{"id":1226,"date":"2017-04-01T02:47:31","date_gmt":"2017-03-31T19:47:31","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1226"},"modified":"2017-04-01T02:48:04","modified_gmt":"2017-03-31T19:48:04","slug":"renungan-harian-1-april-2017-kemerosotan-bagaimana-cara-menghindarinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/04\/01\/renungan-harian-1-april-2017-kemerosotan-bagaimana-cara-menghindarinya\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 1 April 2017 &#8211; Kemerosotan ; Bagaimana Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 1 : 1 \u2013 3 : 6<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 1.350\u00a0 \u2013 1.050 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0\u201cKemerosotan;\u00a0 Bagaimana Cara Menghindarinya\u201d<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/04\/Renungan-Harian-Tgl-1-April-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 1 April 2017<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika rumah kita masih baru, maka dinding bata atau papan kayu nya mungkin masih terlihat indah. Sebuah rumah yang baru, ataupun rumah yang dirawat dengan cermat dan baik, biasanya melambangkan tingkat kesuksesan hidup seseorang.\u00a0 Namun demikian jika rumah tersebut tidak dirawat secara teratur, maka akhirnya bagian luar rumah serta atap nya akan menjadi rusak dan terlihat buruk.\u00a0 \u00a0Desain bagian dalam rumah (interior) dapat memburuk juga.\u00a0 Sudah lama berlalu sejak di bawah kepemimpinan Yosua, bahwa orang Israel dengan cepat menaklukkan sebagian besar Tanah Perjanjian yang menjadi milik warisan mereka.\u00a0 Mereka telah berhasil menaklukkan tanah tersebut, tetapi rupanya kesuksesan tidak cukup untuk mempertahankan bangsa yang kuat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Salah satu bahaya menjadi orang-orang yang sukses adalah: bahwa Anda lupa bagaimana cara mencapai keberhasilan tersebut;\u00a0 Anda lupa bagaimana bersyukur; \u00a0Anda mulai meremehkan segala usaha terdahulu untuk meraih kesuksesan tersebut dan tidak mendisiplin diri Anda untuk tetap melakukan hal-hal yang menyebabkan Anda meraih semua keberhasilan tersebut; dan buruknya lagi, jika Anda gagal melatih orang lain untuk melakukan cara-cara yang benar dan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hari ini kita akan memulai kitab Hakim-Hakim.\u00a0 Dalam konteks sejarahnya, buku ini tampaknya mencoba mengikuti sejarah ummat Israel seketika setelah kematian Yosua. Seperti yang telah dibahas terakhir kalinya di Renungan Harian ini, Yosua mencoba untuk menjaga agar bangsa nya tidak terjatuh dalam kemerosotan moral, dengan cara memastikan bahwa ummat Israel mematuhi perjanjian mereka dengan Allah, untuk mematuhi TUHAN sepenuhnya.\u00a0 Tetapi pengaruh yang baik dari Yosua tersebut hanya dapat bertahan selama satu generasi setelah kematiannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal apakah yang telah menyebabkan kemerosotan moral Israel?\u00a0 Suku-suku Israel telah gagal untuk mengusir penduduk Kanaan dengan pola hidupnya yang jahat, dari tanah warisan milik Israel;\u00a0 Para imam juga telah gagal untuk memberi \u00a0petunjuk dan perintah kepada ummat Israel tentang Hukum dan bagaimana hidup di dalam ketaatan kepada Allah; dan \u00a0para orang tua Israel secara turun temurun telah gagal untuk membimbing anak-anak mereka mengenal TUHAN. Sungguh sayang bahwa anak-anak mereka tidak mengenal TUHAN Israel dan hal-hal apa saja yang telah dilakukanNya bagi mereka. Seluruh suku Israel, para imam dan orang tua telah gagal melakukan tanggung jawab mereka (Hakim-Hakim 1 : 21, Hakim-Hakim 1 : 27 \u2013 2 : 3; Hakim-Hakim 2 : 10).\u00a0 Bagaimana dengan kita? Apakah gereja, organisasi kekristenan ataupun keluarga-keluarga Kristen saat ini tengah mengalami kemerosotan moral?\u00a0 Apakah kita telah berusaha untuk mengusir pengaruh-pengaruh si jahat atas gereja, organisasi atau keluarga kita, atau kita bahkan telah bertoleransi?\u00a0 Apakah para pemimpin dan guru-guru kita telah mengajarkan kebenaran Firman Tuhan dengan setia dan mengaplikasikannya dengan benar kedalam situasi masa kini? Apakah kita telah dengan setia mengajarkan kepada anak-anak kita tentang hal-hal rohani yang dikehendaki TUHAN untuk kita tanamkan pada diri anak-anak kita?