{"id":11976,"date":"2025-11-25T02:02:05","date_gmt":"2025-11-24T19:02:05","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=11976"},"modified":"2025-11-25T02:02:05","modified_gmt":"2025-11-24T19:02:05","slug":"srhi-25-november-2025-jangan-takut-dan-percayalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2025\/11\/25\/srhi-25-november-2025-jangan-takut-dan-percayalah\/","title":{"rendered":"SRHI 25 NOVEMBER 2025 &#8211; JANGAN TAKUT DAN PERCAYALAH"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: center;\">Jangan Takut dan Percayalah<\/h1>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Lalu Ia berkata kepada mereka: \u201dMengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?\u201d Markus 4:40<\/em><\/p>\n<p>Kura kura mempuyai sistem pertahanan diri yang unik yaitu menggunakan tempurungnya untuk bersembunyi. Tempurung merupakan bagian dari kerangka tubuhnya yang menyatu dengan tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang selangka. Tempurung kura-kura sangat sensitif karena memiliki saraf dan sistem peredaran darah. Kura-kura juga bisa merasakan sakit bila tempurungnya ditekan terlalu keras. Tempurung kura-kura mengalami evolusi dari pengunaannya untuk menggali lubang sampai menjadi pertahanan yang kokoh.<\/p>\n<p>Yesus pernah menegur muridnya karena mereka ketakutan pada saat taufan ketika menyebrang menggunakan perahu: <em>Lalu Ia berkata kepada mereka: \u201dMengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?\u201d Markus 4:40.\u00a0<\/em>Yesus menegur murid-murid karena takut dan tidak percaya. Jikalau dipikir secara logika sebenarnya ekspresi ketakutan murid-murid sangat wajar karena mereka berada dalam keadaan yang tidak mudah. Tetapi yang disoroti Yesus disini adalah mereka masih saja takut dengan segala pengalaman yang telah dialami bersama Yesus.<\/p>\n<p>Fakta mukjizat-mukjizat, penyembuhan-penyembuhan dan hal-hal yang dilakukan sampai pada saat itu tidak membuat murid-murid percaya. Bahkan ketika taufan datang mereka justru membangunkan Yesus dengan alasan takut binasa bukan karena percaya Yesus bisa memberhentikan, bahkan mereka juga heran ketika Tuhan Yesus bisa menghardik taufan. Inilah yang membuat Yesus menegur murid-murid dengan sangat keras. Mereka sudah melalui banyak hal dengan Yesus tetapi tidak percaya ketika dalam masa sulit. Harusnya mereka percaya kepada Tuhan dan tidak takut akan taufan yang menyerang.<\/p>\n<p>Orang percaya harusnya memiliki mental yang kokoh seperti kura-kura. Kalau kura-kura saja bisa tenang dengan tempurung yang dia miliki apalagi orang percaya memiliki Tuhan. Kalau kura-kura saja Tuhan pelihara apalagi setiap orang percaya. Hidup yang dilalui orang percaya harusnya sudah menjadikan sebuah bukti bahwa Tuhan terus menolong dalam setiap badai hidup. Menjadi percaya dan tidak takut akan semua pergumulan yang dihadapi menjadikan orang percaya pribadi yang percaya diri dalam menghadapi dunia ini.<\/p>\n<p><strong>Pembaca SRHI,\u00a0<\/strong>berapa lama saudara sudah percaya kepada Yesus? Berapa banyak badai yang sudah saudara lalui bersama Dia? Milikilah rasa percaya dan tidak takut ketika saudara memiliki pergumulan saat ini. Pergumulan itu mungkin terasa berat dan melelahkan. Tetapi percayalah ada Tuhan Yesus yang akan menghardik semua badai dikehidupanmu. Jangan takut dan percayalah kepada Yesus, Dia tahu hidupmu dan tahu yang terbaik. Jangan sampai Tuhan bertanya hal sepertinya yang ditanyakan kepada murid-murid: <em>Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? <\/em>Pengalaman hidup yang saudara miliki harusnya menjadikan saudara terus percaya. Terus bersandar dan jangan lelah, biarlah apapun beban yang saudara miliki Tuhan akan memberikan kelegahan. <em>God bless.<br \/>\n<strong>(FRD251125)<\/strong><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa SRHI GBIK<\/strong><br \/>\n<strong>Selasa, 25 November 2025<\/strong><\/p>\n<p>1. Berdoa untuk Jemaat yang sedang hamil, kiranya diberi kesehatan, kondisi kehamilan yang baik dan janin yang sempurna serta persalinan yang normal dan lancar, serta dicukupkan untuk persiapan dana persalinannya.<br \/>\n2. Berdoa untuk panitia Tolong Menolong dalam melayani jemaat yang membutuhkan, baik karena kedukaan maupun yang memerlukan jamahan kasih melalui gereja supaya diberikan kesehatan dan hikmat dalam menjalankan tugas pelayanannya.<br \/>\n3. Berdoa untuk Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Peruri, dan Lembaga Keuangan lainnya supaya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dapat terjaga.<\/p>\n<p>Pokok Doa untuk BPW Pemuridan, Sidikalang, Dairi \u2013 Sumatera Utara<\/p>\n<p>1. Berdoa bagi jemaat yang merindukan untuk mendapatkan pekerjaan supaya Tuhan membuka jalan berkat dan jemaat yang berada di luar kota (Putri &amp; Yove) tetap memelihara imannya dan Tuhan menjaga serta melindungi mereka.<br \/>\n2. Doakan BPW Pemuridan Sidikalang dalam mempersiapkan bahan ajar Sekolah Minggu dan alat peraga Sekolah Minggu<br \/>\n3. Doakan pelayanan Bpk. Samuel Paradongan Purba beserta keluarga supaya Tuhan berikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat, serta tercukupi semua kebutuhan hidup sehari-hari.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan Takut dan Percayalah Lalu Ia berkata kepada mereka: \u201dMengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?\u201d Markus 4:40 Kura kura mempuyai sistem pertahanan diri yang unik yaitu menggunakan tempurungnya untuk bersembunyi. Tempurung merupakan bagian dari kerangka tubuhnya yang menyatu dengan tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang selangka. Tempurung kura-kura sangat sensitif karena memiliki saraf&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":11874,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20,38],"tags":[47],"class_list":["post-11976","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini","tag-srhirenungankristen"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11976","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11976"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11976\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11977,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11976\/revisions\/11977"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11976"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11976"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11976"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}