{"id":1221,"date":"2017-03-31T05:11:09","date_gmt":"2017-03-30T22:11:09","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1221"},"modified":"2017-03-31T05:11:09","modified_gmt":"2017-03-30T22:11:09","slug":"renungan-harian-31-maret-2017","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/03\/31\/renungan-harian-31-maret-2017\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 31 Maret 2017 &#8211;"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Yosua 22 &#8211; 24<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 1.370\u00a0 \u2013 1.350 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0\u201cKata-Kata Terakhir\u201d<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Renungan-Harian-Tgl-31-Maret-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 31 Maret 2017<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Apakah Anda pernah mengalami waktu yang sangat istimewa untuk duduk di beranda rumah, sambil mendengarkan kakek atau nenek membagikan cerita tentang hal-hal yang mereka pelajari dalam kehidupan ini?\u00a0 Kalau Anda bersikap bijak, maka Anda akan menjadi pendengar yang baik dan tidak mencela segala pandangan mereka. Pesan-pesan dan perintah apakah yang akan Anda tinggalkan bagi keluarga Anda, jika Anda tahu bahwa Anda hanya memiliki waktu beberapa bulan saja untuk hidup di dunia ini? Atau misalkan saja, jika ada anak-anak Anda yang akan segera pindah meninggalkan rumah untuk mencari penghidupan mereka sendiri; perintah dan saran-saran apakah yang akan Anda berikan bagi mereka?\u00a0 Hal-hal apa sajakah yang Anda inginkan untuk mereka lakukan, komitmen apa sajakah yang Anda inginkan agar selalu mereka simpan dalam hati dan lakukan, dan cara-cara hidup berbahaya yang seperti apakah yang Anda ingatkan kepada mereka agar dihindari, karena dapat merusak hidup mereka? Sama seperti Musa, Yosua juga meninggalkan pesan-pesan terkahir untuk memberi dorongan\u00a0 dan nasihat bagi ummat Israel.\u00a0 Hal-hal yang dikatakannya kepada ummat Israel juga bermanfaat bagi kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang pertama, Yosua bertemu dengan 2 \u00bd suku Israel yang berdiam di sebelah timur Sungai Yordan.\u00a0 Ia memuji suku Ruben, Gad dan setengah suku Manasye atas kesetiaan mereka. Jika kita menghendaki agar orang lain dapat berhasil, maka langkah awal untuk memulainya adalah dengan mengatakan hal-hal positif yang telah berhasil mereka capai sampai saat ini.\u00a0 Selama lima tahun, suku-suku Israel yang berdiam di bagian timur Sungai Yordan, telah memimpin pertempuran bagi suku-suku Israel lainnya, meninggalkan keluarga mereka yang merawat rumah, hewan ternak peliharaan mereka serta tanah warisan mereka.\u00a0 Yosua memuji mereka dan menasihati agar mereka tetap setia kepada TUHAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketiga suku Israel ini mendengarkan pesan Yosua dengan sangat bersungguh-sungguh.\u00a0 Mereka berterimakasih atas bagian yang jumlahnya sangat banyak, yang mereka peroleh dari jarahan perang atas musuh-musuh Israel; \u00a0namun demikian, mereka tidak ingin dilupakan atau diasingkan oleh suku Israel lainnya oleh karena keberadaan mereka di seberang Sungai Yordan.\u00a0 Mereka tidak ingin pada suatu hari nanti ummat Israel yang lain akan berkata bahwa suku-suku mereka bukan lagi menjadi bagian dari ummat Israel;\u00a0 hal tersebut akan menyebabkan orang-orang Ruben, Gad dan setengah suku Manasye akan berpaling dari mengikut dan meyembah Allah. Oleh sebab itu, mereka membuat mezbah yang besar di daerah Kanaan tepi Sungai Yordan, sehingga ummat Israel lainnya akan mengingat bahwa suku Ruben, Gad dan setengah dari suku Manasye adalah satu di dalam perjanjian dan hubungan dengan Allah, sama seperti suku Israel lainnya.\u00a0 Tetapi niat mereka tersebut disalah-artikan oleh suku Israel lainnya sebagai kemurtadan dan penyembahan berhala. Maka seluruh pasukan Israel berkumpul bersama di Silo untuk memerangi ketiga suku Israel yang berada di bagian timur Sungai Yordan tersebut, tetapi kemudian beberapa pemimpin suku-suku Israel tersebut mencoba menenangkan mereka.\u00a0 Maka utusan yang terdiri dari 10 pemimpin suku-suku Israel kemudian bertemu dengan 2 \u00bd \u00a0\u201csuku-suku pemberontak\u201d tersebut, untuk mencari tahu mengapa mereka membuat mezbah sendiri dan berpaling dari Allah Israel. Tetapi ternyata perkiraan mereka salah.\u00a0 Setelah tujuan sebenarnya dari pembuatan mezbah tersebut dimengerti, maka perwakilan ummat Israel yang lain tersebut akhirnya membebaskan mereka dari tuduhan yang salah.