\u00a0\u00a0 Apakah kita telah memberikan contoh yang baik bagi mereka, atau sebaliknya, kita dinilai telah bersikap munafik?\u00a0 Kita harus memberikan contoh yang patut ditiru mereka dan menunjukkan kerajinan dan ketekunan didalam menjalankan kepemimpinan, agar kita berhasil menjadi pemimpin yang baik.\u00a0 Ini bukanlah tanggung jawab orang lain, tetapi tugas dan kewajiban kita.\u00a0 Mematuhi TUHAN dengan sepenuh hati, akan menghasilkan hidup yang diperbaharui, kedamaian, dan seringkali juga kemakmuran\/ kesejahteraan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kitab Hakim-Hakim 2 : 11 \u2013 19 memberikan ringkasan seluruh kitab Hakim-Hakim. Ayat-ayat Alkitab di bagian tersebut menjelaskan tentang kemerosotan yang makin membelit kerohanian ummat Israel seperti sebuah spiral dosa.\u00a0 Kemerosotan moral bangsa Israel merupakan suatu siklus dosa \u00e0 penghambaan kepada dosa \u00e0 doa permohonan ampun dan teriakan minta tolong -\u00e0 penyelamatan dari TUHAN. \u00a0Ummat Israel malahan melayani dan menyembah berhala-berhala milik kerajaan-kerajaan asing di Kanaan yang seharusnya mereka tumpas dan usir. Berhala-berhala tersebut adalah hasil ukiran gambaran dari imajinasi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah tersebut, mengenai TUHAN. Lalu dosa ummat Israel yang menyembah dewa-dewa asing tersebut telah membuat Allah marah, sehingga Ia mengijinkan bangsa lain untuk menindas dan mengalahkan Israel.\u00a0 Lalu ummat Israel berteriak minta tolong kepada Allah ditengah kesengsaraan mereka.\u00a0 Didalam kasih setia dan belas kasihanNya, maka Allah mengirimkan Hakim-Hakim yang mampu memimpin ummat Israel secara moral dan juga didalam hal kemiliteran. Lalu untuk sementara waktu, mereka mengalami kemenangan atas musuh dan kedamaian, \u00a0dan kemudian mereka menjadi berpuas diri.\u00a0 Setelah masing-masing Hakim kemudian mati, Israel jatuh ke dalam dosa yang lebih buruk dibandingkan dengan pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan oleh generasi yang sebelumnya.\u00a0 Sebagai akibat dari dosa-dosa mereka tersebut maka wilayah kekuasaan yang mereka warisi kemudian menjadi menyusut.\u00a0 Agar dapat menghentikan siklus dosa, maka kita harus bertobat dan mengakui dosa-dosa kita;\u00a0 kita harus memperbaharui komitmen;\u00a0 kita harus patuh sepenuhnya kepada Allah dan tidak membiarkan dunia mempengaruhi hidup kita, yang menyebabkan sikap hidup yang tidak benar, serta melakukan penyembahan berhala-berhala masa kini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Oleh karena dosa yang dilakukan generasi tersebut, maka Allah tidak lagi menghalau sisa penduduk-penduduk asli Kanaan.\u00a0 Menurut kitab Hakim-Hakim 3 : 1 \u2013 2 : 4, Allah melakukan hal tersebut untuk dua alasan : Yang pertama, Ia hendak mengajarkan mereka tentang perlunya berperang. Seluruh generasi Israel yang baru tersebut telah dibesarkan tanpa mengenal arti perjuangan untuk dapat mengamankan harta warisan mereka ( ini merupakan argument yang kuat terhadap kebijakan yang hanya ingin mencari damai dan menentang segala jenis perang dan kekerasan, serta hanya ingin kompromi saja, atau disebut pasifisme, yang mulai terjadi di gereja dan juga dalam kehidupan rohani kita). Ummat Israel generasi tersebut memiliki sikap yang lemah dan manja dan tidak memiliki kekuatan fisik ataupun secara moral.\u00a0 Yang ke dua, Allah mengijinkan penduduk asli Kanaan yang tersisa tersebut menjadi seperti semak duri di dalam kehidupan ummat Israel untuk menguji keimanan mereka, apakah dengan demikian mereka akan mematuhi perintah-perintahNya, yang telah diberikanNya kepada nenek moyang mereka melalui Musa. Setiap generasi harus berjuang, melihat keterpurukan kondisi moral mereka serta memohon pembebasan dari TUHAN saja. Setiap generasi harus mengerti bahwa ketaatan sepenuhnya kepada perintah-perintah Allah, akan menghasilkan kehidupan yang baru dan kedamaian.\u00a0 Kita tidak boleh menjadi lemah dan manja. Kita harus mempersenjatai diri dan keimanan kita, serta selalu siap sedia, karena kita sedang melakukan peperangan rohani (Efesus 6 : 10-18).