{"id":11219,"date":"2025-06-12T22:30:21","date_gmt":"2025-06-12T15:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/gbik.info\/?p=11219"},"modified":"2025-06-12T19:30:17","modified_gmt":"2025-06-12T12:30:17","slug":"srhi-13-juni-2025-prinsip-allah-tentang-menabur-dan-menuai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2025\/06\/12\/srhi-13-juni-2025-prinsip-allah-tentang-menabur-dan-menuai\/","title":{"rendered":"SRHI 13 Juni 2025 &#8211; Prinsip Allah Tentang Menabur Dan Menuai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\">PRINSIP ALLAH TENTANG MENABUR DAN MENUAI<\/p>\n<blockquote><p><strong>\u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman\u201d. (Galatia 6:7-10)<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>(Catatan: Untuk renungan hari ini bacalah Galatia 5:13-26)<\/strong><\/p>\n<p>Renungan hari ini berisi ajaran yang penting dari firman Tuhan yaitu bahwa tindakan dan perkataan kita memiliki konsekuensi. Atau dengan kata lain, apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai. Hal ini terlihat jelas dalam hubungan kita dengan sesama kita.<br \/>\nDalam suratnya kepada gereja di Galatia, kita mengetahui bahwa rupanya di gereja Galatia ada perselisihan sehingga Rasul Paulus mengingatkan mereka : <strong>\u201cSebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: &#8220;Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!. Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan\u201d.<\/strong><br \/>\nUntuk itu lebih lanjut Rasul Paulus menasihati mereka dan kita juga: \u201chiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging \u00a0\u2014\u00a0 karena keduanya bertentangan \u00a0\u2014\u00a0 sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki\u201d. Firman Tuhan ini menjelaskan bahwa ada perbedaan antara sifat &#8211; sifat baru orang percaya, yang dikuasai oleh Roh, dan sifat-sifat &#8220;daging,&#8221; yang dikuasai oleh pola dosa yang masih ada dalam diri kita.<br \/>\nKemudian Rasul Paulus menyebutkan beberapa perbuatan daging, yang banyak di antaranya bersifat relasional \/ berhuhungan dengan orang lain: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. (Galatia 5:20-21). Sebaliknya, Paulus memberi tahu kita bahwa buah Roh adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Galatia 5:22-23). \u200b\u200b<br \/>\nPembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, manakah dari daftar tersebut di atas yang lebih akurat, mencerminkan cara Anda memperlakukan orang lain? Memang, ada beberapa orang yang sulit untuk dikasihi, tetapi menabur buah Roh dalam hubungan tersebut akan menuai hati yang pemaaf, karakter yang saleh, dan ketaatan yang setia dalam diri kita. Sebaliknya, menabur dalam daging akan membawa pengaruh yang merusak dalam hidup kita.<br \/>\nJadi sebelum Anda berinteraksi dengan siapa pun, tanyakan kepada diri Anda sendiri panen seperti apakah yang Anda inginkan. Anda tidak akan pernah salah jika membiarkan Roh membimbing Anda.<br \/>\nMintalah kepada Tuhan untuk memberimu keberanian dan hikmat yang dibutuhkan untuk membagikan Injil kepada mereka yang diutus Tuhan kehadapan Anda.<\/p>\n<p><strong>(JET13062025)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pokok Doa SRHI GBIK<\/strong><br \/>\n<strong>Jumat, 13 Juni 2025<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Berdoa agar rapat perancang minggu ini dapat berjalan dengan baik dan benar. Ketua perancang dapat memimpin dengan baik sehingga semua laporan dan masukan dari kepanitiaan dapat terakomodasi dengan baik dan lancar.<\/li>\n<li>Berdoa bagi anak-anak yang masih ujian kenaikan kelas agar dapat belajar dengan fokus sehingga dapat mengerjakan soal-soal ujian dengan baik dan benar serta kesehatan mereka terjaga.<\/li>\n<li>Doakan untuk para pengajar prakarya di SIL. Bersyukur untuk ide yang sudah ada, doakan mohon hikmat bagi para guru yang akan mengajarkan prakarya ini ke para murid.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pokok Doa untuk TPW Filadelfia, Todokuiha \u2013 Halmahera Utara<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Doakan kebutuhan dana untuk pembangunan gereja.<\/li>\n<li>Berdoa untuk Sdr. Andre Riko Barani yang bekerja di luar kota supaya tetap setia dalam imannya dan Tuhan memberkati pekerjaannya.<\/li>\n<li>Berdoa untuk Gembala Sidang (Sdr. Fredy), supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat TPW Filadelfia.<\/li>\n<\/ol>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PRINSIP ALLAH TENTANG MENABUR DAN MENUAI \u201cJangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":10348,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20,38],"tags":[],"class_list":["post-11219","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","category-srhi-santapan-rohani-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11219","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11219"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11222,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11219\/revisions\/11222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}