{"id":1318,"date":"2017-04-12T07:20:09","date_gmt":"2017-04-12T00:20:09","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1318"},"modified":"2017-04-12T07:20:30","modified_gmt":"2017-04-12T00:20:30","slug":"renungan-harian-12-april-2017-kasih-karunia-dan-tanggung-jawab-pribadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/04\/12\/renungan-harian-12-april-2017-kasih-karunia-dan-tanggung-jawab-pribadi\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 12 April 2017 &#8211; Kasih Karunia dan Tanggung Jawab Pribadi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Bacaan Alkitab : I Samuel 9 : 3 \u2013 I Samuel 12 : 25<br \/>\n(Kurun waktu : diperkirakan 1.350 \u2013 1.050 S.M.)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\u201dKasih Karunia dan Tanggung Jawab Pribadi\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>download versi word file<\/strong>: <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Renungan-Harian-Tgl-12-April-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 12 April 2017<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kelepasan dan pertolongan dari Allah kadang-kadang datang dari sumber-sumber yang tak terduga. Misalnya saja, mungkin kita dapat saja tiba-tiba memperoleh cheque yang diberitahukan melalui surat, yang dapat kita gunakan untuk membayar kewajiban finansial yang tertunggak. Jika kita memperoleh berkat tak terduga seperti ini, maka hal tersebut adalah kemurahan kasih Allah dalam hidup kita (dan mungkin juga oleh sebab kebaikan hati orang lain bagi kita). Kemudian bagaimana cara kita membelanjakan uang tersebut, adalah menjadi tanggung-jawab kita masing-masing. Dan bahkan sekalipun kita mungkin tidak menerima sebuah cheque melalui surat, ummat Kristiani akan tetap dapat melihat bahwa Allah itu sungguh murah hati dan penuh kasih dan sanggup menolong dan membebaskan kita dengan cara-cara dan sumber-sumber tak terduga lainnya. Kasih Allah yang melebihi segala pengertian, membingungkan orang-orang yang merasa dirinya bijak, dan meninggikan orang rendah hati yang bersandar kepadaNya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada akhir masa hidup Hakim-Hakim, saat usia Samuel telah lanjut, Israel meminta seorang raja bagi mereka. Hal tersebut mengesalkan hati Samuel dan juga TUHAN, tetapi Allah mendengarkan seruan mereka minta tolong terhadap penindasan orang Filistin, dan Allah yang mengetahui bahwa anak-anak Samuel hidupnya tidak setia kepada TUHAN, maka Ia berkenan mengabulkan seruan permohonan Israel. Ini disebut kasih karunia Allah. Oleh sebab itu ketika Saul, seorang muda yang tampan dan tingginya di atas rata-rata tinggi orang Israel, datang kepada Samuel menanyakan beberapa keledainya yang hilang, maka Samuel kemudian mengurapinya sebagai raja Israel yang pertama. Untuk mengkonfirmasikan bahwa perkataannya berasal dari Allah , lalu Samuel mengucapkan beberapa perkataan nubuatan terhadap Saul yang ternyata sungguh-sungguh terlaksana, dan kemudian ia juga berkata bahwa Allah akan mengubahnya menjadi seorang laki-laki yang berbeda. Beberapa studi Alkitab mengatakan bahwa saat Allah mengubah hatinya, Saul pun mengalami regenerasi secara rohani (I Samuel 10 : 6 \u2013 10). Studi yang lainnya berkata bahwa saat Allah mengubah hati Saul menjadi pribadi yang lain, kata \u201clain\u201d disini dapat juga berarti \u2018berbeda\u2019 ataupun juga \u2018aneh\u2019. Interpretasi yang terakhir ini tampaknya lebih tepat menggambarkan kondisi Saul, karena Saul, walaupun bukan seorang nabi, tiba-tiba menjadi sama seperti seorang nabi, yang menubuatkan dan\/atau menyatakan firman TUHAN. Lagipula, istilah regenerasi secara rohani merupakan konsep yang masih \u2018asing\u2019 yang terdapat di dalam ayat-ayat kitab Perjanjian Lama; disini Roh Kudus tidak berdiam di dalam diri seseorang secara permanen; Roh Kudus dapat mendiami dan meninggalkan seseorang kapanpun. Di kemudian hari, Saul bertindak lebih seperti orang yang belum menerima regenerasi secara rohani, dan Roh Allah pun meninggalkannya, tetapi setidaknya ia telah memulai dengan sesuatu yang baik dan benar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Regenerasi di dalam konteks kekristenan berarti kelahiran kembali secara rohani, dan juga pencerahan rohani. Ketika oleh kemurahan Allah, kita percaya bahwa Kristus telah mati di kayu salib menggantikan dosa kita dan telah dikuburkan dan dibangkitkan dari antara orang mati, maka segala dosa kita diampuni, kita memiliki hubungan yang didamaikan dengan Allah, dan memiliki kehidupan rohani dan pengertian yang baru tentang Allah. Ketika kita pada masa kini mengalami regenerasi secara rohani oleh Roh Kudus, maka Ia berdiam di dalam diri kita secara permanen, dan kita menjadi milik kepunyaan Allah (Efesus 1 : 13 \u2013 14). Apakah kita sudah memiliki kepastian atas keselamatan hidup kita?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Rasul Paulus menuliskan : \u201cSebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh\u2026\u2026 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.\u201d (Roma 8 : 5, 9).