\u00a0 Kita harus memberi contoh yang baik tentang hidup yang berdisiplin untuk menyenangkan hati TUHAN saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Keberhasilan tidak cukup untuk dapat menjaga agar suatu bangsa, organisasi atau keluarga dapat tetap kuat. Salah satu bahaya menjadi orang yang berhasil adalah bahwa Anda lupa bagaimana cara mencapai segala kesuksesan tersebut; Anda mungkin juga lupa untuk bersyukur; Anda mulai menganggap remeh segala jerih lelah dan perjuangan yang diperlukan untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, dan tidak mendisiplin diri Anda sendiri untuk melakukan hal-hal yang dapat membuahkan keberhasilan; dan Anda juga mungkin gagal melatih orang lain untuk melakukan hal-hal yang benar ;<\/li>\n<li>Untuk dapat menghentikan siklus dosa, maka kita harus bertobat dan mengakui segala dosa; kita harus memperbaharui segala komitmen; kita harus taat sepenuhnya kepada Allah dan tidak membiarkan segala pengaruh dunia menyebabkan kita turut melakukan sikap hidup yang salah dan berdosa, ataupun menjadikan kita sebagai penyembah berhala-berhala masa kini ;<\/li>\n<li>Kita harus memberikan contoh yang baik dan benar dan menunjukkan kerajinan di dalam kepemimpinan kita, jika kita ingin berhasil. Ini bukan kewajiban orang lain, tetapi merupakan tanggung-jawab kita. Dengan taat sepenuhnya kepada perintah-perintah TUHAN, maka kita akan memiliki hidup baru, kedamaian dan juga kemakmuran\/ kesejahteraan ;<\/li>\n<li>Bagaimana cara kita menjauhkan diri dari sikap hidup yang tidak takut akan Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan perbuatan, agar tidak menjalar masuk kedalam keluarga-keluarga dan gereja? Yang pertama, kita harus memberikan contoh yang benar. Hal yang ke dua, kita harus selalu bersungguh-sungguh untuk selalu siap mengajarkan Firman Allah dan membagikan pengalaman nyata tentang karya TUHAN di dalam hidup kita. Hal yang ke tiga, kita harus menuntun anak-anak kita untuk mengenal TUHAN secara pribadi. Yang ke empat, kita tidak boleh menjadi lemah secara rohani;\u00a0 kita harus memberi teladan yang baik tentang hidup yang berdisiplin agar dapat melakukan seluruh kehendak Allah, serta mengajar anak-anak kita untuk melakukan hal yang sama.\u00a0 Yang ke lima, kita harus mempersenjatai diri kita secara rohani, dan harus selalu siap melakukan peperangan rohani.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Hari ini, di dalam kitab Hakim-Hakim 2 : 1-2, kita kembali diingatkan TUHAN untuk memeriksa diri kita; apakah kita sudah sungguh-sungguh taat sepenuhnya kepada perintah dan kehendak TUHAN dalam hidup kita? Perhatikanlah tentang teguran bagi ummat Israel generasi yang baru ini; \u201c(2:1) Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: &#8220;Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir \u00a0dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu untuk selama-lamanya, (2:2) tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk\u00a0\u00a0 negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Apakah kita pun secara tidak sadar telah bersikap kurang patuh kepada perintah-perintah TUHAN dan bahkan memilih berkompromi dengan pandangan-pandangan duniawi, dengan alasan menjaga kedamaian di antara sesama?\u00a0 Lalu bagaimana caranya untuk memilih hidup yang patuh akan segala perintah TUHAN, namun juga di sisi lain tetap dapat menjadi contoh yang baik, agar orang lain tertarik untuk mengenal TUHAN?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini <\/u>:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Efesus 5 : 17 \u201cSebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.&#8221;<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Hakim-Hakim 1 : 1 \u2013 3 : 6 (Kurun waktu : diperkirakan 1.350\u00a0 \u2013 1.050 S.M.) &nbsp; \u00a0\u201cKemerosotan;\u00a0 Bagaimana Cara Menghindarinya\u201d &nbsp; download versi word file : Renungan Harian Tgl 1 April 2017 Ketika rumah kita masih baru, maka dinding bata atau papan kayu nya mungkin masih terlihat indah. Sebuah rumah yang&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1226"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1231,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1226\/revisions\/1231"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}