{"id":1197,"date":"2017-03-27T07:32:04","date_gmt":"2017-03-27T00:32:04","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1197"},"modified":"2017-03-27T07:32:38","modified_gmt":"2017-03-27T00:32:38","slug":"renungan-harian-27-maret-menang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/03\/27\/renungan-harian-27-maret-menang\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 27 Maret &#8211; Menang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Yosua 10 \u2013 12<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 1.406\u00a0 \u2013 1.370 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u201cMenang\u201d<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Renungan-Harian-Tgl-27-Maret-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 27 Maret 2017<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Indonesia akan menjadi tuan rumah pesta olahraga Asian Games pada tanggal 18 Agustus \u2013 2 September\u00a0 tahun 2018 mendatang, dengan 36 cabang olah raga yang akan dipertandingkan.\u00a0 Dengan biaya persiapan Asian Games 2018 tersebut yang mencapai Rp 30 triliun, terutama untuk pembangunan sarana infrastruktur, diharapkan bahwa kesiapan Indonesia untuk menyelenggarakan event akbar olahraga Asian Games ini akan segera terwujud, dan akan mendongkrak posisi Indonesia yang pada Asian Games 2014 yang lalu di Incheon, Korea Selatan, berada di urutan ke 17 dari 37 negara.\u00a0 Target\u00a0 Indonesia untuk perolehan medali emas di Asian Games 2018 adalah 20 emas, dan berada di urutan 10 sampai 8 besar.\u00a0 Target perolehan emas ini kemudian dituangkan kedalam program Komandan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), dimana segala faktor ketidakpastian dalam olah raga dianalisa dengan <em>high performance program (HPP), <\/em>dan dijabarkan lebih lanjut kedalam faktor-faktor dibawah kendali dan di luar kendali, dan dengan mematuhi segala prosedur dan petunjuk pelatihan yang diberikan, maka diharapkan target kemenangan tersebut dapat dicapai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan cara yang sama, jika kita juga mau taat sepenuhnya dan mengikuti kehendak Allah dengan hati dan tindakan kita, maka Allah juga akan memberkati dan memberi kemenangan bagi kita. Meskipun dengan cara pandang dunia, mungkin kita tidak selalu menang (misalnya mungkin saja kita dapat mengalami kerugian, kehilangan ataupun mengalami hal-hal yang buruk didalam hidup), tetapi kita dapat memenangkan perkenanan Allah jika kita sungguh-sungguh taat.\u00a0 Seringkali jika kita sungguh-sungguh taat kepadaNya, maka Ia akan membuat kita meraih kemenangan menjadi yang utama.\u00a0 Cara Alkitab untuk menyatakan tentang hal ini terdapat di kitab Ulangan 28 : 13,<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cTUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Meskipun janji tersebut diberikan kepada ummat Israel, tetapi prinsip-prinsipnya sering dapat diaplikasikan bagi ummat Kristiani pada saat ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Allah bahkan dapat menggunakan kesalahan-kesalahan kita, untuk membantu agar dapat menang. Ummat Israel telah berbuat kesalahan.\u00a0 Orang Gibeon adalah bangsa yang tinggalnya dekat dengan perkemahan ummat Israel di tanah Kanaan. Mereka takut kepada orang Israel karena mereka telah mendengar tentang kemenangan ummat Israel atas Mesir dan juga atas bangsa-bangsa Amon dan Moab yang berkuasa di sebelah timur Sungai Yordan, penyeberangan sungai Yordan yang ajaib, kemenangan atas Yerikho dan Ai, dan rencana TUHAN untuk mengusir seluruh bangsa yang ada di tanah Kanaan. Oleh karena ketakutan mereka terhadap orang Israel, maka mereka melakukan tipu muslihat, berpura-pura menyamar sebagai para pendatang dari tanah yang jauh, yang mencari kesepakatan damai.\u00a0 Ummat Israel telah gagal untuk bertanya terlebih dahulu tentang keputusan TUHAN berkenaan dengan hal tersebut (Yosua 9 : 14), dan hanya membuat keputusan\u00a0 berdasarkan atas apa yang dilihat oleh mata mereka saja. Mereka telah tertipu. Tetapi kitab Yosua 10 menggambarkan dengan jelas tentang ayat ini: \u201cKita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana\u00a0 Allah,\u201d (Roma 8 : 28)\u00a0 Beberapa hal yang baik tetap terjadi atas ummat Israel meskipun mereka telah membuat kesepakatan yang kurang bijaksana.\u00a0 Insiden ini menyebabkan lima raja-raja suku Amori dari daerah di lembah datang serentak untuk memerangi suku Gibeon, karena mereka telah membuat perjanjian damai dengan Israel. Lalu pasukan Israel datang untuk menyelamatkan suku Gibeon dan menghancurkan seluruh tentara dari lima raja-raja tersebut.\u00a0 Setelah pertempuran tersebut, ummat Israel tetap menghancurkan sepenuhnya setiap bangsa dan kerajaan yang ada di tanah Kanaan, sesuai dengan segala yang diperintahkan TUHAN kepada Yosua.\u00a0 Meskipun hal ini terdengar kasar dan kejam, kita harus ingat bahwa bangsa-bangsa yang ditumpas tersebut adalah orang-orang yang sangat jahat dan TUHAN telah menunjukkan belas kasihan dan pengampunan bagi mereka selama 800 tahun, menurut nubuat yang terdapat di dalam kitab Kejadian 15 : 13-16.\u00a0 Mereka memiliki waktu untuk bertobat.\u00a0 Seluruh bangsa akan bertanggung-jawab kepada Allah kita Yang Maha Kuasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Allah berperang bagi Israel dengan tiga cara, melawan lima raja-raja yang datang untuk memerangi mereka serta orang Gibeon (Yosua 10 :\u00a0 9 -14).