“Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.”
(2 Petrus 3:17,18)
Surat 2 Petrus pasal 3 ini merupakan pasal terakhir dari Surat 2 Petrus dan juga merupakan kesimpulan dari seluruh Surat 1 dan 2 Petrus. Rasul Petrus berusaha menghidupkan pengertian penerima suratnya supaya mereka mengingat perintah Tuhan Yesus tentang hari-hari terakhir yaitu tentang akhir Zaman. Ini juga menjadi peringatan untuk kita semua sebagai pengikut Yesus Kristus untuk selalu mengingat segala yang telah disampaikan oleh Tuhan Yesus atau firman-Nya kepada kita.
Dalam suratnya ini Rasul Petrus mengingatkan kita bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kita bisa mendengar atau menyaksikan bagaimana para pengejek ini mengejek iman orang Kristen. Mereka menyebut kita sebagai orang kafir karena menyembah tiga Allah. Mereka mengejek kita dengan mengatakan bahwa Alkitab yang kita percayai itu palsu, sudah tidak asli lagi. Mereka mengejek kita tentang Tuhan Yesus yang disalibkan. Mereka mengejek kita tentang kesalehan hidup. Mereka berkata, “Lihat saya hidup tidak seperti yang diharapkan dalam Kitab Suci orang Kristen, tapi kehidupan saya sangat berkecukupan dibandingkan dengan orang Kristen yang taat tetapi hidupnya susah”. Bahkan yang sangat tajam ialah bahwa mereka mengejek kita tentang janji-janji Allah, khususnya tentang akhir zaman dan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Rasul Petrus mengingatkan kita semua, bahwa akhir zaman pasti akan terjadi. Allah akan menghukum dunia ini tidak lagi dengan air bah tetapi dengan api. “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap” (2 Petrus 3:10). Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya. Kalau saat ini Tuhan belum juga datang, mari mengucap syukur sebab hal itu adalah karena kesabaran Allah. Allah menghendaki supaya jangan ada orang yang binasa. Untuk itu Rasul Petrus mengingatkan kita beberapa hal berikut ini:
- “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” (2 Petrus 3:14). Mari menantikan kedatangan Tuhan dengan tetap memelihara hidup kita tetap kudus, artinya tetap ada dalam iman kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita.
- Rasul Petrus juga mengingatkan kita agar tetap waspada: Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.” (2Petrus 3:17). Mari seperti 5 gadis yang bijaksana yang diceritakan oleh Tuhan Yesus dalam Injil Matius 25:5, mereka membuat pelitanya tetap menyala dengan membawa minyak yang cukup. Mari menjaga pelita hidup kerohanian kita tetap menyala, menyinarkan terang Kristus.
- Dan yang terakhir, Rasul Petrus mengingatkan kita: “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 3:18). Mari terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan Yesus. Mari tetap setia mempelajari firman Tuhan. Mari setia dalam beribadah dan melayani Tuhan. Ingatlah bahwa Hari Kedatangan Tuhan Yesus adalah seperti pencuri pada waktu malam. Tidak ada yang tahu. Tetapi Tuhan Yesus pasti akan datang!!
(JET14102022)
Pokok Doa:
- Persatuan gereja-gereja agar tidak terpecah belah walaupun terdapat perbedaan;
- Para hamba Tuhan supaya mengajarkan kasih kepada sesama umat Tuhan dan tidak saling memprovokasi denominasi lain;
- Pemimpin organisasi gereja, (GGBI, PGI), dll supaya menjaga kerukunan antar gereja Tuhan;
- Kesehatan jemaat GBIK menghadapi peralihan ke musim penghujan.
Pokok Doa Cabang SEBETUNG, Kalimantan Barat
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Darto Eran serta keluarga;
- Kesehatan jemaat dan pertumbuhan iman mereka;
- Kesetiaan jemaat dalam beribadah dan melayani.
