{"id":1143,"date":"2017-03-21T06:25:13","date_gmt":"2017-03-20T23:25:13","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1143"},"modified":"2017-03-21T06:25:58","modified_gmt":"2017-03-20T23:25:58","slug":"renungan-harian-21-maret-kebijakan-dan-aturan-untuk-dipatuhi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/03\/21\/renungan-harian-21-maret-kebijakan-dan-aturan-untuk-dipatuhi\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 21 Maret &#8211; Kebijakan Dan Aturan Untuk Dipatuhi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Ulangan 23 &#8211; 26<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>(Kurun waktu : diperkirakan 1.444\u00a0 \u2013 1.406 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u201cKebijakan dan Aturan Untuk Dipatuhi\u201d<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Renungan-Harian-Tgl-21-Maret.docx\">Renungan Harian Tgl 21 Maret<\/a><br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap pemerintahan, organisasi ataupun keluarga memiliki kebijakan dan peraturannya sendiri (dalam bentuk tertulis ataupun lisan).\u00a0 Bagaimana cara kita menghendaki dilakukannya hal-hal di dalam pemerintahan, bisnis, keluarga ataupun gereja?\u00a0 Ada cara-cara tertentu yang kita inginkan untuk melakukan hal-hal, dan biasanya didasarkan pada prinsip-prinsip utama. Komunikasi yang jelas mengenai kebijakan-kebijakan tersebut akan mencegah kebingungan, ketidak-konsekuenan, frustrasi dan pengeroposan organisasi secara umum.\u00a0 Beberapa saat sebelum ummat Israel memasuki Tanah Perjanjian, Musa mengkomunikasikan hal-hal tambahan tentang kebijakan-kebijakan yang ditetapkan TUHAN bagi ummatNya, untuk mengamankan harta warisan mereka di Tanah Perjanjian.\u00a0 Ini merupakan ketentuan-ketentuan yang harus dipelihara dan dipatuhi ummat Israel agar tetap mendapat berkat dan kasih setia dari TUHAN, Allah Israel.\u00a0 Peraturan-peraturan ini dibakukan sesuai dengan Perjanjian Kekuasaan yang berlaku pada jaman mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang pertama, terdapat kekecualian dan larangan bagi orang-orang yang diijinkan bergabung dengan jemaat Israel yang melakukan penyembahan. Misalnya, terdapat larangan yang sepintas agak aneh, berkenaan dengan orang yang dikebiri di mana ada bagian alat kelaminnya yang terpotong ataupun hancur, yang juga dikaitkan dengan pengecualian\/ larangan bagi anak yang dilahirkan secara haram di luar pernikahan, ataupun tanpa pernikahan yang sah (Ulangan 23 : 1); orang-orang tersebut tidak diperbolehkan masuk ke dalam jemaat Israel yang boleh menyembah Allah.\u00a0 Ummat Israel tidak boleh menikahi orang Amon ataupun Moab, dan kedua jenis bangsa tersebut juga dilarang untuk bergabung dengan jemaat Israel oleh karena kejahatan yang pernah mereka lakukan terhadap ummat Israel. Keterkaitan peraturan larangan atas kaum yang dikebiri dengan pernikahan dengan bangs Amon dan Moab, mungkin dapat dijelaskan dengan fakta bahwa pengebirian atas seseorang merupakan salah satu praktik tindakan penyembahan berhala dan setan yang umumnya dilakukan oleh bangsa-bangsa penyembah berhala <em>(The Bible Knowledge Commentary of the Olt Testament, by Walvoord and Zuck, copyright 1985, halaman 303).<\/em>\u00a0 Namun demikian, Allah menghendaki agar ummat Isarel dapat bertambah-banyak jumlahnya dan menguasai tanah yang dijanjikan TUHAN bagi ummatNya tersebut (Kejadian 35 : 10 -11).