\u00a0 Dari hal tersebut, kita dapat memetik pelajaran berikut ini : kadang-kadang ada saja orang yang tampaknya telah berbuat salah dan melanggar kepercayaan kita ataupun orang lain. Namun demikian tetap kendalikanlah emosi dan jangan terlalu cepat menghakimi orang lain; hal yang sebenarnya tidak selalu seperti yang terlihat sepintas. Periksalah fakta-fakta yang ada terlebih dahulu sebelum menarik kesimpulan, dan berikanlah tempat bagi pertimbangan-pertimbangan yang matang sebelum memutuskan sesuatu hal.\u00a0 Kadang-kadang jawaban sebenarnya merupakan hal yang diluar dugaan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang ke dua, Yosua bertemu dengan 10 para pemimpin suku Israel yang berada di sebelah barat Sungai Yordan.\u00a0 Ia menasihati mereka untuk tetap teguh didalam kepatuhan kepada TUHAN dan agar mereka selalu setia dengan sepenuh hati kepadaNya. Dalam kondisi tertekan, tampaknya akan lebih mudah untuk menyerah kepada tekanan yang datang tersebut, dibandingkan dengan tetap bertahan dengan keyakinan kita.\u00a0 Tetapi cara yang mudah tersebut ternyata tidak selalu menjadi cara yang terbaik. Yosua mengingatkan ummat Israel bahwa yang memberikan kemenangan serta harta warisan di Tanah Perjanjian adalah TUHAN, dan bahwa Ia selalu setia di setiap waktu. Yosua menyerukan agar para pemimpin Israel tidak berpaling dari mengikut TUHAN dan kemudian harus kehilangan harta warisan mereka.\u00a0 Kepemimpinan yang baik merupakan kunci utama untuk memperoleh kepatuhan dari para pengikutnya, serta keberhasilan di segala hal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang ke tiga, Yosua berbicara kepada ummat Israel di Sikhem. \u00a0Tempat di mana Yosua berbicara merupakan tempat yang secara historis memiliki arti yang penting.\u00a0 Itu adalah tempat di mana Abraham untuk pertama kalinya menerima perjanjian dari Allah untuk memberikan tanah tersebut kepada keturunannya, dan tanah tersebut kini telah mereka diami.\u00a0 Tanah tersebut juga merupakan tempat di mana Yakub kembali bersama keluarga mereka dari Padan Aram. Tempat tersebut juga menjadi pusat pertemuan ibadah bagi ummat Israel.\u00a0 Yosua menggunakan lokasi di Sikhem untuk menapak-tilasi\u00a0 sejarah bukti kesetiaan Allah kepada ummat Israel. Tempat yang dipilih sebagai lokasi saat seseorang mengucapkan kata-kata terakhir berisikan dorongan dan nasihat, tentunya merupakan tempat yang sangat penting.\u00a0 Jika kita hendak menghubungkan antara tempat dan peristiwa yang terjadi di dalamnya, maka suatu pesan terakhir yang disampaikan di tempat yang bersejarah tersebut, tentunya akan sering dan lebih mudah diingat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari Sikhem, Yosua menasihati ummat Israel agar tidak berpaling dari TUHAN. Ia mengulang kembali menceritakan tentang kesetiaan Allah sepanjang sejarah perjalanan ummat Israel, dengan cara yang sama seperti pembacaan Perjanjian dengan Pemberi Kekuasaan yang mengikat kedua belah pihak, seperti yang umumnya berlaku pada jaman itu <em>(The Bible Knowledge Commentary of the Old Testament, by Walvoord and Zuck, copyright 1985, halaman 369).<\/em> Isi perjanjian tersebut diantaranya adalah pengulangan cerita fakta sejarah antara ummat dengan Penguasa mereka (Allah) dan ketentuan-ketentuan tentang kepatuhan, maupun konsekuensi atas ketidak-patuhan, dan komitmen untuk tetap memegang teguh isi perjanjian tersebut. Lalu ummat Israel memperbaharui komitmen mereka atas perjanjian dengan Allah tersebut. Generasi Israel yang terdahulu telah menyatakan komitmen mereka juga dengan Musa, tetapi setiap generasi harus membuat dan menyatakan komitmen mereka sendiri di hadapan TUHAN. Mereka tidak dapat mengandalkan iman dan komitmen yang telah dilakukan oleh orang tua dan generasi sebelum mereka, dan mereka perlu membuat komitmen atas nama diri mereka sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimana hal nya dengan diri kita? Kita pun perlu memiliki hubungan pribadi dengan TUHAN.\u00a0 Yesus Kristus telah membebaskan kita dari belenggu perbudakan dosa; Ia telah mati bagi dosa-dosa kita dan telah bangkit kembali.\u00a0 Jika kita percaya akan hal tersebut, maka dosa kita diampuni dan kita memiliki hubungan yang diperbaharui dengan Allah.\u00a0 Kini kita memiliki suatu perjanjian iman yang baru yang diberikan oleh Yesus Kristus, sehingga kita perlu setia dan patuh kepada FirmanNya, yaitu Alkitab.\u00a0 Kita memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan mematuhi komitmen kita tersebut kepada Allah, sehingga perkenanan TUHAN atas hidup kita dapat tetap terlaksana.