{"id":1029,"date":"2017-03-04T03:31:25","date_gmt":"2017-03-03T20:31:25","guid":{"rendered":"http:\/\/gbik.info\/?p=1029"},"modified":"2017-03-04T03:31:25","modified_gmt":"2017-03-03T20:31:25","slug":"renungan-harian-4-maret-beriman-atau-gentar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/2017\/03\/04\/renungan-harian-4-maret-beriman-atau-gentar\/","title":{"rendered":"Renungan Harian 4 Maret &#8211; Beriman Atau Gentar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Bacaan Alkitab : Bilangan 13 &#8211; 15<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0(Kurun waktu : diperkirakan 1.446\u00a0 \u2013 1.444 S.M.)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>\u00a0\u00a0\u201cBeriman Atau Gentar?\u201d<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">download versi word file : <a href=\"http:\/\/gbik.info\/wp-content\/uploads\/2017\/03\/Renungan-Harian-Tgl-4-Maret.doc\">Renungan Harian &#8211; Tgl 4 Maret<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimanakah cara kita meresponinya, ketika menghadapi tantangan-tantangan super besar dalam hidup kita?\u00a0 Apakah kita meresponinya dengan iman atau kegentaran?\u00a0 Kepada apa atau siapakah kita akan bergantung?\u00a0 Memang cukup alamiah jika kita meresponi tantangan super besar tersebut dengan rasa gentar, tetapi bagaimana hal nya jika kita mengetahui bahwa Allah sedang mengarahkan jalan kehidupan kita, dan kita telah memiliki pengalaman berjalan bersamaNya, menyaksikan bagaimana Ia dengan perkasa telah bertindak bagi kebaikan kita \u2013 apakah kita masih tetap akan gentar dan memberontak, atau sebaliknya,akan bertindak dengan iman?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Saat ujian akhir telah tiba bagi ummat Israel.\u00a0 Setelah selama dua tahun dan beberapa bulan mengembara di padang gurun Sinai dan Zin, kini mereka telah tiba di perbatasan bagian selatan tanah Kanaan di Kadesh Barnea. Orang Israel siap untuk memasuki tanah yang telah lama dijanjikan kepada mereka oleh Allah.\u00a0 Tentunya itu menjadi momen yang sangat menyenangkan!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Di bawah petunjuk TUHAN, Musa mengirimkan dua belas pengintai untuk mengeksplorasi tanah Kanaan, satu pemimpin dikirimkan dari setiap suku Israel, sebelum pasukan Israel akan bergerak untuk menaklukkan tanah Kanaan tersebut. Para pengintai berangkat dari Kadesh Barnea sampai ke jalan yang menuju Lebo Hamath, Zedad, Ziphron dan Hazar Enan di ujung utara perbataran tanah Kanaan, bergerak menuju daerah-daerah yang pada masa kini dikenal sebagai Lebanon, Syria dan sebagian Yordania.\u00a0 Perjalanan itu memakan waktu empat puluh hari dengan berjalan kaki.\u00a0 Mereka mengamati orang-orang Kanaan, kota-kota mereka, benteng-benteng\u00a0 dan buah-buahan serta segala jenis tumbuh-tumbuhan yang terdapat di tanah Kanaan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagaimanakah laporan dari kedua belas pengintai tersebut?\u00a0 Laporan mereka mengatakan bahwa tanah tersebut benar-benar merupakan tanah yang subur dan makmur!\u00a0 Mereka membawa suatu cabang dengan setandan buah anggur yang sangat besar dan berat, sehingga harus ditaruh di atas batang yang dipikul oleh dua orang laki-laki!\u00a0 (Bil. 13 : 23).\u00a0\u00a0 Itu merupakan kabar gembira.\u00a0 Tetapi kabar buruknya adalah bahwa kota-kota di tanah Kanaan tersebut sangat luas dan dibentengi dengan baik, dan terdapat manusia-manusia raksasa yang hidup di tanah Kanaan tersebut.\u00a0 Raksasa-raksasa apakah yang sedang menghadang hidup kita?\u00a0 Apakah ada persoalan-persoalan yang tampaknya tidak dapat teratasi yang menghalangi kita untuk menikmati hal-hal yang hendak diberikan Allah bagi kita?