\u00a0 Lalu para penjaja seks (pelacur)\u00a0 laki \u2013laki dan perempuan yang melayani seks di kuil-kuil penyembahan berhala juga dilarang masuk bergabung dengan jemaat Israel (Ulangan 23 : 17 \u2013 18). Meskipun ada pengampunan bagi semua yang telah berdosa, tetapi orang-orang yang tidak mau bertobat dan gaya hidupnya tetap mengikuti pola-pola penyembahan berhala dan menyembah setan, serta keji perbuatannya, dianggap dapat memberi pengaruh buruk yang merusak kehidupan ibadah ummat Israel lainnya yang hendak beribadah kepada Allah.\u00a0 Demikian juga hal nya, kita pun harus membatasi kehadiran mereka di dalam ibadah, sampai mereka telah menunjukkan sikap hidup yang bertobat dan mau meninggalkan cara-cara hidup yang jahat dan memusuhi Allah di dalam hati mereka. Selain pengecualian dan larangan masuk ke dalam jemaat yang telah disebutkan di atas, terdapat juga larangan bagi orang-orang yang berpenyakit menular dan berbahaya, dan kita dapat mengerti\u00a0 tentang alasan larangan tersebut (Ulangan 24 : 8 ; Imamat 13 : 45 \u2013 46).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang ke dua, terdapat juga larangan untuk orang-orang yang diperbolehkan bergabung ke dalam kemah pasukan Israel.\u00a0 Ketika para tentara tersebut sedang berada di dalam kemah mereka, Allah memerintahkan mereka\u00a0 untuk membuang\/ menjauhi segala sesuatu yang tidak kudus \/ najis di hadapan Allah (Ulangan 23 : 9).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cSebab TUHAN, Allahmu, berjalan\u00a0 dari tengah-tengah perkemahanmu untuk melepaskan engkau dan menyerahkan musuhmu kepadamu; sebab itu haruslah perkemahanmu itu kudus, \u00a0\u00a0supaya jangan Ia melihat sesuatu yang tidak senonoh di antaramu, lalu berbalik dari padamu.&#8221; (Ulangan 23 : 14).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Siapa yang akan Anda ijinkan untuk masuk ke dalam rumah Anda, bergabung di usaha Anda, di gereja\u00a0 ataupun organisasi lainnya?\u00a0 Apakah Anda akan mengijinkan setiap orang untuk masuk, bagaimanapun kondisinya?\u00a0 Apakah Anda tetap akan mengijinkan mereka masuk, meskipun kehadarian mereka dapat membahayakan ?\u00a0 Apakah Anda tidak ingin melindungi diri dari orang-orang yang dianggap dapat membahayakan tersebut?\u00a0\u00a0 Bagaimana hal nya dengan sikap dan tindakan kita;\u00a0 apakah kita tengah berupaya keras agar hidup kita selalu layak dan berkenan kepada Allah serta kudus di hadapan jemaat Allah lainnya, atau sebaliknya,\u00a0 sikap dan tindakan kita malahan membahayakan pertumbuhan rohani jemaat?\u00a0 Jika sikap dan tindakan kita masih belum baik dan berkenan di hadapan TUHAN, mari bertobat dan memohon kuasa Roh Kudus untuk mentahirkan hidup kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang ke tiga, terdapat peraturan-peraturan tentang perlakuan kepada sesama ummat Israel. Ada peraturan-peraturan tentang perkawinan, untuk melindungi perempuan dan menjaga warisan keluarganya di tanah yang dijanjikan TUHAN (Ulangan 24 : 1 \u2013 5, Ulangan 25 : 5 \u2013 10). Ada aturan-aturan tentang pertikaian sipil dan hukuman badan (hukuman cambuk) (Ulangan 25 : 1 \u2013 3). Ada kebijakan-kebijakan tentang pemberian pinjaman, dan perintah untuk bermurah hati kepada fakir miskin, para janda, yatim piatu dan orang asing (Ulangan\u00a0 23 : 19 dan 23; Ulangan 24 : 10 \u2013 15, 19\u00a0 &#8211; 22).\u00a0 Mereka tidak boleh menarik keuntungan dari sesamanya ataupun memperdaya mereka.\u00a0 Ummat Israel harus memperlakukan sesamanya dengan sikap yang tidak membeda-bedakan,\u00a0 adil dan\u00a0 jujur.