{"id":1275,"date":"2017-04-04T08:04:00","date_gmt":"2017-04-04T01:04:00","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1275"},"modified":"2017-04-04T08:04:00","modified_gmt":"2017-04-04T01:04:00","slug":"renungan-harian-4-april-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/04\/04\/renungan-harian-4-april-2017\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 4 April 2017 &#8211;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 6 &#8211; 7<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 1.350\u00a0 \u2013 1.050 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u201cMengatasi Iman Yang Lemah\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cSaya tidak dapat melakukannya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cTidak mungkin Allah memakai saya untuk tugas tersebut\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cKalau saja Anda tahu tentang masa lalu saya\u2026\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cSaya tidak berbakat seperti\u2026.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>download versi word file :<\/strong> <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Renungan-Harian-Tgl-4-April-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 4 April 2017<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal-hal tersebut di atas merupakan alasan-alasan yang sering digunakan orang ketika dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang lebih besar daripada diri mereka sendiri. Tetapi jika Allah memanggil kita untuk menjawab suatu tantangan, artinya adalah bahwa kita harus bergantung kepadaNya agar dapat meraih kemenangan. Jika kita hanya ingin melakukan hal-hal yang dapat kita lakukan saja, maka kita tidak memerlukan Allah dan Ia tidak akan menerima segala kemuliaan yang sepatutnya diberikan kepadaNya. Allah senang untuk menyatakan kekuatan kuasaNya di dalam cara-cara yang tampaknya mustahil, dan dengan melalui orang-orang yang tidak terduga. Mungkin kita masih ingat tentang Renungan Harian yang belum lama berlalu, di mana Allah menggunakan seorang wanita asusila, Rahab, untuk menyembunyikan para pengintai Israel dari kejaran pasukan Yerikho.\u00a0 Allah dapat menggunakan orang-orang yang imannya masih lemah; mereka (ataupun kita) hanya perlu mengambil langkah pertama untuk percaya dan patuh kepadaNya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada masa itu, Israel tidak mempunyai seorang raja; setiap orang melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri. Ketika orang Israel mengalami persoalan dan berteriak minta tolong kepada TUHAN pada saat mereka mengalami kesengsaraan, maka Allah mengirimkan Hakim-Hakim (para pemimpin militer) untuk membebaskan mereka dari penindasan yang dilakukan musuh-musuh mereka.\u00a0 Di dalam Renungan Harian kita yang lalu, kita mengetahui bahwa Debora telah dipilih oleh Allah untuk menjadi hakim atas Israel, dan juga seorang perempuan yang bernama Yael, telah dipakai TUHAN untuk meraih kemenangan final atas Sisera, kepala pasukan raja Yabin.\u00a0 Kedua wanita ini, yang berada di tengah masyarakat di mana laki-laki adalah yang paling utama yang mendominasi masyarakat, maka keberadaan kedua wanita tersebut\u00a0 mungkin akan dipandang para pria Israel sebagai calon pemimpin bangsa yang tidak mungkin ataupun kecil kemungkinannya untuk dipilih Allah.\u00a0 Tetapi Allah mau memakai kedua wanita tersebut\u00a0 untuk melakukan pekerjaanNya, karena para wanita pun berharga di mata TUHAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di dalam Renungan Harian hari ini, ummat Israel dibebaskan dari penindasan orang Midian melalui cara-cara yang dipandang mereka kurang lazim.\u00a0 Orang-orang Midian tersebut akan datang pada setiap musim panen untuk merusakkan dan menghancurkan segala sesuatu, baik tanaman maupun hewan peliharaan mereka, dan meninggalkan Israel dengan tanpa adanya bahan makanan untuk dimakan.\u00a0 Ketika mereka berteriak minta tolong kepada Allah, maka Ia menegur mereka karena telah berpaling dariNya dan menyembah illah-illah lain. Tetapi di dalam kemurahan kasihNya, Ia mengirimkan seorang pembebas, yaitu Gideon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Gideon bukanlah seorang pahlawan yang terkenal;\u00a0 ia berasal dari suku yang terlemah di dalam kaum Manasye dan dia juga orang yang paling tidak penting di dalam keluarganya.\u00a0 Gideon memang memiliki hati seorang pejuang, tetapi ia juga penakut.\u00a0 Gideon sedang mengirik gandum di tempat pemerasan anggur untuk melindungi dari orang-orang Midian yang hendak merampok (Hakim-Hakim 6 : 11, 15, 27, 36-40,\u00a0 Hakim-Hakim 7 : 9-11).\u00a0 Malaikat TUHAN (kemungkinan merupakan penampakan pre-inkarnasi dari Yesus Kristus) menghampiri Gideon dan memerintahkan agar ia bangkit menyelamatkan ummat Israel.