\u00a0 Seringkali apakah masalah sesungguhnya ?\u00a0 KETAKUTAN\u00a0 KITA SENDIRI!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Laporan dari para pengintai telah menyebabkan sungut-sungut dan kegentaran yang hebat di antara jemaat Israel.\u00a0 Namun demikian para pengintai tidak merasa gentar.\u00a0 Salah satu pengintai berbicara dengan sangat berbeda dari pengintai-pengintai lainnya. \u201c..Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: &#8220;Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!&#8221; (Bilangan 13 : 30).\u00a0 Meskipun tidak ikut berbicara pada saat itu, tetapi Yosua pun setuju dengan pendapat Kaleb (Bil. 14 : 30, 38).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tetapi sepuluh pengintai lainnya menanggapi : \u201c&#8221;Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.&#8221; (Bil 13 : 31).\u00a0 Mereka tidak menaruh iman percaya di dalam Allah;\u00a0 mereka hanya menaruh keyakinan pada kekuatan mereka sendiri, yang tampaknya merekapun merasa kurang yakin akan kekuatan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Suatu usaha pemberontakan terhadap Musa mulai timbul.\u00a0 Laporan dari sepuluh pengintai membuat ummat Israel gentar, dan mereka bermaksud untuk mengangkat orang lain yang dapat membawa mereka kembali ke tanah Mesir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk dalam kedua belas pengintai yang telah mengeksplorasi tanah tersebut, kemudian mengoyakkan pakaian mereka dan berkata kepada seluruh jemaat Israel :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c\u2026Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(14:8) Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (14:9) Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.&#8221; (Bil 14. : 7 \u2013 9).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kepada siapakah Kaleb dan Yosua menggantungkan pengharapan dan keyakinan mereka? Keyakinan mereka adalah di dalam TUHAN, Allah Yang Perkasa dan Penuh Kuasa yang menyertai mereka.\u00a0 Pada siapakah kita menggantungkan keyakinan hidup kita? Pada kemampuan dan kekuatan kita sendiri, ataukah sebaliknya, kita meletakkan keyakinan kita kepada Allah?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sayangnya ummat Israel lebih percaya kepada laporan sepuluh pengintai tadi (Bil. 14 : 1-4, 10).\u00a0 Mereka kehilangan iman dan kepercayaan kepada Allah dan kepada para pemimpin mereka, Musa dan Harun, dan hendak melakukan rencana untuk kembali ke tanah Mesir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Allah menjadi murka dengan sikap penolakan mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201c(14: 11) TUHAN berfirman kepada Musa: &#8220;Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!\u00a0 (14:12)\u00a0\u00a0\u00a0 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka.&#8221; (Bil 14 : 11-12)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Musa kuatir dengan kondisi ummat Israel dan juga tentang reputasi Allah di mata mereka.\u00a0 Lalu ia memohon agar Allah mau mengampuni ummatNya sehingga bangsa lain tidak akan mencela Allahnya orang Israel karena dianggap gagal untuk membawa ummatNya melalui padang gurun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai tanggapan atas doa permohonan Musa, maka Allah mengampuni ummat Israel.\u00a0 Namun demikian atas ketidak percayaan mereka, maka setiap orang dalam jemaat Israel yang berumur dua puluh tahun ke atas , akan mengalami kematian di perjalanan di padang gurun selama masa waktu empat puluh tahun.