\u00a0 Mereka harus selalu ingat bahwa tadinya merekapun adalah para budak di tanah Mesir, sebelum TUHAN menunjukkan belas kasihanNya dan menyelamatkan mereka. Bagaimanakah cara kita memperlakukan sesama? Apakah kita memperlakukan satu sama lainnya dengan kasih, bijaksana, penuh belas kasihan dan pengampunan dan ramah, atau sebaliknya, kita bersikap kejam, kikir dan jahat?\u00a0 Jika kita telah menjadi sarat dengan keangkuhan hidup, kita perlu\u00a0 mengingat kembali tentang status kita yang dahulu adalah budak dosa dan diciptakan dari debu tanah. TUHAN akan memberkati kita atas setiap kebaikan, sikap adil dan tidak membeda-bedakan orang.\u00a0 Kebijakan-kebijakan apakah yang kita miliki untuk dapat menjamin terlaksananya hal-hal di atas?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yang ke empat, ketika ummat Israel memasuki Tanah Perjanjian, mereka wajib memperingati karya penyertaan dan pertolongan TUHAN, dengan memberikan persembahan bagiNya.\u00a0 Berdasarkan kitab Ulangan 26 : 1 \u2013 11, mereka wajib mempersembahkan sebakul penuh hasil bumi yang pertama dari panen yang dihasilkan di tanah yang baru tersebut, dan mereka harus mempersembahkan korban buah sulung tersebut dengan penuh sukacita dan ucapan syukur.\u00a0 Kita pun harus selalu mengingat tentang segala kebaikan yang telah dilakukan TUHAN dalam hidup kita, dan bersyukur kepadaNya.\u00a0 Apakah Allah telah memberikan Anda suatu pekerjaan yang baru, rumah baru, atau gedung gereja yang baru?\u00a0 Mengapa kita tidak bersukacita bersama-sama jemaat lainnya, dan mempersembahkan korban syukur kepadaNya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang ke lima, ummat Israel harus mengucapkan segala janji dan komitmen mereka di hadapan TUHAN (Ulangan 26 : 12 \u2013 19).\u00a0 Kesetiaan kepada TUHAN adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan dan dipelihara, sama seperti loyalitas kita kepada keluarga, bisnis ataupun gereja.\u00a0 Dalam dunia kita saat ini, perjanjian-perjanjian yang dilakukan secara tertulis dianggap lebih sah dan mengikat kedua belah pihak dibandingkan dengan perjanjian secara verbal (yang diucapkan), tetapi bagi Allah\u00a0 semuanya adalah sama; kita harus menepati setiap ucapan janji kita; bahkan Allah berfirman bahwa sumpah\/ nazar harus ditepati\u00a0 (Ulangan 23 : 21 \u2013 23).\u00a0 Perjanjian verbal merupakan jaminan atas komitmen-komitmen yang dilakukan.\u00a0 Apakah kita telah pernah membuat komitmen verbal berupa ucapan janji di hadapan TUHAN?\u00a0 Apakah kita telah memenuhi janji tersebut? Komitmen verbal yang terdapat di dalam pasal selanjutnya, mengikuti pola Perjanjian Kekuasaan. Kiranya TUHAN memberkati kita ketika kita menjalani hidup yang sesuai dengan komitmen kita kepadaNya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Kadang-kadang kebijakan dan peraturan-peraturan tampak aneh, tetapi peraturan-peraturan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan dan kebaikan bagi diri kita atau keluarga kita, masyarakat ataupun bangsa kita ;<\/li>\n<li>Meskipun terdapat pengampunan bagi mereka yang berdosa, tetapi orang-orang yang tidak mau bertobat dan tetap menjalani hidup yang penuh dosa dan tunduk kepada keinginan-keinginan si jahat, dapat memberi pengaruh buruk yang merusak kehidupan rohani jemaat yang berkumpul untuk menyembah TUHAN. Kita harus membatasi kehadiran mereka, sampai mereka menunjukkan sikap hidup di dalam pertobatan,dan meninggalkan cara hidup yang jahat dan memusuhi TUHAN di dalam hati mereka ;<\/li>\n<li>Apakah kita terus berjuang untuk hidup yang benar, berkenan kepada Allah dan yang kudus, dan di hadapan jemaatNya? Atau, apakah sebaliknya, sikap dan tindakan kita telah menyebabkan kehidupan rohani jemaat menjadi mundur? Jika sikap dan