{"id":12715,"date":"2026-04-13T00:31:29","date_gmt":"2026-04-12T17:31:29","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=12715"},"modified":"2026-04-13T00:38:26","modified_gmt":"2026-04-12T17:38:26","slug":"srhi-13-april-2026-membangun-rumah-itu-baik-tetapi-menatanya-jauh-lebih-penting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2026\/04\/13\/srhi-13-april-2026-membangun-rumah-itu-baik-tetapi-menatanya-jauh-lebih-penting\/","title":{"rendered":"SRHI 13 APRIL 2026 &#8211; MEMBANGUN RUMAH ITU BAIK, TETAPI MENATANYA JAUH LEBIH PENTING"},"content":{"rendered":"<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">Bacaan 13 April 2026<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">2 Raja-Raja 18-20<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>\u201cPada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: \u201dBeginilah firman Tuhan: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.\u201d\u201d<\/em><br \/>\n<em>\u202d\u202d2 Raja-raja\u202c \u202d20\u202c:\u202d1\u202c<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Jika kita membaca 2 Raja-Raja 20:1 hanya dari terjemahan bahasa Indonesia saja, maka yang kita temui hanyalah sebuah pesan menohok nabi Yesaya agar raja Hizkia menyampaikan pesan terakhirnya. Namun ternyata dibalik pesan nabi Yesaya tersebut terkandung sebuah makna yang sungguh dalam dan menyentuh sisi kemanusiaan raja Hizkia yang nampak kuat dari luar tetapi sangat rapuh dari dalam. Dan mungkin saja kita sedang berada didalam kondisi yang sama, atau malah sedang mengarah kearah sana? <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Dalam kisah ini, nabi Yesaya datang dengan sebuah pesan yang menggelegar, yaitu : &#8220;<em>Set your house in order<\/em>&#8221; atau dalam bahasa Ibrani <\/span><span class=\"s2\">&#8220;<em>tsaw leh-beyteka<\/em>&#8220;<\/span><span class=\"s1\"> yang secara harfiah memberikan arti sebuah perintah atau instruksi terakhir bagi isi rumah, yaitu segala sesuatu yang ada didalamnya. <strong>Makna dari pesan tersebut yaitu teguran atas kecenderungan kita yang hanya fokus &#8220;membangun rumah&#8221; tetapi lupa untuk &#8220;mengatur rumah&#8221;; seperti raja Hizkia.<\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Coba kita renungkan dan sadari bahwa kita dapat menghabiskan 8\u201312 jam sehari untuk membangun &#8220;rumah&#8221; dalam arti fisik dan sosial: mengejar karier, meningkatkan saldo tabungan, dan memastikan status sosial kita diakui. Dan akhirnya kita berpikir bahwa jika &#8220;gedung&#8221; kehidupan kita megah, maka penghuninya akan otomatis bahagia. Ya begitulah juga dengan Hizkia, saat itu ia sedang berada di puncak kemegahan fisiknya. Ia memiliki tembok kota yang kuat dan saluran air yang baik, tetapi secara spiritual, ada sesuatu yang belum tuntas. <strong>Tanpa kita sadari, mungkin saja hal yang sama juga terjadi pada setiap kita saat ini; kita terlalu sibuk &#8220;membangun&#8221; tetapi tidak &#8220;mengatur&#8221; sehingga akhirnya isi rumah yang kita miliki tidak ada keindahan yang mengisi. <\/strong><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mari kita cermati kehidupan kita masing-masing, apakah ternyata kita sedang berada dalam ambisi yang sama seperti raja Hizkia yang terlalu fokus pada aspek lahiriah tanpa terlalu peduli terhadap isi didalamnya? Oleh sebab itu kita perlu memastikan bahwa pusat dari keluarga dan diri kita adalah Tuhan, bukan ambisi pribadi. Kita juga perlu untuk membereskan pengampunan yang tertunda, kata-kata kasih yang belum terucap, dan kehadiran yang selama ini absen karena kesibukan. Kita juga perlu menyadari keterbatasan tubuh dan jiwa kita sebelum &#8220;krisis&#8221; (sakit penyakit atau kegagalan) memaksa kita untuk berhenti dan akhirnya melihat kedalam. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><strong>Seringkali, Tuhan mengizinkan krisis seperti penyakit raja Hizkia bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk menghentikan lari kita yang membabi buta<\/strong>. Seringkali krisis adalah momen di mana kita dipaksa memalingkan wajah ke tembok (seperti Hizkia) dan melihat apa yang benar-benar berharga. &#8220;<strong>Hizkia menangis bukan hanya karena takut mati, tetapi karena ia menyadari ada hal-hal yang belum &#8220;teratur&#8221; di hadapan Tuhan.<\/strong>&#8221; <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mari lihat kembali kedalam, apakah yang kita miliki (keluarga dan yang lainnya, yang berada didalam rumah kita) sudah diatur dengan baik dan mendapatkan perhatian kita? Apakah mereka sudah mendapatkan kasih sayang dan damai dari kita? Atau malah ternyata kita cenderung acuh karena terlalu fokus &#8220;membangun&#8221; rumah saja. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Coba kita renungkan kembali, <em>jika hari ini adalah hari terakhir kita, apakah &#8216;rumah&#8217; di dalam batin maupun dikeluarga kita sudah tertata dengan damai, ataukah kita hanya meninggalkan tumpukan harta tanpa warisan iman dan kasih? <\/em><\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Tuhan Yesus memberkati<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">YG130426<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Pokok Doa SRHI GBIK<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Senin, 13 April 2026<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">1. Berdoa untuk Jemaat yang sedang sakit dan lemah tubuh, baik yang dirawat di RS maupun di rumah supaya Tuhan menjamah dan memberi kesembuhan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">2. Berdoa agar Gembala Sidang, Pdt. Emeritus dan Para Diakon diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani Jemaat GBIK dan selalu dalam perlindungan Tuhan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">3. Doakan MPR dan DPR RI dalam menjalankan tugasnya mengawasi jalannya Pemerintahan supaya selalu mengutamakan kepentingan rakyat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><strong><span class=\"s1\">Pokok Doa untuk Cabang Gerbang Mutiara, Landak, Kalimantan Barat<\/span><\/strong><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">1. Berdoa supaya Tuhan memberkati mata pencaharian Jemaat, baik pekerjaan maupun usaha yang dilakukan sehingga segala kebutuhannya dapat tercukupi, dan bagi Jemaat yang belum mendapatkan pekerjaan kiranya Tuhan membuka jalan berkat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">2. Doakan kesatuan hati Jemaat dalam bergereja untuk melayani dan memuliakan nama Tuhan<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">3. Doakan pelayanan Pdt. Timbul Purwono beserta keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Gerbang Mutiara.<\/span><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan 13 April 2026 2 Raja-Raja 18-20 \u201cPada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: \u201dBeginilah firman Tuhan: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.\u201d\u201d \u202d\u202d2 Raja-raja\u202c \u202d20\u202c:\u202d1\u202c Jika kita membaca 2 Raja-Raja 20:1 hanya dari terjemahan bahasa Indonesia&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":12722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20,38],"tags":[],"class_list":["post-12715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12715"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12721,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12715\/revisions\/12721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}