\u00a0 Orang-orang tersebut dianggap telah melakukan kesalahan dan pelanggaran di hadapan Allah. Dan orang-orang yang dilahirkan di padang gurun, serta orang-orang yang berumur dua puluh tahun ke bawah, harus menjadi gembala, mengembara di padang gurun oleh sebab ketidak-setiaan para orang tua dan nenek\/ kakek mereka.\u00a0 Pasti merupakan hal yang sulit bagi anak-anak untuk menyaksikan orang tua dan kakek\/nenek mereka harus mati saat mengembara di padang gurun tanpa sempat menduduki tanah Perjanjian.\u00a0\u00a0 Pasti merupakan hal yang sulit juga bagi para orang tua dan kakek untuk menyaksikan\u00a0 anak-anak mereka harus menderita menanggung kesulitan hidup di tengah padang gurun, dan tidak dapat mewarisi tanah Kanaan selama empat puluh tahun karena mereka (para orang tua dan generasi kakek) telah memberontak terhadap Allah.\u00a0 Tambahan pula, kesepuluh pengintai tadi (pemimpin-pemimpin yang dihormati oleh ummat Israel) yang membawa pesan yang menyebabkan kegentaran, dan mematahkan semangat orang Israel untuk mengikuti perintah Allah, kemudian mati karena tulah.\u00a0 Apa yahg dapat kita pelajari tentang hal ini? Sungguh berbahaya untuk menyurutkan\/ memadamkan iman kepada Allah, dan khususnya jika Anda adalah orang tua ataupun memegang peranan kepemimpinan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika orang Israel mendengar tentang penghukuman dari Allah, mereka berkabung dan kemudian mencoba bertindak menggunakan anggapan mereka sendiri. Mereka beranggapan bahwa jika mereka bertindak untuk menyerang Kanaan sekarang, maka Allah akan mengubah keputusanNya (Bil.14 :44-45).\u00a0 Tetapi Allah tidak mengubah keputusanNya dan oleh karenanya mereka dikalahkan musuh.\u00a0 Ummat Israel mencoba untuk menyerang orang Kanaan dengan kekuatan mereka sendiri, tetapi Allah tidak menyertai mereka lagi.\u00a0 Mereka menderita kekalahan yang besar.\u00a0 Kita tidak dapat membuat Allah tunduk pada kehendak kita sendiri; Kitalah yang harus menundukkan diri pada kehendak TUHAN.\u00a0 Allah berkenan kepada setiap orang yang setia kepadaNya, dan bukan kepada para pemberontak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Namun meskipun menjatuhkan hukuman atas dosa-dosa ummat Israel, Allah bersikap penuh kasih setia dan mengampuni ummatNya.\u00a0 Kitab Bilangan 15 memuat perintah Allah mengenai korban persembahan yang harus dilakukan ummat Israel saat mereka memasuki tanah Kanaan.\u00a0 Perintah-perintah berkenaan dengan masa depan ummat Israel di tanah Kanaan memberikan pengharapan baru bagi bangsa Israel; meskipun generasi orang tua dan kakek mereka akan mati di padang gurun, tetapi anak-anak akan memiliki masa depan yang baik di Tanah Perjanjian.\u00a0 Allah mendisiplin hidup kita untuk kebaikan bagi kita dan juga untuk membagikan kekudusanNya (Ibr. 12 : 10).\u00a0 Ketidakpatuhan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung, tetapi Allah itu Maha Pengampun dan Murah Hati dan mau mengampuni ummatNya (Bil. 14 : 18-19). Ketika kita mendisiplin orang lain, kita harus bertindak seperti yang dilakukan Allah dan mau mengampuni, dan kemudian memberi dorongan bagi iman mereka dengan berbicara tentang masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Untuk Direnungkan dan \u00a0Dilakukan<\/u> :<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Jangan pernah menyerah di dalam kegentaran. Ingatlah bahwa Allah Yang Maha Besar menyertai Anda \u2013 milikilah iman di dalam Dia. Nama Allah akan dipermuliakan saat Ia mengalahkan raksasa-raksasa di dalam kehidupan Anda. Jika kita dapat melakukan segala sesuatunya sendiri, kita tidak perlu Allah ;<\/li>\n<li>Sungguh berbahaya untuk