\u00a0 Yang pertama, Ia membuat mereka berada di dalam kebingungan ketika menghadapi Israel.\u00a0 Yang ke dua, Ia melempari musuh mereka dengan batu-batu besar yang turun dari langit, dan dengan cara ini telah membunuh lebih banyak orang, daripada hanya dengan pedang.\u00a0 Yang ke tiga, Ia menunda terbenam dan terbitnya matahari dan bulan selama satu hari penuh, sehingga ummat Israel akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk dapat mengalahkan raja-raja dengan tentaranya tersebut. Banyak teori telah disampaikan mengenai bagaimana hal tersebut dapat terjadi.\u00a0 Tampaknya Alkitab menjelaskannya di dalam kitab Yosua 10 : 12b-13a bahwa Allah memperlambat rotasi bumi sehingga pada hari itu rotasi bumi terjadi selama 48 jam dan bukannya 24 jam. Jika Ia melakukan rotasi bumi seperti ini,maka Ia juga dengan ajaib telah menghentikan gelombang pasang laut serta segala sesuatu yang ada di dalamnya untuk bergerak dan beterbangan.\u00a0 <em>The Bible Knowledge Commentary of the Old Testament, by Walvoord and Zuck, copyright 1985, halaman 351,<\/em> mengatakan bahwa Matahari dan Bulan adalah dewa-dewa utama orang Kanaan.\u00a0 Ketika mereka melihat bahwa dewa-dewa mereka tunduk kepada kuasa Allahnya ummat Israel, maka mereka sendiri bersaksi , \u201c\u2026sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN\u201d (Yosua 10 : 14b).\u00a0 Allah ingin menolong kita untuk menang dengan cara yang dahsyat sehingga namaNya boleh dimuliakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Allah juga memberikan kemenangan kepada Yosua di wilayah selatan dan utara medan pertempuran mereka. Yosua menunjukkan kepatuhan sepenuhnya kepada kehendak TUHAN di dalam medan-medan pertempuran tersebut dengan menghancurkan sepenuhnya bangsa-bangsa yang berhati jahat dan tidak mau bertobat itu\u00a0 (Yosua 10 : 28 \u2013 Yosua 11 : 15).\u00a0 Ini lah prinsip yang dapat kita pelajari : Kemenangan sepenuhnya hanya dapat diperoleh melalui ketaatan seutuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Allah memerintahkan Yosua untuk melumpuhkan kuda miliki raja-raja wilayah utara (melumpuhkan berarti memotong tendon kaki mereka untuk melumpuhkan mereka) dan membakar kereta-kereta kuda mereka.\u00a0 Mengapa? <em>The Bible Knowledge Commentary of the Old Testament, by Walvoord and Zuck, copyright 1958, halaman 353 <\/em>berkata bahwa Allah memberi perintah-perintah ini kepada Yosua untuk dilakukannya, karena orang Kanaan menggunakan kuda didalam penyembahan-penyembahan dewa-dewa kekafiran mereka, dan kuda-kuda serta kereta kuda tersebut merupakan tanda kekuatan militer mereka (Mazmur 20 : 7). Sekali lagi, Allah menunjukkan kekuatanNya atas dewa-dewa kekafiran orang Kanaan beserta kekuatan militer mereka, dan oleh karenanya maka nama Allah dimuliakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">TUHAN mengeraskan hati raja-raja orang Kanaan sehingga Yosua dan tentaranya harus menumpas mereka semuanya (Yosua 11 : 19 \u2013 20).\u00a0 Seluruhnya ada tiga puluh satu raja-raja dan tentara mereka yang dimusnahkan sepenuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Allah bahkan dapat menggunakan kesalahan-kesalahan kita untuk dapat menang. Roma 8 : 28 berkata, \u201cKita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.\u201d ;<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Kelak seluruh bangsa akan harus memberi pertanggung-jawaban di hadapan Allah Maha Kuasa ;<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Allah akan menolong kita agar dapat menang dengan berbagai cara sehingga namaNya dimuliakan ;<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Kemenangan sepenuhnya hanya dapat diraih melalui ketaatan seutuhnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Didalam kitab Yosua 10 : 13 dikatakan, \u201cMaka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.\u201d\u2026Dengan menggunakan data NASA, tiga ilmuwan dari Beersheba\u2019s Ben Gurion University berhasil menemukan tanggal pasti terjadinya peristiwa supernatural tersebut, yaitu pada tanggal 30 October, 1.207 S.M. \u00a0sekitar pk 16.28 , dan pada waktu tersebut juga dikatakan telah terjadi gerhana matahari.\u00a0 Terlepas dari berbagai bahasan dari segi ilmu science dan keterangan Alkitab, apakah kita sungguh-sungguh percaya bahwa Allah sanggup melakukan keajaiban-keajaiban atas alam?\u00a0 Dan bahwa Ia juga sanggup melakukan keajaiban dalam hidup kita semua? Bagaimanakah keyakinan akan hal tersebut mampu memberikan semangat untuk dapat menang atas masalah apapun dalam hidup kita?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini : <\/u><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Ulangan 28 : 13 \u201cTUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Yosua 10 \u2013 12 (Kurun waktu : diperkirakan 1.406\u00a0 \u2013 1.370 S.M.) &nbsp; \u201cMenang\u201d &nbsp; download versi word file : Renungan Harian Tgl 27 Maret 2017 Indonesia akan menjadi tuan rumah pesta olahraga Asian Games pada tanggal 18 Agustus \u2013 2 September\u00a0 tahun 2018 mendatang, dengan 36 cabang olah raga yang akan&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1198,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1197"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1201,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1197\/revisions\/1201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}