{"id":1191,"date":"2017-03-26T07:03:14","date_gmt":"2017-03-26T00:03:14","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1191"},"modified":"2017-03-26T07:03:14","modified_gmt":"2017-03-26T00:03:14","slug":"renungan-harian-26-maret-masalah-bagaimana-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/03\/26\/renungan-harian-26-maret-masalah-bagaimana-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 26 Maret &#8211;  Masalah; Bagaimana Mengatasinya?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Yosua 7 \u2013 9<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 1.406\u00a0 \u2013 1.370 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u201cMasalah;\u00a0 Bagaimana Mengatasinya\u201d<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Renungan-Harian-Tgl-26-Maret-2017.docx\">Renungan Harian Tgl 26 Maret 2017<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak ada seorangpun yang menginginkan datangnya masalah, tetapi pada suatu waktu setiap orang pasti pernah mengalami timbulnya persoalan. Masalah yang timbul dari luar kendali kita adalah tantangan-tantangan yang harus dikalahkan dengan pertolongan Allah.\u00a0 Namun demikian kesulitan yang datang dari dalam tempat tinggal kita, keluarga, bisnis atau organisasi lainnya, dapat membawa dampak yang merusak dan menghancurkan, apabila tidak ditangani dengan baik sedini mungkin. Kita perlu menangani hal tersebut bersama Allah juga.\u00a0 Bagaimana cara kita menangani masalah? Kiranya Renungan Harian hari ini akan membantu kita berkenaan dengan hal tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Masalah Di Barisan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak lama setelah ummat Israel berada di Tanah Perjanjian, kemudian timbullah masalah. Mereka merasa sangat percaya diri setelah meraih kemenangan di Yerikho, meskipun mereka tahu bahwa sesungguhnya Allah lah yang memenangkan pertempuran tersebut (mereka tidak banyak melakukan usaha ataupun menunjukkan kekuatan, selain berjalan berbaris mengelilingi kota Yerikho, meniup sangkakala dan merebut kota; TUHANlah yang telah meluluh-lantakkan tembok kota Yerikho). Tetapi peperangan selanjutnya di Ai, merupakah kekalahan yang memalukan bagi Israel.\u00a0 Apa yang terjadi?\u00a0 Ada masalah dengan barisan Israel; ada dosa yang terjadi di perkemahan. Seorang kaum Israel yang bernama Akhan, telah mencuri barang-barang berharga hasil jarahan di kota Yerikho yang dikhususkan untuk dimusnahkan, dan dengan demikian telah melanggar perintah Allah mengenai barang-barang berharga yang harus dikhususkan untuk dimusnahkan.\u00a0 Berikut ini adalah pelajaran yang dapat dipetik dari kitab Yosua 7 : 1 \u2013 15 :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Masalah dapat datang sedikit demi sedikit; kadang-kadang masalah tersebut tidak selalu terlihat ;<\/li>\n<li>Allah adalah Allah yang kudus dan benar. Allah menghukum dosa; Allah selalu tahu akar masalah dosa tersebut dan tidak pernah membiarkannya terjadi ;<\/li>\n<li>Dosa dapat juga mempengaruhi orang lain selain kita ;<\/li>\n<li>Adalah penting untuk mematuhi Allah bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun ;<\/li>\n<li>Dosa harus diakui dan ditinggalkan, agar Allah dapat memulihkan hidup kita dan memberi kemenangan. Jika Anda bukan seorang Kristen, Allah menawarkan bagi Anda: pengampunan, kedamaian, hidup rohani yang baru dan perkenananNya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah kekalahan yang memalukan di Ai, Akhan dan keluarganya dirajam sampai mati, harta benda mereka dibakar, dan kemudian ummat Israel dipulihkan persekutuannya dengan Allah. Allah tahu bahwa Yosua dan seluruh ummat Israel memerlukan pemulihan kembali atas rasa percaya diri\u00a0 mereka, maka Ia memberi bagi mereka rencana pertempuran agar dapat meraih kembali kemenangan mereka. Allah memerintahkan Yosua untuk memanggil dan mengumpulkan seluruh pasukan Israel.\u00a0 Lalu Yosua menyiapkan rencana penyergapan untuk membakar kota Ai, ketika para tentara Ai pergi untuk mengejar sebagian tentara Israel.