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Hai ummat Kristiani, bagaimanakah TUHAN telah memimpin kita? Adalah hal yang baik untuk mencatat tentang cara-cara TUHAN bekerja didalam hidup kita sejak awal sampai dengan saat ini. Dengan mengenang akan pekerjaan-pekerjaan TUHAN di dalam hidup kita, maupun campur tanganNya untuk menumbuhkan kehidupan iman kita, kiranya kita boleh menaikkan pujian bagiNya dan juga membuat kita menjadi lebih setia terhadap janji-janji kita kepada TUHAN.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Jika kita menginginkan agar orang lain berhasil, maka salah satu cara yang baik untuk memulainya adalah dengan mengatakan tentang hal-hal positif yang telah dicapainya selama ini ;<\/li>\n<li>Kadang-kadang dapat terjadi pelanggaran atas kepercayaan yang diberikan kepada seseorang. Namun demikian, kendalikanlah emosi dan jangan terlalu cepat menghakimi orang lain; hal-hal yang sebenarnya terjadi tidak selalu seperti yang tampak dari luar;<\/li>\n<li>Tempat di mana seseorang mengucapkan kata-kata terakhirnya yang berisi dorongan dan nasihat, tentunya akan menjadi hal terpenting untuk diingat. Jika terdapat hubungan penting antara tempat dan peristiwa yang terjadi, maka perkataan terakhir yang diucapkan seseorang di tempat yang memiliki nilai historis, tentunya akan lebih mudah untuk diingat kembali ;<\/li>\n<li>Adalah merupakan hal yang penting untuk mengingatkan seseorang tentang bagaimana Allah telah berkarya di dalam hidup mereka, karena hal tersebut akan memberi alasan untuk mereka tetap ingin memiliki pengalaman dengan TUHAN. Dengan tetap mengingat karya Allah didalam hidup kita, serta campur tanganNya untuk meningkatkan kehidupan iman kita, maka akan membuat kita rindu untuk memberi pujian bagi Allah, serta membuat kita tetap setia untuk menyimpan dan mematuhi perjanjian antara diri kita dengan Allah ;<\/li>\n<li>Serukanlah agar seseorang tetap berada di jalan yang benar yang membuat hidupnya berhasil ;<\/li>\n<li>Kepemimpinan yang baik adalah kunci untuk memperoleh ketaatan bagi para pengikut, serta keberhasilan di dalam lingkungan sekitar kita ;<\/li>\n<li>Kita tidak dapat hanya mengandalkan iman generasi pendahulu kita. Setiap genersi harus membua komitmen mereka sendiri di hadapan TUHAN.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Sama seperti nasihat Yosua bagi ummat Israel di dalam kitab Yosua 22 :5, nasihat yang sama juga berlaku bagi kita, sebagai berikut : \u201cHanya, lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika kita melihat nasihat di atas, terdapat urutan hal yang harus dilakukan didalam memelihara hubungan pribadi yang erat dengan TUHAN: (1) melakukan dengan setia perintah dan hukum TUHAN (terjemahan bahasa Inggrisnya yang lebih tepat adalah \u201cmendengar perintah dan hukum Allah dengan setia\u201d), dan tentunya ini memerlukan kerajinan untuk membaca FirmanNya secara teratur dan setia, (2) mengasihi TUHAN, meskipun hal tersebut lebih berhubungan dengan sikap hati kita terhadap TUHAN, dan (3) ketaatan terhadap segenap perintah TUHAN.\u00a0 Apa yang terjadi jika kita membalik-balik ketiga urutan tersebut di atas?\u00a0 Apa yang terjadi jika kita katakan bahwa kita mengasihi TUHAN, dan mungkin melakukan tindakan-tindakan kasih kepada TUHAN dan sesama, tetapi tidak setia untuk mendengar perintahNya (termasuk membaca FirmanNya setiap hari secara teratur)?\u00a0 Atau apakah yang akan terjadi jika kita katakan bahwa kita telah mematuhi perintahNya, tetapi tidak sungguh-sungguh mengasihiNya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini <\/u>:<\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Ibrani 13 : 20 \u2013 21 \u201c(13:20) Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, (13:21) kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita \u00a0\u00a0apa yang berkenan kepada-Nya, \u00a0oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Yosua 22 &#8211; 24 (Kurun waktu : diperkirakan 1.370\u00a0 \u2013 1.350 S.M.) &nbsp; \u00a0\u201cKata-Kata Terakhir\u201d &nbsp; download versi word file : Renungan Harian Tgl 31 Maret 2017 Apakah Anda pernah mengalami waktu yang sangat istimewa untuk duduk di beranda rumah, sambil mendengarkan kakek atau nenek membagikan cerita tentang hal-hal yang mereka pelajari&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1222,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1221"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1225,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1221\/revisions\/1225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1222"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}