\u00a0 Gideon menjadi ragu. \u201cLalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: &#8220;Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!&#8221; (Hakim-Hakim 6 : 14).\u00a0 Sama seperti yang biasanya kita lakukan jika merasa takut, Gideon pun meminta tanda-tanda bahwa memang Allah sungguh-sungguh memintanya untuk melakukan hal-hal tersebut, dan bukan hanya karena pikirannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Allah berfirman, \u201cTetapi Akulah yang menyertai engkau\u2026\u201d(Hakim-Hkaim 6 : 16). Ketika Allah menunjukkan kepada Gideon bahwa Ia memiliki kuasa untuk melakukan hal-hal yang mustahil untuk diadakan (Hakim-Hakim 6 : 20-22), Gideon mulai bersemangat dan berani.\u00a0 Ketika kita merasa lemah iman, Allah menghendaki agar kita mau pergi di dalam kekuatan yang diberikanNya. Segala sesuatu menjadi mungkin jika Allah beserta kita (Markus 10 :27).\u00a0 Perhatikanlah tentang banyak hal-hal besar yang akan dilakukan Allah, jika kita mau sungguh-sungguh percaya kepadaNya. Namun demikian kita harus melakukan langkah pertama untuk bersikap patuh, agar dapat mengalami kuasa Allah bekerja di dalam diri kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ujian ketaatan yang pertama bagi Gideon adalah untuk menghancurkan illah palsu Kanaan yang bernama Baal, dan menggantikannya dengan pendirian suatu mezbah bagi Allah, dan menggunakan kayu yang berasal dari tiang dewi Asyera (dewi yang menyertai Baal), menyalakan api untuk mempersembahkan korban bakaran bagi satu-satunya Allah yang sejati (Hakim-Hakim 6 : 25-27).\u00a0 Ini adalah tugas yang sulit yang dapat mengancam jiwa Gideon.\u00a0 Dengan menghancurkan berhala-berhala dewa Baal dan Asyera, Allah hendak menunjukkan kepada orang Midian dan Israel bahwa Ia lebih berkuasa dibandingkan dengan illah-illah palsu mereka.\u00a0\u00a0 Gideon takut untuk melakukannya sendiri, lalu ia mengumpulkan sepuluh hambanya dan melakukan perintah TUHAN tersebut pada malam hari, tetapi ia tetap mematuhi perintah Allah.\u00a0 Allah tidak memanggil kita untuk menghancurkan berhala-berhala yang ada di tanah kediaman kita, tetapi apakah kita bersedia untuk taat melakukan kehendakNya?\u00a0 Apakah kita akan bersikap setia bahkan jika tugas yang diberikan kepada kita tersebut penuh resiko?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah menghancurkan berhala-berhala, Roh TUHAN turun ke atas Gideon, dan ia mengumpulkan suku-suku Manasye, Asyer, Zebulon dan Naftali untuk bangkit mempersenjatai diri.\u00a0 Lalu 32.000 orang Israel bangkit untuk memerangi 135.000 suku Midian, Amalek dan musuh-musuh Israel di bagian timur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Roh\u00a0 yang ada di dalam diri Gideon memang rindu melakukan kehendak TUHAN, namun tubuhnya lemah; sekali lagi ia merasa ragu-ragu ketika dihadapkan pada suatu perintah untuk berperang datang. Ia ingin tahu apakah : \u201cAllahku, apakah Engkau sungguh-sungguh memanggilku untuk melakukan hal tersebut?\u201d, tanya Gideon sambil meminta tanda dari Allah.\u00a0 Ia memiliki sebuah guntingan bulu domba.\u00a0 Pada suatu pagi ia memohon agar Allah membuat guntingan bulu domba tersebut menjadi basah tetapi tanah di sekitarnya tetap kering, dan keesokan paginya ia meminta agar lembaran bulu domba tersebut menjadi kering, sedangkan tanah di sekitarnya menjadi basah, jika memang Allah sungguh-sungguh menghendakinya untuk melakukan perintah-perintahNya.\u00a0 Mungkin juga (meskipun kita tidak tahu pasti) Gideon bukan mempertanyakan tentang kehendak Allah baginya, ataupun hendak meminta kepastian\u00a0 bahwa ia sedang melakukan hal yang benar.\u00a0 Tetapi mungkin ia hendak memastikan bahwa ia benar-benar diminta Allah untuk melakukan hal tersebut.\u00a0 Dan Allah tidak menghukum Gideon atas permohonannya tersebut;\u00a0 dengan murah hati, Allah meyakinkan Gideon dengan melakukan tanda-tanda yang dimintanya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kemudian Allah melakukan sesuatu yang tidak terbayangkan dalam pikiran kita:\u00a0 Allah mengurangi pasukan Israel yang jumlahnya hanya 32.000 orang menjadi hanya 300 orang, sehingga setiap orang akan tahu bahwa hanya TUHANlah yang sanggup memberikan kemenangan bagi Israel, dan 22.000 orang laki-laki dipulangkan kembali karena mereka gentar untuk berperang.\u00a0 Kemudian dari 10.000 orang yang tersisa, Allah meminta Gideon untuk memilih kembali sehingga hanya 300 orang yang dipilih untuk berperang.\u00a0 Hal yang aneh, dan kemenangan terjadi atas Israel bersama sekutu mereka satu-satunya, yaitu Allah.\u00a0 Martin Luther, seorang ahli theology pada abad ke 15 dengan benar berkata, \u201cJika beserta dengan Allah, maka satu orang adalah mayoritas.