\u00a0 Pasukan utama Israel maju keluar ke sebelah utara kota untuk menggoda agar tentara Ai mengejar mereka keluar sampai jauh dari kota. Ketika kemudian pasukan utama Israel melihat asap membumbung tinggi dari kota Ai sebagai hasil penyergapan tersebut, mereka berbalik arah mundur kembali dan memenangkan pertempuran tersebut.\u00a0 Perhatikanlah bahwa perintah untuk pelucutan barang-barang jarahan dari kota tersebut berbeda dengan yang di Yerikho (Yosua 8 : 2).\u00a0 Kali ini mereka boleh mengambil banyak jarahan bagi diri mereka. JIka saja Akhan mau menunggu satu pertempuran lagi, maka mungkin TUHAN akan mengijinkannya mengambil sedikit dari jarahan perang tersebut.\u00a0 Inilah\u00a0 pelajaran yang dapat kita petik : kita harus sabar dan patuh. TUHAN akan memberi segala sesuatu yang kita butuhkan, dan bahkan juga banyak hal yang kita inginkan, jika kita mau menantikan waktu terbaik dari TUHAN. Janganlah mencuri atau memiliki sikap mental seperti \u201ccredit card\u201d;\u00a0 jangan memaksakan keinginan-keinginan untuk segera terlaksana.\u00a0 Nantikanlah waktu terbaik dari TUHAN, karena Ia baik.\u00a0 Ia akan memberi upah bagi orang-orang yang menantikannya dengan sabar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah memenangkan pertempuran terhadap orang Ai, Yosua mendirikan sebuah mezbah untuk penyembahan dan pemberian korban persembahan, dan memimpin ummat Israel untuk memperbaharui penyerahan dan kesetiaan mereka kepada TUHAN (Yosua 8 : 32-35).\u00a0 Kemudian di atas lempengan-lempengan batu, Yosua menyalin seluruh Hukum Musa (mungkin adalah kitab Ulangan) di hadapan seluruh ummat Israel, dan membacakan seluruh isi Hukum Musa tersebut dengan segala berkat dan kutuk yang menyertainya, di Gunung Gerizim dan Ebal di Kanaan seperti yang diperintahkan Allah (Ulangan 11 : 26-30). Yosua memimpin ummat Israel di dalam ketaatan sepenuhnya. Ia memimpin mereka di dalam kebenaran, rasa hormat dan penghargaan kepada Allah. Ia tahu bahwa Batu Karang Bagi Ummat Israel adalah tempat sandaran kepercayaan mereka.\u00a0 Pada saat terjadi masalah, Allah dapat diandalkan sebagai Batu Karang tempat kita menaruh seluruh kepercayaan kita.\u00a0 Para pemimpin rohani akan memimpin keluarga, gereja dan organisasi lainnya untuk menyembah dan patuh kepada TUHAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Masalah Diluar Kendali Kita<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika raja-raja di Kanaan mendengar tentang apa yang terjadi atas Yerikho dan Ai, mereka bersekutu bersama untuk memerangi Israel. Namun demikian orang-orang Gibeon berencana melakukan tipu muslihat (Yosua 9 : 3 \u2013 27). Oleh karena takut kepada Israel, maka orang Gibeon berpura-pura telah datang dari negeri yang jauh.\u00a0\u00a0 Mereka meminta suatu perjanjian damai. Yosua dan ummat Israel lainnya percaya saja kepada cerita mereka yang tampak meyakinkan, tetapi mereka tidak bertanya tentang hal ini kepada TUHAN.\u00a0 Mereka telah tertipu. Israel telah memberikan kesepakatan damai bagi orang Gibeon, dan kemudian akhirnya mereka tahu bahwa mereka telah ditipu.\u00a0 Tetapi karena mereka telah mengikat perjanjian dengan sumpah terhadap orang Gibeon, maka Israelpun wajib untuk memenuhinya. Agar tetap dapat melakukan hal yang positif ditengah situasi yang buruk, maka kaum Israel meminta orang Gibeon untuk bekerja bagi Israel sebagai tukang angkat kayu dan penimba air sumur.\u00a0 Orang Gibeon menjadi beban bagi ummat Israel, karena kini mereka tidak hanya harus menjaga dan membela kepentingan kaum mereka sendiri, tetapi juga orang Gibeon.\u00a0 Inilah pelajaran yang ke dua bagi kita : mungkin kita dapat atau juga tidak dapat mendeteksi timbulnya masalah dari luar, tetapi ketika persoalan tersebut datang, kita harus mencari nasihat dari TUHAN atas segala sesuatu yang menimbulkan masalah.