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saul sebenarnya pun adalah seorang yang sepertinya tidak mungkin menjadi seorang raja. Meskipun Saul berparas tampan dan lebih tinggi dari rata-rata orang Israel lainnya dan secara fisik tampak seperti seorang raja, tetapi sebenarnya ia bukanlah orang yang memiliki kualifikasi seorang raja. Saul tidak berasal dari suku Efraim ataupun Manasye, suku-suku Israel yang paling berkuasa. Ia pun tidak berasal dari suku Yehuda, yang mana dari suku tersebut telah dinubuatkan akan lahir raja yang dipilih Allah (Kejadian 49 : 10). Ia berasal dari suku yang terkecil dari seluruh ummat Israel, yaitu suku yang hampir seluruhnya dihapuskan Allah dari bumi, oleh karena dosa yang mereka perbuat (studi Alkitab tanggal 2 April). Jelas bahwa sebenarnya suku tersebut tampaknya tidak memungkinkan untuk dipilih kaumnya menjadi raja. Kita perlu belajar untuk tidak merendahkan awal yang tidak berarti di mata manusia, sama seperti yang telah dilakukan oleh orang Israel. Allah mencemooh ataupun menentang orang yang tinggi hati, tetapi Ia mengasihi orang yang rendah hati (Amsal 3 :34, Yakobus 4 : 6). Saul telah mengawali masa hidupnya dengan sikap yang rendah hati, dan di dalam kemurahan kasih setiaNya, Allah telah menyentuh hati orang-orang yang gagah berani, dan mereka pun mengikuti dan tunduk kepada Saul. Ketika Saul berhasil menyelamatkan Yabes- Gilead dari tangan orang Amon dengan kemenangan yang gilang gemilang, maka ia pun segera menjadi terkenal di seluruh Israel (I Samuel 11 : 1 \u2013 13).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c(11:14) Dan Samuel berkata kepada bangsa itu: &#8220;Marilah kita pergi ke Gilgal dan membaharui jabatan raja di sana.&#8221; 11:15 Lalu pergilah seluruh bangsa itu ke Gilgal dan menjadikan Saul raja di sana di hadapan TUHAN di Gilgal, dan mereka mempersembahkan di sana korban keselamatan di hadapan TUHAN, dan bersukarialah di sana Saul dan semua orang Israel dengan sangat. \u201c ( I Samuel 11 : 14 \u2013 15).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah pengurapan Saul menjadi raja, Samuel memberi nasihat kepada ummat Israel dan Raja Saul, untuk melayani dan mematuhi Allah. Jika mereka melakukannya, maka kasih karunia Allah akan tetap menyertai mereka. Namun jika mereka memberontak ataupun berpaling kepada berhala-berhala, mereka dan raja mereka akan dilenyapkan ( I Samuel 12 : 13 \u2013 15, 20 \u2013 25). Jika Allah telah sedemikian mengasihi dan bermurah hati kepada kita, maka kita pun harus bertindak dengan penuh tanggung jawab, agar kasih karunia Nya dapat terus berlangsung di dalam hidup kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Untuk Direnungkan dan Dilakukan :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Oleh kasih karunia dan kemurahanNya, Allah telah memberikan kita berkat anug\u2019rah yang sebenarnya kita tidak layak memperolehnya ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Oleh kasih karunia dan kemurahan Allah, kita telah menerima regenerasi secara rohani ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Janganlah kita meremehkan sebuah kondisi awal yang sederhana dan tidak berarti. Allah mencemooh dan menentang orang yang tinggi hati, tetapi Ia mengasihi dan mengasihani orang yang rendah hati (Amsal 3 : 34, Yakobus 4 : 6) ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\uf076 Jika Allah telah sedemikian mengasihi dan bermurah hati kepada kita, maka kita pun harus bertindak dengan sikap tanggung jawab, agar kasih karuniaNya dapat terus kita rasakan di dalam hidup kita ;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan Untuk Diskusi :<br \/>\n\uf076 Ketika Saul berjumpa Samuel dan mendengar perkataan Samuel di dalam I Samuel 9 : 20, maka hidup Saul akan segera berubah : \u201cAdapun keledai-keledaimu, yang telah hilang tiga hari lamanya sampai sekarang, janganlah engkau kuatir, sebab telah diketemukan. Tetapi siapakah yang memiliki segala yang diingini orang Israel? Bukankah itu ada padamu dan pada seluruh kaum keluargamu?&#8221;. Dan selanjutnya, Saul pun mengalami perubahan hidup yang luar biasa sebagai raja Israel yang pertama\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Siapkah kita, ketika Allah akan memberikan perjalanan iman yang penuh sukacita dan kejutan yang indah bersamaNya? Dapatkah kehidupan iman kita menjadi lebih indah dan tidak membosankan bersama TUHAN? Seberapa jauhkah, ketika Anda melihat ke belakang ke perjalanan iman Anda, Anda telah mengalami pertumbuhan dan perubahan-perubahan yang menarik dan membawa sukacita bersama TUHAN? Apakah regenerasi iman yang indah tersebut hanya dibentuk oleh sukacita dan berkat-berkat di dalam hidup Anda, ataukah Anda juga telah mendapat kasih setia Allah saat keadaan Anda sedang terpuruk? Bagikanlah pengalaman Anda tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ayat Hafalan Hari Ini :<br \/>\n\uf076 Yakobus 4 : 6 \u201cTetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: &#8220;Allah menentang orang yang congkak , tetapi mengasihani orang yang rendah hati..\u201d<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : I Samuel 9 : 3 \u2013 I Samuel 12 : 25 (Kurun waktu : diperkirakan 1.350 \u2013 1.050 S.M.) \u201dKasih Karunia dan Tanggung Jawab Pribadi\u201d &nbsp; download versi word file: Renungan Harian Tgl 12 April 2017 Kelepasan dan pertolongan dari Allah kadang-kadang datang dari sumber-sumber yang tak terduga. Misalnya saja, mungkin kita&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1319,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1318","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1318"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1322,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1318\/revisions\/1322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}