tindakan kita masih belum berkenan kepada TUHAN, mari bertobat dan menyucikan hidup kita ;<\/li>\n<li>TUHAN akan memberkati kita atas segala kebaikan, sikap yang tidak membedakan orang dan adil kepada sesama kita, Kebijakan dan keputusan apa sajakah yang akan kita lakukan untuk melakukan hal-hal yang baik tersebut di atas? ;<\/li>\n<li>Kita harus selalu ingat tentang hal-hal baik yang telah dilakukan TUHAN bagi kita, dan memberikan kepadaNya persembahan syukur kita ;<\/li>\n<li>Perjanjian-perjanjian verbal bersifat meneguhkan komitmen-komitmen yang kita buat. Apakah kita telah membuat komitmen verbal kepada TUHAN? Apakah kita telah memenuhi ucapan janji kepada TUHAN tersebut?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Hari ini kita belajar dari kitab Ulangan 23 tentang golongan-golongan orang yang tidak diperkenankan TUHAN untuk masuk kedalam Jemaah TUHAN. Kata \u201cJemaah Tuhan\u201d di sini dapat berarti \u201cseluruh jemaat ummat Israel\u201d (Ulangan 31:30), atau juga \u201ctua-tua Israel dan para pengatur pasukan\u201d (Ulangan 31 : 28), atau dapat diartikan juga sebagai orang-orang yang melakukan tugas pimpinan dan pelayan di dalam bait kudusNya. Untuk aplikasinya pada para pelayan-pelayan TUHAN masa kini : seberapa pentingkah mereka harus menjaga kekudusan, dan membuang hal-hal yang mencemari diri mereka dan juga orang lain, di hadapan TUHAN dan anggota jemaat orang percaya ?\u00a0 Apa yang harus dilakukan jika para pelayan Tuhan tersebut terjatuh ke dalam dosa?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam Ulangan pasal 23 ayat 1 ditetapkan tentang seorang yang dikebiri, oleh karena upacara pengebirian tersebut termasuk dalam ritual penyembahan berhala, maka ia tidak diperkenankan masuk kedalam jemaat TUHAN; tetapi di dalam kitab Yesaya 56 : 3 \u2013 5, para kaum yang dikebiri dan orang asing tersebut yang sungguh-sungguh patuh dan menjalankan perintah-perintah Allah, mendapat kasih karunia dan tetap boleh melayani TUHAN.\u00a0 Sekali lagi kita diingatkan bahwa yang terutama adalah sungguh-sungguh hidup patuh kepada perintah-perintah Allah dan menjalani hidup yang berkenan kepadaNya.\u00a0 Hal indah apakah yang dapat kita pelajari tentang ini: apakah Allah sungguh-sungguh melihat ke dalam hati kita, ketaatan kita untuk menjalankan segala perintahNya?\u00a0 Jika demikian hal nya, sudah seberapa besarkah komitmen kita untuk melakukan segala kehendakNya?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>\u00a0<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini : <\/u><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Ulangan 26 : 17 \u2013 18 \u201c(26:17) Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkaupun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya. ( 26:18) Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya,\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Ulangan 23 &#8211; 26 (Kurun waktu : diperkirakan 1.444\u00a0 \u2013 1.406 S.M.) &nbsp; \u201cKebijakan dan Aturan Untuk Dipatuhi\u201d download versi word file : Renungan Harian Tgl 21 Maret \u00a0 \u00a0 Setiap pemerintahan, organisasi ataupun keluarga memiliki kebijakan dan peraturannya sendiri (dalam bentuk tertulis ataupun lisan).\u00a0 Bagaimana cara kita menghendaki dilakukannya hal-hal di&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1144,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1143"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1147,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1143\/revisions\/1147"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}