\u00a0 Mungkin jika ummat Israel melakukannya, maka mereka tidak akan tertipu lagi dan harus menderita akibat negatif yang ditimbulkan karena tidak meminta nasihat TUHAN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Masalah dapat datang sedikit demi sedikit; mungkin persoalan tersebut tidak selalu dapat terlihat.\u00a0 Allah itu kudus dan benar.\u00a0 Allah menghukum dosa; Ia tidak membiarkan dosa terjadi.\u00a0 Dosa dapat juga mempengaruhi orang lain di sekitar kita. Adalah penting untuk mematuhi Allah bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Dosa harus diakui dan ditinggalkan, agar Allah dapat memulihkan dan memberi kemenangan bagi kita ;<\/li>\n<li>Para pemimpin rohani yang baik akan memimpin keluarga, gereja atau organisasi lainnya untuk menyembah dan taat kepada TUHAN;<\/li>\n<li>TUHAN akan memberikan segala sesuatu yang kita perlukan dan bahkan banyak hal yang kita inginkan jika kita mau menantikan waktu TUHAN. Janganlah mencuri atau memiliki mentalitas \u201ccredit card\u201d;\u00a0 jangan memaksakan hal-hal yang kita inginkan terjadi.\u00a0 Nantikanlah TUHAN.\u00a0 Ia bagi dan Ia memberi upah bagi orang-orang yang mau menantikanNya dengan sabar ;<\/li>\n<li>Pada saat kesukaran, Allah dapat menjadi Batu Karang tempat kita menggantungkan kepercayaan diri. Para pemimpin rohani yang baik akan memimpin anggota keluarga mereka, gereja atau organisasi lainnya untuk menyembah dan patuh kepada TUHAN ;<\/li>\n<li>Mungkin kita dapat atau tidak dapat mendeteksi masalah dari lingkungan di luar kendali kita, tetapi ketika masalah tersebut datang, kita harus mencari nasihat dari TUHAN atas segala hal yang kita pertanyakan. Mungkin dengan cara demikian, maka kita tidak akan tertipu dan menderita konsekuensi-konsekuensi negatif nya.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Firman Tuhan di dalam kitab Yosua 8 : 1 berkata, \u201cKemudian berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: &#8220;Janganlah takut dan janganlah tawar hati; bawalah seluruh tentara dan bersiaplah, majulah ke Ai. Ketahuilah, Aku serahkan kepadamu raja negeri Ai, rakyatnya, kotanya dan negerinya\u201d\u2026 Apakah saat ini kita pun perlu mendengar kata-kata penguatan dari TUHAN bagi hidup kita?\u00a0 Bagaimanakah, selama ini, cara kita mengatasi tantangan, masalah dan keputus-asaan yang kadang datang melanda hidup Anda? Kemudian melalui pengalaman Anda selama ini; bagaimana cara Allah memberi dorongan dan semangat bagi Anda di saat Anda memerlukannya?<\/li>\n<\/ul>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Dari pelajaran tentang kelicikan dan penipuan yang dilakukan orang Gibeon; seberapa seringkah kita berkonsultasi terlebih dahulu kepada Allah atas keputusan-keputusan penting di dalam hidup kita? Bagaimana hal nya dengan keputusan \u2013keputusan yang menurut kita kurang penting, apakah kita juga berkonsultasi dahulu dengan TUHAN?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>\u00a0<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini : <\/u><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Mazmur 37 : 3\u00a0 \u201cPercayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Yosua 7 \u2013 9 (Kurun waktu : diperkirakan 1.406\u00a0 \u2013 1.370 S.M.) &nbsp; \u201cMasalah;\u00a0 Bagaimana Mengatasinya\u201d &nbsp; \u00a0download versi word file : Renungan Harian Tgl 26 Maret 2017 Tidak ada seorangpun yang menginginkan datangnya masalah, tetapi pada suatu waktu setiap orang pasti pernah mengalami timbulnya persoalan. Masalah yang timbul dari luar kendali&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1191","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1191","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1191"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1191\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1196,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1191\/revisions\/1196"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1191"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1191"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1191"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}