menyurutkan iman di dalam Allah, khususnya jika posisi Anda adalah sebagai orang tua ataupun memegang peranan kepemimpinan lainnya ;<\/li>\n<li>Dosa tidak hanya berpengaruh bagi diri kita sendiri; dosa juga berakibat bagi orang lain di sekitar kita ;<\/li>\n<li>Kita tidak dapat membuat Allah tunduk pada keinginan kita sendiri; kitalah yang harus menundukkan diri kepada kehendak Allah. Allah senang kepada orang-orang yang setia, dan bukannya kepada orang yang memberontak. Jangan bertindak atas keinginan diri sendiri. Biarlah Allah memimpin hidup Anda, dan kemudian patuhlah selalu kepadaNya ;<\/li>\n<li>Allah itu Maha Pengampun dan Penuh Kasih Karunia. Sama seperti ummat Israel, kita dapat bersikap memberontak dan mengacaukan hidup kita sendiri sehingga harus menanggung konsekuensinya. Tetapi jika kita bertobat, kitapun akan dapat mengerti bahwa Allah tetap pribadi yang Penuh Kasih Karunia ;<\/li>\n<li>Ketika kita mendisiplin orang lain, kita harus bertindak sama seperti yang Allah lakukan dan mau mengampuni, dan kemudian memberi semangat dan meneguhkan hati mereka dengan berbicara tentang masa depan bersama TUHAN.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Pertanyaan Untuk Diskusi :<\/u><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Ketika membaca dan mengamati laporan kedua belas pengintai di kitab Bil. 13 : 26-29, kita melihat \u2018cara pelaporan yang salah dan bahkan menunjukkan ketidak-percayaan kepada Allah\u2019, tentang sepuluh pengintai yang melaporkan hasil pengintaian mereka atas Tanah Perjanjian. Di ayat 27, mereka melaporkan hal-hal baik tentang negri Kanaan, sesuai dengan apa yang sebenarnya telah dikatakan Allah kepada Musa saat ia berada di Gunung Horeb (Kel.3 : 8), tentang tanah Kanaan yang baik dan luas, negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, dan Musapun telah memberitahukan tentang tanah Kanaan yang subur ini kepada ummat Israel (Kel. 13 : 5). Namun hal yang sangat mengecewakan bagi Allah, ialah ketika para pengintai tersebut meneruskan laporannya dengan kata \u201chanya\u201d (Bil.13 : 28)\u2026. Bukankah ini adalah ekspresi ketidak-percayaan dan ketidak-setiaan kepada janji Allah?\u00a0 Pernahkah kita secara tidak sadar melakukan hal yang serupa? \u00a0\u00a0Kemudian bagaimanakah seharusnya kita bertindak dan berkata-kata, sebagai anak-anak Allah yang patuh, saat dihadapkan dengan tantangan yang sangat besar di hadapan kita?<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><u>Ayat Hafalan Hari Ini :<\/u><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify\">Filipi 4 : 13 \u201cSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bacaan Alkitab : Bilangan 13 &#8211; 15 \u00a0(Kurun waktu : diperkirakan 1.446\u00a0 \u2013 1.444 S.M.) &nbsp; \u00a0\u00a0\u201cBeriman Atau Gentar?\u201d &nbsp; download versi word file : Renungan Harian &#8211; Tgl 4 Maret Bagaimanakah cara kita meresponinya, ketika menghadapi tantangan-tantangan super besar dalam hidup kita?\u00a0 Apakah kita meresponinya dengan iman atau kegentaran?\u00a0 Kepada apa atau siapakah kita&#8230;<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on wp_trim_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on wp_trim_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":1030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-1029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1029"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1033,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1029\/revisions\/1033"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbik.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}