 54; I Samuel 24 (Kurun waktu : diperkirakan 1.350 \u2013 1.050 S.M.) \u201dBerikan Keadilan Kepadaku \u201d download versi word file: Renungan Harian Tgl 19 April 2017 Hampir setiap orang menghendaki agar nama baiknya dapat dipulihkan ataupun dirinya dibebaskan dari suatu ketidak-adilan yang terjadi atas dirinya&#8230;.<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1341,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1340","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1340"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1344,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1340\/revisions\/1344"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}