\u201d\u00a0 Ia sungguh-sungguh Allah Yang Maha Kuasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Meskipun Gideon tidak memintakannya, sekali lagi Allah mengerti bahwa Gideon memerlukan suatu tanda yang lain untuk membuktikan bahwa Allah menyertainya.\u00a0 Allah berfirman kepada Gideon bahwa jika ia merasa takut, ia harus pergi mendatangi perkemahan orang Midian pada malam hari. Ketika ia mendatangi kemah orang Midian, kemudian ia mendengar orang Midian yang tengah menceritakan mimpi dan interpretasinya tentang Allah yang menyertai Gideon untuk mengalahkan orang Midian, dan Gideon pun merasa diyakinkan.\u00a0 Segera sesudahnya, Gideon beserta dengan pembantunya kembali ke perkemahan mereka dan membangunkan 300 orang tentara Israel yang tersisa, untuk melakukan penyerangan.\u00a0 Setiap orang mendapat lampu obor di dalam buyung dan juga sangkakala. Lalu mereka mengelilingi perkemahan Midian pada malam hari, memecahkan buyung-buyung tersebut dan meniup sangkakala.\u00a0 Dalam keadaan kekacauan pada malam hari tersebut, maka pasukan Midian menjadi panik dan saling membantai di antara mereka sendiri.\u00a0 Apakah Gidion berhasil memenangkan pertempuran tersebut?\u00a0 Ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>\u00a0<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>\u00a0<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan:<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Mungkin saja Anda tidak percaya sama sekali kepada Allah, namun ketahuilah bahwa Ia adalah Sang Maha Pencipta alam semesta yang Penuh Kuasa, dan Ia mengasihi Anda. Ia memberikan bagi Anda pengampunan, kedamaian dan kehidupan rohani yang baru ;<\/li>\n<li>Latar belakang masa lalu kita, koneksi ataupun talenta yang kita miliki, tidak menjadi masalah.; sampai hari ini pun Allah masih dapat memakai orang-orang yang mau taat kepadaNya ;<\/li>\n<li>Ketika kita merasa lemah iman, Allah menghendaki agar kita mau datang kepadaNya untuk menerima kekuatan dariNya. Segala sesuatu menjadi mungkin apabila Allah besrta dengan kita ;<\/li>\n<li>Kita harus melakukan langkah pertama untuk patuh kepada Allah dan mengalami kuasaNya bekerja di dalam hidup kita ;<\/li>\n<li>Anda dapat meminta jaminan penyertaan Allah bagi hidup Anda, tetapi janganlah mencobai Dia. Anda tetap harus mengarahkan hidup untuk selalu taat kepadaNya ;<\/li>\n<li>Mematuhi Allah juga berarti mau menanggung resiko nya ;<\/li>\n<li>Allah dapat membebaskan dan memenangkan pertempuran dengan sejumlah tentara yang besar ataupun kecil. Cara Allah bekerja mungkin terlihat bodoh untuk orang lain, tetapi Ia adalah Allah yang Maha Kuasa dan layak menerima segala kemuliaan. Percayalah saja kepadaNya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Mengawali pembacaan kitab Hakim-Hakim pasal 6 : 1-2, kita melihat pola kehidupan ummat Israel yang mungkin juga berlaku atas kita pada masa kini; Ummat Israel melakukan hal yang jahat di mata TUHAN, lalu mereka berteriak minta tolong kepada Allah, dan Allah menyelamatkan mereka, namun kemudian Israel melakukan hal yang jahat kembali di mata TUHAN.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Jelaskanlah, apakah pola hidup seperti hal di atas tersebut juga kerap terjadi di dalam hidup sehari-hari?\u00a0\u00a0 Seringkah terjadi suatu hubungan \u2018jatuh- bangun\u2019 dengan Tuhan Yesus ?\u00a0 Apakah konsekuensinya jika kita sering mengalami \u2018jatuh-bangun\u2019 didalam hubungan rohani dengan Tuhan Yesus, sehingga harus \u2018melarikan diri ke gua-gua\u201d?\u00a0 Bagaimanakah cara terbaik untuk mengatasinya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini <\/u>:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Keluaran 15 : 11 \u201cSiapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu,\u00a0 menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur,\u00a0 Engkau pembuat keajaiban?\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 6 &#8211; 7 (Kurun waktu : diperkirakan 1.350\u00a0 \u2013 1.050 S.M.) &nbsp; \u201cMengatasi Iman Yang Lemah\u201d \u00a0 \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cSaya tidak dapat melakukannya.\u201d \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cTidak mungkin Allah memakai saya untuk tugas tersebut\u201d \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cKalau saja Anda tahu tentang masa lalu saya\u2026\u201d \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cSaya tidak berbakat seperti\u2026.\u201d &nbsp; download versi word file :&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1275"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1278,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275\/revisions\/1278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}